Peneror Bom Masjid di Makassar Dicurigai Gangguan Jiwa

Polisi menangkap pelaku peneror bom di salah satu masjid di Kota makassar, polisi pun menduga pelaku mengalami gangguan jiwa
Pelaku peneror bom di Makassar saat diamankan di Polisi. (Foto: Tagar/ist)

Makassar - Aparat gabungan dari Resmob Polda Sulsel dan Unit Jatanras Polrestabes Makassar berhasil menangkap, Zulkifli, 21 tahun, pelaku teror bom Masjid Mujahidin, Jalan Maccini Sawah, Makassar. Pemuda ini dicurigai mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul. Ia mengatakan, jika motif atau alasan pelaku melakukan teror bom belum diketahui. Dan pelaku dicurigai mengalami gangguan kejiwaan.

Pelaku sama pengurus masjid tidak saling kenal. Jadi mereka tidak ada hubungan apa-apa.

"Belum tahu motifnya, karena keterangan yang diberikan berubah dan setiap ditanya dia ketawa-ketawa. Kami curiga, pelaku ini mengalami gangguan jiwa," kata Agus kepada Tagar, Kamis 31 Desember 2020.

Kendati demikian, lanjut Agus, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Dan untuk memastikan kejiwaan pelaku, sehingga terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan dan psikologi.

Baca juga:

"Soal gangguan jiwa ini, kami akan tunggu pasti dari pemeriksaan medis. Dan juga anggota sudah kelapangan, untuk dalami atau proveling keluarga pelaku di Ablam," tambahnya.

Agus menjelaskan peristiwa teror bom ini bermula ketika Zulkifli melintas didepan Masjid Mujahidin. Kemudian, ia mengambil nomor handphone pengurus masjid yang kebetulan terdapat di spanduk. Sehingga, ia langsung menelpon pengurus masjid dan meminta kalender. Tapi karena tidak ada kelender, sehingga pelaku mengancam akan meledakkan masjid dengan bom.

"Pelaku sama pengurus masjid tidak saling kenal. Jadi mereka tidak ada hubungan apa-apa," jelasnya.

Sebelumnya, pemuda asal Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam) ini, berhasil ditangkap petugas gabungan di Jalan Ap Pettarani, Kota Makassar, Rabu 30 Desember 2020, sekitar pukul 23.00 WITA. Saat ini, pelaku sementara menjalani pemeriksaan di Mako Polrestabes Makassar. []

Berita terkait
Terlibat Perampokan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Tiga anggota polisi dari Polrestabes Makassar dipecat tidak dengan hormat. Satu diantaranya terlibat perampokan
Satu Puskesmas di Makassar Ditutup, Ini Alasannya
Satu Puskesmas di Kota makassar Sulawesi Selatan ditutup sementara untuk pelayanan terhadap masyarakat. Ini penyebabnya.
Sepanjang 2020, Tiga Personel Polrestabes Makassar Dipecat
Sepanjang tahun 2020, sebanyak tiga orang personel kepolisian dari Polrestabes makassar dipecat.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.