UNTUK INDONESIA
Pelajar Medan, Motor Jadul untuk Hobi dan Silaturahmi
Bermodalkan Honda Cup 1970-an, enam orang anak muda mayoritas pelajar di SMK Teknik Sepeda Motor mulai menyalurkan hobi.
Pecinta motor jadul ketika kopdar di Kota Medan. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Hobi adalah sesuatu yang disenangi oleh setiap manusia atau keinginan akan selalu melakukannya. Bahkan hobi bisa membuat pikiran tidak gampang stres.

Mungkin itulah yang ada dalam benak anak-anak muda pecinta motor jadul atau zaman dulu, yang sebagian besar beralamat di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bermodalkan sepeda motor Honda Cup 1970-an, enam orang anak muda mayoritas pelajar di SMK Teknik Sepeda Motor (TSM), Kabupaten Deli Serdang, mereka mulai menyalurkan hobi.

Berawal dari keinginan menjadi mekanik motor, ditambah pengetahuan teori serta ilmu dari praktik yang didapat di tempat praktik kerja lapangan (PKL), para pelajar ini mulai mencintai dan hobi memelihara sepeda motor zaman dulu itu.

Mengapa hobi atau menyukai Honda Cup 1970-an, karena memang motor ini menjadi antik, selain sudah mulai jarang ditemukan, juga banyak dilirik berbagai kalangan.

Ridwan, pelajar berusia 19 tahun, mengaku hobi dan mencintai motor antik, dia dapatkan setelah PKL di bengkel. Sedikit demi sedikit uang jajan dan pendapatan selama PKL di bengkel dia kumpulkan. Setelah uang dirasa cukup, dia pun membeli motor zaman dulu Honda Cup atau Astrea tahun rendah.

Motor itu kemudian dia modifikasi, sebagian besar pada bagian depan, dia rombak. Mulai dari shock, rem cakram serta sayap. Hanya dia sisakan khas zaman dulunya atau asli di bagian stang dan lampu bulatnya. Begitu juga bagian mesin, kaki-kaki belakang, mulai dari shock, swing arm dan lainnya dirombak agar tampak lebih cantik.

Motor JadulMotor jadul di Kota Medan. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Ridwan mengaku tujuan merawat dan mencintai motor zaman dulu, selain karena hobi, juga untuk menambah silaturahmi. Sebab dia dan sesama teman penghobi motor zaman dulu, selalu melakukan kopi darat atau pertemuan di setiap malam Sabtu dan malam Minggu atau jika ada hari besar dan libur.

"Sekarang ini semakin banyak komunitas sepeda motor jadul di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Tujuan kita bukan untuk saling menyaingi, akan tetapi untuk ajang silaturahmi, menambah wawasan dan pertemanan," kata Ridwan di Medan, Jumat 6 September 2019 malam.

Mereka belum mau disebut sebagai sebuah komunitas, karena jumlahnya masih enam orang pelajar, yang sekadar menyalurkan hobi dan ingin banyak teman. Membuat komunitas yang lebih besar, menurutnya membutuhkan biaya dan komitmen yang tinggi.

"Kita baru mulai berkumpul selama enam bulan, sampai saat ini masih enam orang yang selalu berkomitmen. Kami berenam selalu kumpul dan saling sharing, kadang kami lakukan di bengkel atau base camp. Manfaat dari itu, kami bisa menambah wawasan, kami biasa menyebut persatuan ini Cup 70 Racing," kata Ridwan, yang beralamat di Kecamatan Pancur Batu.

Mengapa memakai kata racing, sebab tampilan motor sebagian besar telah dimodifikasi. Termasuk di bagian knalpot. Namun meski memakai knalpot racing di motor jadulnya, mereka memastikan motor sehat, bersih, termasuk surat kendaraan lengkap dan pajak kendaraan hidup.

"Jadi kita semua berusaha untuk selalu membayar pajak kendaraan, agar pajaknya tidak mati. Walaupun knalpot racing, tetapi kami tidak akan melanggar lalu lintas dan berbuat yang dilarang oleh aturan berlalu lintas," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, selain dokumen kendaraan yang harus lengkap, mereka juga berupaya memiliki surat izin mengemudi (SIM), sebab ini merupakan syarat utama berkendara.

"Saya, pastinya sudah ada SIM C. Teman-teman juga sudah ada, Bang. Hanya satu atau dua orang saja yang belum punya SIM, sebab ada yang belum buat KTP karena usia belum cukup. Kami semua akan selalu tertib berlalu lintas," tukas Ridwan.

Para pecinta motor jadul ini juga berkomitmen untuk bersih dari perbuatan melanggar hukum, semisal tawuran dan narkoba. "Memang kita anti dengan tawuran dan narkoba, kita bersih dari narkoba," tandasnya.

Mereka para penghobi motor Honda Cup 1970-an, selalu nongkrong atau kopi darat, misalnya di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dan bahkan sampai ke Kota Binjai. [] 

Berita terkait
Harga Motor Matik Honda, Yamaha, Suzuki September 2019
Berikut Tagar sajikan daftar harga terbaru skutik Honda, Yamaha, dan Suzuki September 2019.
Ngebut dan Tak Pakai Helm, Pemotor Tewas di Singkil
Seorang pengendara motor Yamaha Vega R, inisial AF, 21 tahun, tewas usai tabrakan dengan truk.
Suzuki Rilis XL6, Bakal Jadi Rival Honda BRV?
Maruti Suzuki India resmi merilis mobil terbaru mereka, Suzuki XL6. Apakah bakal jadi rival Honda BRV?
0
Persija Ingin Konsisten Meski Tanpa Kiper Andritany
Persija Jakarta menunjukkan kebangkitan dan mencoba menjaga konsistensi saat menghadapi Persela Lamongan, Jumat 15 November 2019.