UNTUK INDONESIA
Pemudik Padati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Kepadatan penumpang di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sudah mulai terlihat sejak, Rabu 29 Mei 2019 malam.
Sejumlah pemudik yang memilih menggunakan jalur laut memadati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu 29 Mei 2019 Malam. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Lonjakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada H-6 lebaran Idul Fitri 1440 H mulai terlihat. Apalagi sejumlah kapal milik PT Pelni seperti KM Gunung Sinabung bersandar di Terminal Gapura Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Patrick Pardede mengaku meski lonjakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sudah terlihat, tetapi dirinya memprediksi puncak arus mudik baru akan terjadi pada H-5 Lebaran Idul Fitri atau pada tanggal 31 Mei besok.

"Kita prediksi tanggal 31 Mei dan 1 Juni puncak arus mudik," ungkapnya saat ditemui di Terminal Gapura Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis 30 Mei 2019 malam.

Patrick mengungkapkan saat ini setidaknya sudah 25 ribuan penumpang yang turun dan naik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ia mengaku lonjakan penumpang kapal laut dikarenakan faktor harga tiket pesawat yang sulit dijangkau oleh masyarakat, sehingga beralih ke transportasi laut.

"Jelas kali ini terlihat lebih banyak, Mungkin karena harga tiket pesawat yang terlampau mahal bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim), Fattah Jasin mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar mudik gratis dengan enam rute.

Adapun enam rute tersebut yakni, Surabaya-Masalembu (PP) sebanyak 4 voyage, Tanjung Wangi-Sapeken 4 voyage, Gresik-Bawean PP sebanyak 4 voyage dan Kalianget-Kangean sebanyak 5 voyage.

"Kita berharap para penumpang bisa sampai di tujuan dan berlebaran dengan keluarganya,"pungkasnya. []

Baca juga

Berita terkait
0
Moeldoko Bocorkan Posisi Jabatan di Kabinet Jokowi
Mantan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan akan tetap membantu Presiden Jokowi dalam periode 2019-2024.