UNTUK INDONESIA
Pengamat Nilai Pola Komunikasi Satgas Covid-19 Buruk
Ujang menilai, komunikasi yang dilakukan Satgas belum menunjukkan ke arah yang positif.
Pemanggilan mereka menjadi tanda tanya bagi masyarakat. Apakah itu terkait menteri Jokowi atau hanya sebatas silaturahmi.

Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai hingga saat ini Satgas Penanganan Covid-19 belum memperlihatkan hasil kinerja yang maksimal. Ujang menilai, komunikasi yang dilakukan Satgas belum menunjukkan ke arah yang positif.

"Sudah kerja keras. Tapi tak kelihatan hasilnya. Hasilnya masih mengecewakan. Karena koordinasi dan komunikasi publiknya buruk," ucap Ujang saat dihubungi Tagar, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bahkan pasca ketok palu UU Cipta Kerja di DPR yang memunculkan demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah.

Baca juga: Jubir Satgas Jelaskan Sejarah Covid-19 Sudah Ada Sejak 1960

Menghadapi situasi pandemi, Ujang menyebut Satgas terlihat tak mampu mengantisipasi penyebaran virus corona di tengah masyarakat luas.

"Bahkan pasca ketok palu UU Cipta Kerja di DPR yang memunculkan demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah. Membuat Satgas juga kebingungan. Karena tak bisa mengendalikan covid-19 di masyarakat," ujar Ujang.

Sebelumnya, diberitakan kondisi pandemi Covid-19, banyak informasi yang beredar di masyarakat terkait vaksin yang akan hadir sebagai obat Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 berharap masyarakat tidak berspekulasi terkait uji klinis dan berkembangnya informasi tidak resmi terkait harga vaksin Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar dan cermat dalam memilah informasi perkembangan penanganan Covid-19.

"Jadi pemberitahun aspek vaksinasi yang bersinggungan dengan masyarakat akan didiseminasikan secara transparan, secara bertahap, sehingga jika belum diumumkan secara gamblang oleh pemerintah, maka hal tersebut masih dalam tahap perumusan. Kami ingin memastikan bahwa informasi publik yang disampaikan itu betul-betul akurat," kata Wiku saat menjawab pertanyaan media dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Oktober 2020.

Selain itu, tentang perkembangan vaksin terkini, dalam keterangan persnya, Wiku menyampaikan pemerintah masih menyelesaikan tahapan pengembangan uji klinis fase 3 yang dilakukan di Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat. Dalam pengembangan vaksin, Wiku menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

"Alur pertama pengembangan vaksin ialah melakukan penelitian dasar. Dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains dan biomedis," ucap Wiku.

Baca juga: Satgas Klaim Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Membaik

Menurutnya, dalam penelitian dasar para ilmuwan meneliti tentang virusnya, sel-sel terkait virus, sel-sel yang diinfeksi virus tersebut kemudian diperbanyak. Ia mengatakan, sel-sel yang diperbanyak ini akan diteliti dan dilihat bagaimana reaksinya. Selanjutnya, kata dia, diekstraksi virusnya, dalam jumlah yang lebih banyak.

"Dalam tahap ini, biasanya sudah mulai membuat vaksin dalam jumlah yang terbatas," ujarnya. []

Berita terkait
Setop Liga Sepakbola, Satgas Juga Minta Warga Tak Keluar Rumah
Selain setop liga sepakbola tahun 2020, Satgas Covid-19 juga meminta supaya masyarakat tak keluar rumah dan berkerumunan.
Satgas Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Vaksin Corona
Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait uji klinis, serta informasi harga vaksin Covid-19 lantaran banyaknya berita bohong.
Bulog Lebak-Pandeglang Bentuk Satgas Pangan
Kepala Drive Bulog Lebak-Pandeglang Meitha Novariani menyebut ada oknum yang tidak senang bila instansi plat merah Bulog memasok program BSB.
0
Penyebab Sejumlah Daerah di Sumut Belum Terima Dana Desa
Kementerian Keuangan Perwakilan Sumatera Utara mengungkap penyaluran dana desa di daerah ini baru 80 persen.