UNTUK INDONESIA
Pemprov Jabar Siapkan Skenario Vaksinasi
Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. Seperti apa dan kapan vaksinasi itu akan dilakukan?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. (Foto: Tagar/Humas Pemprov Jabar)

Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. Jika kapasitas puskesmas dinilai kurang, pihaknya akan menyiapkan gedung-gedung publik sebagai tempat penyuntikan vaksin.

Begitu juga apabila tenaga kesehatan vaksinasi kurang. Pemda Provinsi Jabar akan membuka pendaftaran relawan tenaga kesehatan dengan sejumlah kriteria.

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat memantau secara langsung simulasi sistem pemberian vaksin Covid-19 yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar di Puskesmas Poned Tapos, Kota Depok, Kamis, 22 Oktober 2020.

"Nanti ketahuan jumlah orang perhari yang divaksin. Apakah jumlah puskesmas yang ada di Depok dan Jabar cukup? Kalau tidak cukup, berarti gedung serbaguna, gedung olahraga, dan gedung lain akan kita jadikan tempat vaksinasi. Kalau jumlah tenaga vaksinnya juga tidak cukup, berarti kita buka relawan sesuai kriteria untuk jadi penyutik dan tim panitia," ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil.

Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi vaksin untuk setiap provinsi itu tetap berada di pemerintah pusat.

Sebanyak 9,1 juta warga di Republik Indonesia rencananya akan divaksinasi pada November hingga Desember 2020 dengan vaksin yang dibeli pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin luar negeri.

Kang Emil mengatakan, Kota Depok diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jabar yang melakukan vaksinasi Covid-19. Setelah itu, empat daerah lain di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) akan melakukan vaksinasi Covid-19.

Pemda Provinsi Jabar mengajukan alokasi bagi tiga juta warga Jabar khususnya untuk wilayah Bodebek karena merupakan daerah epidemiologi tinggi.

"Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi vaksin untuk setiap provinsi itu tetap berada di pemerintah pusat," kata Kang Emil.

Vaksinasi Covid-19 diprioritaskan bagi orang yang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan Covid-19, dan TNI/Polri.

Kang Emil mengatakan, vaksinasi dilakukan kepada warga yang berusia 18-59 tahun. Warga yang berusia diluar rentang tersebut, kata ia, akan disuntik vaksin apabila mendapat rekomendasi dari dokter.

"Untuk yang diluar umur itu (18-59 tahun) harus menggunakan rekomendasi dari dokter. Karena vaksin yang diteliti ini tidak ada relawan usia balita, dan lanjut usia," kata dia.

Baca juga : Vaksinasi Covid-19 November, DPR: Prosesnya Harus Transparan

Menurut Kang Emil, vaksinasi Covid-19 akan menguras waktu dan tenaga yang banyak. Oleh karena itu, persiapan yang matang diperlukan.

"Prosesnya rumit, tapi lebih baik jadi masyarakat yang siap daripada nanti jadi keteteran," ujarnya.

Kang Emil mengatakan, dengan adanya penyuntikan vaksin Covid-19 pada November-Desember 2020, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak langsung menghilang. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M sampai kondisi pulih.

"Seperti cacar di dunia setelah divaksin grafik turun. Begitu juga Covid-19. Tidak akan hilang langsung 100 persen karena bertahap. Yang pasti warga Depok kami prioritaskan sebagai kota pertama dapat vaksin ini," katanya. []

Berita terkait
Pemprov Jabar Akan Gelar Simulasi Vaksinasi di Kota Depok
Jabar mengajukan alokasi yang diutamakan untuk daerah epidemiologi tinggi. Daerah mana saja?
Vaksinasi Covid-19 November, DPR: Prosesnya Harus Transparan
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meminta proses pengadaan vaksin Covid-19 agar dilakukan secara transparan dan tak ada ditutupi.
Vaksinasi Virus Corona di Jerman Sebelum April 2021
Pemerintah Jerman akan mulai jelanakan vaksinasi virus corona kuartal pertama tahun 2021 atau sebelum April 2021, vaksinasi bersifat sukarela
0
Pemprov Jabar Siapkan Skenario Vaksinasi
Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. Seperti apa dan kapan vaksinasi itu akan dilakukan?