UNTUK INDONESIA
Pemuda GMKI dan KNPI Berbagi Kasih di Bulan Ramadan
Pemuda GMKI dan KNPI berbagi kasih saat Ramadan di Jalan Salemba dan Diponegoro Jakarta, membagikan makanan dan hand sanitizer kepada pengendara.
Pemuda GMKI dan KNPI berbagi makanan dan hand sanitizer kepada pengendara yang melintas di Jalan Salemba dan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa, 28 April 2020. (Foto: GMKI)

Jakarta - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bersama Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaksanakan bakti sosial berbagi makanan dan hand sanitizer pada bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak 500 nasi kotak dan 500 botol hand sanitizer dibagikan kepada masyarakat dan para pengemudi di Jalan Salemba Raya dan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa, 28 April 2020.

Ketua DPP KNPI Haris Pertama dan Sekretaris Jenderal DPP KNPI Jackson Kumaat ikut turun langsung di lokasi kegiatan. Bersama Pengurus Pusat GMKI Kepala Bidang Aksi dan Pelayanan EF. Pranoto, Kepala Bidang Media Komunikasi dan Informasi Benardo Sinambela, dan Sekretaris Fungsional Yoshua Abib Mula Sinurat.

Haris Pratama berharap momentum kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan sosial terus berlanjut ke depan. Tetap menjahit persatuan pemuda di seluruh Indonesia untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Ya, kita berharap GMKI dan KNPI bisa terus bersinergi. Bahwa kegiatan-sosial harus dilakukan secara berkala selama pandemi Covid-19,” tutur Haris.

EF. Pranoto menyampaikan apresiasi kepada DPP KNPI yang sudah mau membangun sinergi antar-organisasi kemasyarakatan pemuda di tingkat pusat untuk melakukan kegiatan sosial yang memang hari ini sangat dibutuhkan masyarakat di tengah wabah Covid-19 yang juga bertepatan di bulan puasa

Aksi sosial adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai anak bangsa yang selalu memiliki semangat kepedulian sosial tinggi.

GMKI KNPIPemuda GMKI dan KNPI sesaat jelang acara berbagi makanan dan hand sanitizer kepada pengendara yang melintas di Jalan Salemba dan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa, 28 April 2020. (Foto: GMKI)

GMKI mengajak semua pemuda untuk tetap bersatu dan bergotong-royong melawan wabah yang menimpa dunia.

“Kami apresiasi kebersamaan ini. Kehadiran DPP KNPI ini adalah bentuk bahwa kita masih memiliki semangat gotong-royong yang sama ketika menghadapi situasi genting seperti sekarang ini,” ujar EF. Pranoto.

Benardo Sinambela menambahkan agar pemuda juga turut mengawal ketat kebijakan dan anggaran pemerintah dalam penanganan Covid-19 untuk meminimalisir penggunaan yang salah sasaran. 

Ia menegaskan agar pemuda mendorong pemerintah untuk mendahulukan masyarakat yang sangat membutuhkan dari desa sampai perkotaan. Pemerintah juga jangan melupakan masalah pendidikan di tengah wabah.

“Aksi sosial adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai anak bangsa yang selalu memiliki semangat kepedulian sosial tinggi. Akan tetapi kita juga jangan melupakan hal-hal prinsip tentang kebijakan untuk kepentingan masyarakat banyak, yaitu kritik terhadap kebijakan dan penggunaan anggaran selama dalam penanganan Covid-19. Kita sebagai para pemuda harus tetap kawal bersama, juga soal pendidikan sebagai basis kita jangan sampai terlewatkan,” ujar Benardo Sinambela.

Jackson Kumaat turut menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom yang juga hadir dalam kesempatan yang sama di Salemba 10. []

Baca juga:

Berita terkait
GMKI Karawang Dukung Pemerintah Tangani Corona
GMKI Cabang Karawang mendukung pemerintah untuk mencegah pencegahan dan penanganan Corona.
GMKI Kendari Minta Pemerintah Serius Tangani Corona
GMKICabang Kendari menanggapi pencegahan dan penanganan virus Coronayang telah dilakukan pemerintah.
Dies Natalis ke-58, GAMKI Bantu Warga Terdampak Covid-19
Menyambut Hari Jadi Ke-58 tanggal 23 April 2020, GAMKI) mengadakan aksi solidaritas berupa pembagian sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan.
0
Jenis Olahraga yang Aman Selama Puasa
Namun, saat menjalani puasa Ramadan banyak orang yang malas berolahraga karena takut kelelahan, dan batal puasanya.