UNTUK INDONESIA
Pasien Dalam Pengawasan di RS Rotinsulu Bandung
Direktur Umum RSUP Rotinsulum, Bandung, Dr Edi Sampurno mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUP Rotinulu
Direktur RSUP Rotinsulu Bandung, Dr. Edi Sampurno. (Foto: Tagar/Erian Sandri)

Bandung - Direktur Umum RSUP Rotinsulu, Dr Edi Sampurno, mengungkapkan bahwa saat ini ada 3 orang pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUP Rotinulu terkait COVID-19.

Edi mengungkapkan bahwa ketiganya masuk dan menjalani perawatan dengan waktu yang berbeda, meski demikian dirinya menjelaskan saat ini pasien tersebut kondisinya terus membaik.Selain itu pihak rumah sakit juga telah mengirimkan hasil pemeriksaan ke litbangkes, yang diharapkan dalam waktu cepat dapat keluar hasilnya.

"Masuk pada Januari, Februari, Maret, dari RS pemerintah, kondisinya semakin membaik, dan kita sudah menyampaikan pemeriksaan kesehatan ke litbangkes kementerian kesehatan, mudah-mudahan hasilnya bisa segera keluar," ujarnya

Disampaikan juga bahwa Pasien pada saat awal masuk RSUP Rotinsuli mengeluhkan sesak napas, batuk serta demam yang cukup tinggi , hal tersebut serupa dengan gejala awal seseorang terinfeksi COVID-19. "Pasien masuk dengan gejala sesak batuk, dan demam namun semakin hari pasien sudah semakin membaik, " katanya.

Terkait statemen Gubernur Jawa Barat yang memberlakukan siaga satu menghadapi wabah korona ini, Edi menganggap bahwa itu merupakan langkah pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih waspada, namun hal tersebut jangan menjadi suatu kepanikan di masyarakat melainkan harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Dr Edi juga mengajak agar masyarakat mulai menjalankan pola hidup sehat, pasalnya dengan pola hidup yang sehat secara otomatis kekebalan tubuh manusia akan terus meningkat.Artinya gerakan masyarakat hidup sehat harus mulai disadari oleh seluruh masyarakat.

"Siaga satu kan supaya kita waspada namun masyarakat jangan panik dengan gerakan masyarakat hidup sehat kekebalan tubuh kita meningkat," ujarnya.

RSUP Rotinsulu saat ini merupakan RS yang ditunjuk pemerintah guna penanganan virus COVIC-19, selain RS Hasan Sadikin Jawa Barat. Di rumah sakit ini, sejumlah tim ahli disiapkan diantaranya dokter spesialis paru, dokter penyakit dalam, anastesi serta radiologi dan tim perawat, bukan hanya itu saat ini RS Rotinsulu tengah menambah unit ruang isolasi, hal ini merupakan bentuk keseriusan dalam menangani para pasien yang disinyalir terpapar virus corona. []

Berita terkait
PIKOBAR Jabar Sumber Resmi Informasi COVID-19
Pemprov Jabar mengoperasikan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat atau PIKOBAR mulai 4 Maret 2020
0
Gerakan Donasi 1.000 Tangan Bantu Dampak Covid-19
Soroptimist Yogyakarta membuat program Donasi 1.000 Tangan untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.