Jakarta, (Tagar 27/4/2018) - Novi Wahyuningsih pencipta aplikasi komunikasi Callind berbagi cerita tentang jalannya hingga menjadi seorang miliarder di usia muda. 

Ketika ia masih kuliah dan menjadi penjaga warnet, selain terbersit ide membuat aplikasi chatting, ia juga belajar main valas secara online. 

Ia menjual laptop miliknya, dapat Rp3 juta untuk modal main valas dan berhasil mengantongi Rp25 juta. Dengan uang ini Novi membuat CV kemudian mencari investor untuk mendapatkan modal guna memajukan bisnis di bidang IT. 

Novi juga menjadi marketing di salah satu perusahaan Angel Investor di Kuala Lumpur dan China.

"Alhamdulillah, saat jadi marketing terkumpul omzet hampir Rp10 miliar dan saya mendapatkan bonus 10 persen dari omzet tersebut," kenang Novi.

Seperti diberitakan sebelumnya Novi juga pernah menggadaikan sepeda motor dan mendapat Rp3 juta untuk modal bisnis multi level marketing.

Ia kemudian meninggalkan bisnis multi level marketing, konsen pada bisnis berkaitan teknologi informasi sambil tetap konsen kuliah.

Bisnis yang ia rintis sejak usia 18 tahun itu kemudian mengantarnya menjadi direktur utama di beberapa perusahaan berbasis IT di Malaysia dan Indonesia.

Di antaranya ia adalah Direktur Utama PT Wahyu Global Abadi, Direktur Utama PT Callind Network International, Direktur Utama PT Rise Solution International, dan Komisaris PT Rise Halcyon Solution.

Ia merasa sudah mapan secara finansial, karena itulah pada 2014 ia berani mencalonkan diri sebagai anggota DPR walau kemudian gagal karena tidak cukup suara.

Selain karena merasa sudah mapan secara keuangan, ia juga resah melihat kenyataan bahwa dari 500 lebih legislator di Senayan, tidak ada satu pun putra daerah Kebumen yang duduk di dalamnya.

Novi mengungkapkan, hanya dengan menjadi pengusaha ia memang mendapat banyak keuntungan, tapi sedikit manfaat dirinya ke orang lain. Dengan menjadi anggota DPR, lanjutnya, ia bisa mempunyai kesempatan membuat kebijakan yang memberikan manfaat banyak pada orang lain. (af)