UNTUK INDONESIA
Penerimaan Murid Baru di Jabar Hindari Kerumunan
FAGI Jabar ingatkan pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020-2021 tidak ada kerumunan massa, karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19
Orang tua siswa saat melakukan PPDB tahun 2019 di salah satu sekolah di Bandung. (Foto: Tagar/Dinas Pendidikan Jawa Barat).

Bandung - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat mengingatkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online jangan ada siswa atau orang tua siswa yang datang ke sekolah untuk mendaftarkan diri.

“Pelaksanaan PPDB online tetap (harus dipastikan) tidak ada pendaftaran siswa (orang tua siswa) yang datang ke sekolah, tetapi (harus) didaftarkan secara online oleh sekolah masing-masing,” tutur Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat, Iwan Hermawan, kepada Tagar saat dihubungi dari Bandung, Senin.,27 April 2020.

Untuk sekolah yang berada di wilayah perkotaan kata Iwan, bisa mendaftar melalui android sehingga siswa atau orang tuanya bisa mendaftarkan ke sekolah tujuan dan secara otomatis bisa diketahui domisili. “Kendala teknis yang akan dihadapi sekolah saat pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di tengah pandemi Covid-19 pasti ada, tetapi tidak bisa diprediksi. Yang jelas pelaksanaan PPDB nanti tidak ada siswa yang datang ke sekolah,” tegas dia.

Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020 sampai 2021. Rencananya awal Mei 2020 Dinas Pendidikan Jawa Barat akan gencar melakukan sosialisasi PPDB 2020-2021. "Hal-hal untuk persiapan PPDB tentu kita selenggarakan dengan seoptimal mungkin. Namun tetap menunggu perkembangan dan arahan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” kata Dewi.

Untuk teknis PPDB nanti jelas Dewi, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun demikian, PPDB SMA, SMK dan SLB di tahun ini dipastikan akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pertama, penyesuaian teknis pelaksanaan di tengah pandemi Covid-19. Kedua, jalur yang sudah ditetapkan tahun ini pun berbeda yakni, jalur masuk PPDB tahun ini ditetapkan melalui zonasi sebesar 50%, 30% melalui jalur prestasi (akademik dan non akademik). “Lima (5)% lagi lewat jalur perpindahan, serta 15% adalah bagi keluarga ekonomi tidak mampu,” kata dia.

Dewi menambahkan, selain kuota yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Mekanisme PPDB online pun dipastikan berubah. Karena pandemi Covid-19 ini, dipastikan pendaftaran dan semua informasi PPDB akan di sekolah asal. Jadi,dipastikan tidak ada kerumunan massa. “Sekarang, PPDB termasuk informasinya ada di sekolah asal. Pendaftaran dipastikan online untuk semua jalur PPDB, dan kami akan (mempersiapkan) pendaftaran daring (online),” tambah dia. []

Berita terkait
Disdik Jabar Dorong Sekolah Harus Menyenangkan
Dinas Pendidikan Jawa Barat berupaya tingkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat, termasuk penguatan mental guru dan siswanya
Sekolah se-Jabar Ditutup, Siswa Belajar di Rumah
Disdik Jabar menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah se-Jabar dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh di rumah.
0
Kemenperin Ajak Generasi Muda Bangun Industri Nasional
Kemenperin mengajak generasi muda tanah air untuk beperan aktif dalam membangun industri nasional yang berdaya saing global.