UNTUK INDONESIA
Partai Golkar Usung DP di Pilkada Makassar
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto menyerahkan surat dukungan calon Wali Kota Makassar kepada mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartanto saat menyerahkan surat rekomendasi calon Wali Kota Makassar kepada Danny Pomanto di Pilkada Makassar tahun 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto menyerahkan surat dukungan calon Wali Kota Makassar kepada mantan Wali Kota Makassar periode 2013-2018, Moh Ramdan Pomanto untuk diusung sebagai bakal calon wali kota di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Makassar tahun 2020.

Dengan mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, Moh Ramdan Pomanto yang akrab disapa Danny Pomanto (DP) itu telah memenuhi persyaratan 10 kursi di DPRD Makassar, setelah sebelumnya Partai NasDem lebih dulu mengusung dirinya pada Pemilihan Wali Kota Makassar tahun ini.

Surat penetapan sementara, karena saya jomblo (satu orang).

Danny Pomanto mengatakan, bahwa Partai Golkar telah memberikan surat penetapan untuk mengusung dirinya maju bertarung di Pilkada Makasar.

“Surat penetapan sementara, karena saya jomblo (satu orang). Kalau sudah ada pasangannya, Insyah Allah dari partai koalisi saya kira sudah bisa berjalan dengan baik,” kata Danny usai menghadiri penyerahan surat rekomendasi 12 calon kepala daerah di Sulsel dan syukuran atas terpilihnya Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartanto di Makassar, Minggu 8 Maret 2020.

Meski hanya baru mendapatkan surat penetapan sementara dari Partai Golkar, kata Danny, hal itu tidak mengurangi persiapan dirinya untuk maju bertarung kembali di Pilkada Makassar.

Dengan masuknya Partai Golkar mengusung Danny di Pilkada serentak ini sehingga bisa katakan syarat pencalon melalaui jalur partai politik telah terpenuhi untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar sebagai calon Wali Kota Makassar.

Kendati DP belum menentukan siapa calon pasangannya nanti, namun beredar informasi jika Danny akan dipasangkan dengan putra Wakil Ketua Partai Golkar, Nurdin Halid, Sunnun yang juga merupakan kader Partai Golkar.

Tetapi kata Danny, hal ini belum dapat dipastikan dirinya akan berpasangan dengan Sunnun, karena DP harus komunikasi dengan Partai NasDem untuk menentukan pasangannya.

“Walaupun begitu tidak mengurangi persiapan kami. NasDem dengan Golkar sudah cukup. Insyah Allah harus disolidkan bersama-sama. Berpasangan dengan Sunnun itu tergantung pembicaraan partai koalisi. Rata-rata masukan ke saya dari kaum milenial dan Sunnun salah satu terkuat dari dua partai,” ungkapnya.

Penentuan pasangan di Pilkada Makassar, kata Danny dirinya menyerahkan seluruhnya ke mekanisme partai, baik dari Partai NasDem maupun Partai Golkar yang membahas dan membicarakan calon pasangan dirinya bertarung di Pilwakot nanti.

“Saya kira itu mekanisme partai dari NasDem ada, dari Golkar juga ada. Ya tergantung pembicaraan nanti. Sambil menunggu partai lain untuk bergabung,” ujarnya.

Danny membeberkan jika dirinya hingga saat ini intens berkomunikasi politik dengan empat partai yang ada. Namun, dirinya tidak dapat menyebutkan nama dari empat partai tersebut yang digadang-gadang akan bergabung berkoalisi dengan Golkar dan NasDem.

“Masih ada empat partai intens berkomunikasi. Saat ini, komunikasi dengan partai-partai begitu cair. Hampir semua partai kami komunikasi politik dengan intens. Saya kira kita membutuhkan untuk ditetapkan itu,” pungkasnya. []

Berita terkait
Pilkada Makassar Tak Ada Calon Perseorangan
Hingga hari terakhir pendaftaran Pilkada Makassar tak satupun calon perseorangan yang mendaftar.
Pilkada Makassar, Danny Pomanto Sibuk Cari Koalisi
Moh Ramdhan Pomanto harus melakukan komunikasi ke sejumlah partai politik untuk diajak bergabung dalam koalisi Pilkada Makassar tahun 2020.
NasDem Sulsel Usung Danny Pomanto Pilkada Makassar
Partai NasDem Sulawesi Selatan resmi mengusung mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sebagai calon Wali Kota Makassar di Pilkada 2020.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.