UNTUK INDONESIA
Pemilik TikTok Lakukan Pembicaraan dengan AS
Pemilik TikTok, ByteDance, melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) agar penjualan TikTok di negara Paman Sam tersebut tidak terjadi.
Ilustrasi - Aplikasi WeChat dan TikTok di antara bendera Amerika Serikat dan China. (Foto: Antara/REUTERS/Florence Lo/aa)

Jakarta - Pemilik TikTok, ByteDance, melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) agar penjualan TikTok di negara Paman Sam tersebut tidak terjadi, demikian AFP melaporkan, Kamis, 10 September 2020.

Dikutip dari Antara, TikTok menjadi badai bagi hubungan diplomatik antara Washington dan Beijing. Presiden Donald Trump memberi tenggat waktu untuk berhenti menjalin bisnis dengan perusahaan induk TikTok asal China, ByteDance, yang didorong untuk menjual operasi aplikasi tersebut ke perusahaan AS. 

Walmart telah bergabung dengan Microsoft dalam negosiasi untuk membeli TikTok. Oracle juga dikabarkan tertarik dengan TikTok. TikTok telah diunduh 175 juta kali di AS, dan lebih dari satu miliar kali di seluruh dunia, telah mengajukan gugatan yang menentang tindakan keras dari pemerintah AS tersebut.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa perintah Presiden Donald Trump melakukan penyalahan Undang-Undang karena platform tersebut bukan "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa." 

Trump mengklaim TikTok dapat digunakan oleh China untuk melacak lokasi karyawan pemerintah, membuat dokumen pemerasan, dan melakukan spionase perusahaan. 

TikTok, yang digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia untuk membuat video unik berdurasi pendek di ponsel mereka, telah berulang kali membantah tudingan berbagi data dengan Beijing. 

Menurut laporan The Journal, pembicaraan antara ByteDance dan AS telah berlangsung selama berbulan-bulan, tapi semakin mendesak karena tenggat waktu yang ditetapkan oleh Trump semakin dekat. 

Salah satu investor utama TikTok menjadi bagian dari grup yang baru-baru ini bertemu dengan perwakilan dari Central Intelligence Agency untuk membahas keamanan data. 

Presiden Trump pekan lalu kembali menegaskan permintaannya untuk penjualan TikTok di AS. "Yah, saya memberi tahu mereka bahwa mereka memiliki waktu hingga 15 September untuk membuat kesepakatan; setelah itu, kami menutupnya di negara ini," kata Trump. 

"Dan saya mengatakan bahwa Amerika Serikat harus diberi kompensasi-kompensasi yang layak, karena kami adalah orang-orang yang membuat ini semua dapat terjadi, jadi kami harus diberi kompensasi." 

Para kritikus mengecam seruan Presiden Trump kepada pemerintah AS untuk mengambil kompensasi dari kesepakatan itu, dengan alasan bahwa itu tampak tidak konstitusional dan mirip dengan pemerasan. 

Sementara itu, ByteDance telah berjanji untuk secara ketat mematuhi aturan ekspor baru di China yang berpotensi mempersulit penjualan bisnis seperti yang diminta oleh Presiden Trump. 

Kementerian perdagangan China menambahkan "penggunaan oleh masyarakat sipil" ke daftar teknologi yang dibatasi untuk ekspor. Peraturan baru tersebut dapat mempersulit ByteDance untuk menjual aplikasi video yang sangat populer itu.[]

Berita terkait
Pendapatan Global TikTok Anjlok Agustus 2020
Pendapatan global aplikasi TikTok pada Agustus 2020 mengalami penurunan atau anjlok 14 persen dari bulan sebelumnya.
Akuisisi TikTok Harus Disetujui Pemerintah China
Pemerintah China telah memberlakukan pembatasan baru pada ekspor teknologi kecerdasan buatan.
Walmart Gabung dengan Microsoft untuk Beli TikTok
Kerja sama antara Walmart dan Microsoft diumumkan beberapa jam setelah CEO TikTok memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
0
Penjelasan Bawaslu Bantul Terkait Tugas Kopja di Pilkada
Bawaslu Kabupaten Bantul menyelenggarakan Penandatanganan Pakta Integeritas Komitmen Mematuhi Pelaksanaan Tahapan Pemilu Serentak 2020.