Pencarian Bocah SD Ditelan Aek Situmandi Tapanuli Utara Belum Berakhir

Cuaca dingin dan air sungai cukup deras sempat menjadi kendala tim penyelam BPBD.
Warga mendatangi bantaran DAS Batangtoru, Desa Siraja Hutagalung, Tapanuli Utara, tempat diduga tersangkutnya tubuh korban di dasar sungai berkedalaman tiga meter. (Foto: Humas Polres Tapanuli Utara/Tagar/Jumpa P Manullang)

Tapanuli Utara, (Tagar 30/3/2019) - Pencariaan bocah bernama Jio (9), yang hanyut di DAS Batangtoru Aek Situmandi, Desa Hutagalung Harean, Tapanuli Utara, Sumatera Utara kembali dilakukan.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diterjunkan mulai mencari keberadaan bocah SD Negeri 173122 Hutagalung itu sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (30/3).

Pencarian dilakukan kembali setelah BPBD dibantu warga tidak menemukan jejak Jio hingga Jumat (29/3), sekitar pukul 22.00 WIB. Kepala BPBD Tapanuli Utara, Bonggas Pasaribu menyebut cuaca menjadi kendala ketika pencarian tadi malam.

"Terkendala cuaca dingin sekira pukul 22.00 wib dihentikan selanjutnya pencarian akan dilanjutkan kembali pagi ini oleh tim BPBD Tapanuli Utara bersama masyarakat," kata Bonggas di Sumatera Utara kepada Tagar News, Sabtu (30/3).  

Bonggas menjelskan, tim penyelam yang turun dari Jumat (29/3) sore hingga malam menyisir dasar sungai terkendala cuaca dingin dan air sungai cukup deras.

"Cuaca dingin dan kendala arus sungai akan lebih bersahabat pagi ini. Semoga tim menemukan tubuh korban secepat mungkin,"ungkap Bonggas.

Sebelumnya, diberitakan bocah laki-laki bernama Jio diduga hanyut ke ke dasar DAS Batangtoru Aek Situmandi sejak Jumat (29/3), sekitar pukul 16.30 WIB.

Sebelum diketahui hanyut dan tidak tertolong empat teman mainnya, korban sudah diingatkan tidak ke bantaran DAS sebab di hilir sungai kedalaman sungai sudah mencapai 2 meter lebih.

Menyaksikan korban akan tenggelam, empat rekan Jio bernama Andika Hutagalung (11), Monang Hutagalung (11), Jeremi Manurung (11) dan Hesekiel Hutagalung (11), berusaha menjulurkan tangan menarik menyelamatkan korban.

"Korban tidak menghiraukan perkataan saksi. Dan sekitar kurang lebih 2 meter kedalaman sungai, korban hanyut dan saksi Andika menyulurkan tangan dari tempat pemandian warga untuk menolong korban namun tangan saksi tidak sampai sehingga korban tidak nampak lagi dan sudah tenggelam," terang Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Sutomo M Simaremare SH, kepada Tagar News.

Sutomo melanjutkan, hanyutnya korban ditelan kedalaman sungai tanpa bisa diselamatkan, mebuat empat bocah berhamburan menuju perkampungan memberi tahu kepada warga.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Hanyut Ditelan Aek Situmandi, Tapanuli Utara

Berita terkait
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Selasa 1 Juni 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan, kilat, petir, dan angin kencang, di wilayah Jakpus, Jakbar, Jaksel, dan jaktim.