UNTUK INDONESIA
Pasca Gempa, Peringatan Tsunami Diakhiri
BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami pasacgempa kekuatan 7.0 skala richter di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Ilustrasi - Gempa. (Foto: Pixabay)

Ternate - Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofosika (BMKG) telah mengakhiri peringatan tsunami pasacgempa kekuatan 7.0 skala richter di Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Minggu 7 Juli 2019 malam.

Menurut Kepala Bagian Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Rita Rosita bahwa BMKG telah menerbitkan peringatan dini tsunami ke-4.

"Artinya peringatan potensi tsunami telah diakhiri pada pukul 00.09 WIB," katanya dalam rilis diterima Tagar, Senin 8 Juli 2019.

Diketahui, gempa dengan kekuatan 7.0 skala richter pada lokasi 0.54 LU dan 126.19 BT dengan kedalaman 49 Km pada Minggu 7 Juli 2019 malam.

BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami yang dapat melanda sejumlah daerah pesisir di antaranya SIAGA: Kota Bitung, WASPADA: Ternate, Halmahera, Manado, Minahasa Bagian Selatan dan Minahasa Bagian Utara.

SIAGA berarti potensi tsunami hingga 3 meter. WASPADA memiliki arti potensi tsunami hingga 0.5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Utara Joy Oroh melaporkan warga berhamburan ke luar rumah saat gempa dan dilaporkan pula terjadi kepanikan warga masyarakat dengan terbitnya peringatan tsunami dari BMKG untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi.

Hasil pengamatan tim BPBD kabupaten/kota tidak ada peningkatan ombak di Pulau Siau, Kota Manado dan Kota Bitung. Kerusakan akibat gempa masih dilakukan asesment di lapangan.

Sudah kami sampaikan ke warga, namun ada warga yang masih memilih bertahan di dataran lebih tinggi

Sedangkan pengamatan di Maluku Utara belum didapatkan karena komunikasi via telepon dengan BPBD belum terhubung.

BNPB mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap tenang dan dapat kembali ke rumah masing-masing pasca peringatan tsunami diakhiri.

"Diminta tetap memantau informasi resmi dari BPBD/BMKG dan informasi resmi pemerintah lainnya. Hindari menyebarluaskan berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya," kata Joy Oroh.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro juga menyatakan, peringatan dini tsunami terkait gempa tersebut sudah dicabut.

"Peringatan dini tsunami terkait gempat tersebut sudah dicabut," ujar Kustoro, saat dihubungi Tagar melalui telepon selulernya.

Kepala BPBD Maluku Utara Gamal Hadi mengatakan, pencabutan peringatan dini tsunami sudah disebarkan informasinya ke warga.

Meski begitu, sebagian dari yang tinggal di pesisir pantai, masih tetap memilih bertahan di dataran lebih tinggai di Kota Ternate, Maluku Utara.

"Sudah kami sampaikan ke warga, namun ada warga yang masih memilih bertahan di dataran lebih tinggi. Warga juga telah masuk ke rumah kembali," ucapanya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Mutu Pendidikan di Sumbar Diklaim Masih Kurang
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menilai mutu pendidikan di Sumbar masih kurang.