UNTUK INDONESIA

Pemimpin Hong Kong Dukung Reformasi Kucilkan Pemrotes China

Pemimpin Hong Kong mendukung reformasi memastikan negeri itu dipimpin oleh pendukung pro Beijing yang akibatkan pemrotes China terkucil
Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menghadiri konferensi pers mingguan di Hong Kong (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan bahwa reformasi pemilu diperlukan, sehari setelah seorang pejabat tinggi China mengisyaratkan perubahan besar akan datang untuk memastikan kota semiotonom itu diperintah oleh para pendukung Beijing. Hal ini akan mengucilkan para pemrotes China.

Lam mengatakan perselisihan dan kerusuhan politik di kota itu, termasuk protes antipemerintah pada 2019 serta protes pada 2014, menunjukkan selalu ada orang yang memilih bersikap memusuhi pihak berwenang pusat di China.

warga meninggalkanWarga meninggalkan bandara di Hong Kong yang diblokir massa demonstran pada September 2019 (Foto: dw.com/id)

Lam mengatakan pada konferensi pers harian itu, Selasa, 23 Februari 2021, bahwa otoritas pusat tidak ingin situasi semakin buruk sehingga kebijakan "satu negara, dua sistem" tidak dapat diterapkan.

Kebijakan "satu negara, dua sistem" memungkinkan warga Hong Kong menikmati hak-hak sipil yang selama ini dibatasi di China daratan.

paspor inggris hkSeorang demonstran pro-demokrasi memegang paspor British National Overseas (BNO) saat berlangsungnya aksi protes menentang UU Keamanan Nasional baru di Hong Kong, 1 Juni 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Tyrone Siu)

Para pengunjuk rasa mengatakan kebebasan Hong Kong telah terkikis karena Beijing berusaha lebih mengontrol kota itu.

Komentar Lam muncul sehari setelah Xia Baolong, Direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, yang merupakan salah satu divisi di Dewan Negara China, mengatakan bahwa Hong Kong hanya dapat diperintah oleh "para patriot," yang artinya bukan para pembuat keonaran dan mereka yang melobi negara lain untuk menjatuhkan sanksi (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Ribuan Warga Hong Kong Ajukan Visa Inggris
Dilaporkan hampir 5.000 warga Hong Kong telah mengajukan visa untuk tinggal, bekerja dan belajar di Inggris
Sumpah Setia Hong Kong Jadi Wilayah Administrif Khusus China
Karyawan di lembaga penyiaran pubik Hong Kong diminta putuskan apakah akan teken sumpah setia sebagai wilayah administratif khusus China
Program Imigrasi Inggris Bisa Picu Eksodus Warga Hong Kong
Jutaan penduduk Hong Kong pemegang paspor BNO memenuhi syarat untuk program kewarganegaraan Inggris melalui jalur cepat
0
Pemimpin Hong Kong Dukung Reformasi Kucilkan Pemrotes China
Pemimpin Hong Kong mendukung reformasi memastikan negeri itu dipimpin oleh pendukung pro Beijing yang akibatkan pemrotes China terkucil