UNTUK INDONESIA
Penasaran Warganet Soal Dentuman Misterius di Sleman
Netizen di Twitter masih ramai membahas dentumen misterius yang terdengar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Netizen masih ramai membahas suara dentuman menggelegar yang terdengar di Sleman, Yogyakarta. Foto hanya ilustrasi (Foot: pixabay)

Sleman - Warganet di sosial media Twitter masih ramai membicarakan suara misterius mirip seperti gemuruh atau dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, beberapa hari lalu. Warganet masih bertanya-tanya asal sumber suara yang menggelegar itu.

"10 menit yang lalu denger suara dentuman di jogja, kaya suara ledakan. Semoga segala kebaikan selalu menyertai kita," tulis akun Twitter @botshit

"jogja jam 4 kurang pagi ini ada denger dentuman lg gaa? (soalnya gatau menfess ini bakal ke post jambrp)," tulis akun @rlthingy

Ada yang menduga bahwa dentuman berasal dari gemuruh Gunung Merapi. Seperti diketahui, gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini belakangan ini sering erupsi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dentuman itu terdengar pada Selasa, 14 April 2020 disebagian wilayah Sleman. Sampai saat ini netizen di sosial media Twitter masih membicarakan dentuman tersebut.

Bahakn ada juga yang mengkait-kaitkan dengan peristiwa gempa bumi dahsyat yang terjadi pada 27 Mei 2006 silam. "Sebagai orang yang ngalamin gempa Jogja 2006, aku trauma dengan suara dentuman gak jelas kayak tadi. Semoga gak ada hal yg membahayakan lah ya. Covid-19 saja udah bikin kalang kabut. Bismillah.. semua segera membaik, agar kita bisa menata hidup. Tidur yuk! Biar ga kesiangan nganggurnya," tulis akun twitter @shitlicious atau Alitt Susanto Penulis yang pernah menempuh perkuliahan di Yogyakarta.

Ada juga yang berpendapat dentuman tersebut merupan fenomena alam. "Tabrakan hantaman langit dan bumi dentuman keras cek kira kelapa jatuh, ternyata bukan, Alam berbicara. Daerah Balong, Bimomartani, Ngemplak Sleman semoga tidak terjadi apa-apa. Aamiin- aamiin innalillahi wa innailaihi," tulis akun Twitter @Iswanto_Raden.

Sementara itu Patricia, 30 tahun warga yang tinggal di Jalan Kaliurang (Jakal) Km 8, Sleman. Ibu rumah tangga itu terbangun pada Selasa sekitar pukul 03.10 dini hari. Patricia mendengar suara gemuruh yang dikira aktivitas Gunung Merapi.

"Saya dengar bunyi gemuruh kenceng, rumah saya di Jakal Km 8. Suara gemuruhnya cukup kencang dan sedikit ada getaran seperti gempa lokal. Ini seperti yang saya rasakan saat Merapi meletus Juni 2018 lalu. Saya juga sempat mengira petir, tapi kondisi tidak hujan," kata Patricia saat dihubungi.

Untuk mengobati rasa penasarannya itu, bahkan dia sempat bertanya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, namun tidak ada laporan aktivitas Gunung Merapi pada saat terdengar suara dentuman.

Karena di PLN tidak ada laporan trafo meledak atau gangguan daerah tersebut. Sampai saat ini belum ada laporan.

Kendati demikian ada juga warganet yang belum tahu sama sekali terkait dentuman yang terjadi di wilayahnya (Yogyakarta). Padahal beritanya sudah mondar-mandir di Time Line Twitter.

"Welah.. Piye toh iki.? Kok msh banyak yang enggak tahu soal dentuman di Jogja? Udah dari kemaren padahal beritanya mondar mandir di TL," tulis akun @Jowo_Jawi

Sementara itu, laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan tidak ada erupsi Gunung Merapi pada Selasa dini hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan tidak ada aktivitas gempa bumi di wilayah DIY dan sekitarnya, sekitar pukul 03.00 WIB tadi. BMKG hanya mencatat gempa bumi magnitudo 3,4 di Pacitan, Jawa Timur yang terjadi pukul 01.20 WIB.

Hari Selasa, 14 April 2020 pukul 01:20:05 wib wilayah Pacitan Jawa Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi berkekuatan M=3.4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.44 LS dan 111.23 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 32 km Tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 9 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di Pacitan itu merupakan jenis gempa bumi akibat aktivitas sesar lokal dasar laut," kata Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto dalam keterangannya saat dimintai konfirmasi soal dentuman tersebut.

Menurutnya, Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Pacitan dalam skala I-II MMI. Di daerah tersebut, guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Terpisah, Humas PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta, Rina Wijayanti juga memastikan tidak ada trafo atau instalasi listrik lainnya yang meletus di wilayah Jalan Kaliurang Km 8-12 dini hari tadi. Sehingga bunyi dentuman misterius itu bukan berasal dari letusan trafo. "Karena di PLN tidak ada laporan trafo meledak atau gangguan daerah tersebut. Sampai saat ini belum ada laporan," kata Rina saat dimintai konfirmasi. []

Baca Juga:

Berita terkait
Komentar Kocak Iwan Fals Soal Viral Dentuman Krakatau
Musisi legendaris Iwan Fals, ikut berkomentar kocak perihal viral suara dentuman aneh yang terjadi bersamaan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Asal Dentuman Aneh Saat Erupsi Krakatau Terjawab
Peneliti LIPI Nugroho Dwi Hananto, menjawab teka-teki suara dentuman aneh yang terdengar bersamaan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Viral Dentuman Misterius Bukan dari Erupsi Krakatau
Viral pengakuan sejumlah warganet mendengar suara mirip dentuman saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, dibantah pihak PVMBG.
0
Curhatan Emak Pedagang Pasar Tradisional di Semarang
Pandemi corona membuat omzet usaha kecil di Kota Semarang terjun bebas. Seperti apa keluhan mereka?