UNTUK INDONESIA
Pasar Beringharjo Yogyakarta Bebas Uang Rusak
Pasar tradisional biasanya identik dengan uang kumal, lusuh dan hampir rusak. Tidak demikan halnya dengan Pasar Beringharjo Yogyakarta.
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Yogyakarta - Pasar tradisional biasanya identik dengan uang kumal, lusuh dan hampir rusak. Tidak demikan halnya dengan Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Di pasar tradisional terbesar di Provinsi DIY ini, disebar banyak agen perbankan yang bertugas menarik uang lusuh dan kumal yang ada di pedagang atau pembeli.

"Agen-agen bank untuk mengumpulkan uang lusuh yang ada di para pedagang," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, 23 Mei 2019.

Program ini merupakan kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dengan Perwakilan Bank Indonesia DIY berupaya meminimalisir peredaran uang lusuh di pasar tradisional.

Heroe mengatakan, nantinya para pedagang jika ingin menukar uangnya yang lusuh menjadi uang yang baru bisa dilakukan di perbankan. Bank akan mengembalikan uang lusuh itu ke Bank Indonesia.

Baca juga: Aksi Budaya di Yogyakarta Menolak People Power

Menurut dia, kerja sama ini merupakan komitmen menjadikan pasar tradisional di Kota Yogyakarta menjadi kawasan bebas uang lusuh. Masyarakat perlu diedukasi dalam memperlakukan uang rupiah.

"Uang rupiah adalah bagian dari simbol kedaulatan NKRI. Masyarakat perlu memperlakukan uang rupiah dengan baik sehingga tidak lusuh, sobek, terlipat atau rusak," jelas Heroe.

Heroe mengatakan, Pasar Beringharjo menjadi sasaran bebas uang lusuh karena pasar ini punya daya tarik bagi wisatawan. "Pasar Beringharjo merupakan salah satu ikon wisata di Kota Yogyakarta," ungkapnya.

Deputi Bank BI DIY, Sri Fitriani mengatakan, semua uang lusuh dapat ditukar dengan yang baru. "Bahkan uang yang sudah rusak seperti dimakan rayap juga tetap bisa ditukar, namun masih utuh 2/3 atau masih bisa dikenali," jelasnya.

Berikut kriteria uang lusuh atau rusak yang bisa ditukar dengan uang baru:

1. Uang lusuh atau lecek syarat penukarannya yaitu masih bisa dikenali keasliannya.

2. Untuk uang kertas rusak, sobek dan memiliki fisik >2/3 atau lebih besar dua pertiga, dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya dan merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri lengkap. 

Baca juga: Enam Artis Ini Melewati Ramadan di Balik Jeruji Besi

Berita terkait
0
PKS: Kartu Prakerja Tak Efektif Saat Pandemi Corona
Politisi PKS Sukamta menyebut tak ada semangat otonomi daerah dalam program Kartu Prakerja yang diupayakan pemerintah pusat.