Pemerintah Terus Berupaya Penuhi Kebutuhan Obat Terapi Covid-19

Pemerintah terus berupaya penuhi kebutuhan Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas untuk obat terapi Covid-19 yang meningkat di Tanah Air
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan pers bersama, Senin, 26 Juli 2021, siang, di Kantor Presiden, Jakarta (Foto: setkab.go.id - Humas Setkab/Agung)

Jakarta – Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan obat terapi Covid-19 yang meningkat seiring dengan peningkatan kasus yang terjadi di Tanah Air. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan saat ini terdapat tiga jenis obat terapi yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

“Kita ada tiga obat lain yang belum bisa kita produksi di dalam negeri yang sangat bergantung kepada impor, seperti Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas. Ini adalah obat-obatan yang di seluruh dunia juga sedang short supply karena semua orang membutuhkan obat-obat ini,” ujar Menkes dalam keterangan pers bersama, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 26 Juli 2021, siang.

Panglima TNI bersama Menteri BUMNPanglima TNI bersama Menteri BUMN memberikan keterangan pers usai Peluncuran Paket Obat Isoman Gratis untuk Rakyat, di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, 15 Juli 2021, pagi (Foto: setkab.go.id - BPMI Setpres/Rusman)

Untuk Remdesivir, ungkap Menkes, pada bulan Juli 2021 ini akan tiba sebanyak 150 ribu vial, kemudian di bulan Agustus akan tiba sebanyak 1,2 juta vial. “Sekarang kita sedang dalam proses untuk bisa membuat Remdesivir di dalam negeri, doakan mudah-mudahan itu bisa segera terjadi,” ujar Menkes.

Kemudian untuk Actemra, selain seribu vial yang direncanakan tiba pada bulan ini, pemerintah juga berupaya terus mendatangkan lebih banyak pasokan dari sejumlah negara.

“Agustus kita akan mengimpor 138 ribu dari negara-negara yang mungkin teman-teman tidak membayangkan kita akan impor dari negara-negara tersebut, karena kita cari ke seluruh pelosok dunia mengenai Actemra ini,” kata Budi.

kotak obat Remdesivir di kairoSeorang teknisi laboratorium memperlihatkan kotak obat "Remdesivir" di Eva Pharma Facility, Kairo, Mesir 25 Juni 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

Sementara untuk Gammaraas, imbuh Menkes, pihaknya akan mengimpor 26 ribu di bulan Juli ini dan 27 ribu di bulan Agustus. “Obat-obatan ini akan datang secara bertahap. Agustus kita harapkan sudah lebih baik distribusinya,” imbuh Menkes.

Mengakhiri keterangan persnya, Budi mengingatkan bahwa obat terapi Covid-19 hanya boleh diberikan dengan resep dokter. “Untuk tiga obat seperti Gammaraas, Actemra, dan Remdesivir itu harus disuntikkan dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Jadi tolong biarkan obat-obatan ini dikonsumsi/digunakan sesuai dengan prosedurnya,” kata Menkes (DND/UN)/setkab.go.id. []

Berita terkait
Jokowi Blusukan ke Apotek di Bogor Cek Ketersediaan Obat Covid-19
Presiden Jokowi mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen di apotek di Bogor yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19
Daftar Obat Covid-19 yang Akan Diimpor Pemerintah Indonesia
Maka itu, ketersedian obat untuk pasien covid-19 menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pemerintah.
Menteri BUMN Pastikan Ketersediaan Obat Bagi Pasien Covid-19
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memastikan ketersediaan obat bagi pasien Covid-19 terpenuhi
0
Pemerintah Terus Berupaya Penuhi Kebutuhan Obat Terapi Covid-19
Pemerintah terus berupaya penuhi kebutuhan Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas untuk obat terapi Covid-19 yang meningkat di Tanah Air