UNTUK INDONESIA
Obsesi Lampard Raih Trofi untuk Chelsea di Piala FA
Manajer Frank Lampard terobsesi bawa Chelsea juara Piala FA saat lawan Arsenal, Sabtu malam ini. Dia ingin raih trofi pertama sebagai manajer tim.
Manajer Frank Lampard (kanan) terobsesi membawa Chelsea juara Piala FA saat melawan Arsenal di laga final di Stadion Wembley, Sabtu, 1 Agustus 2020 malam ini. Dia ingin meraih trofi pertama sebagai manajer tim. (Foto: standard.co.uk)

Jakarta - Lolos ke final Piala FA menjadikan manajer Frank Lampard terobsesi menuntaskannya dengan meraih trofi bagi Chelsea. Lampard berambisi memenangi trofi untuk kali pertama sebagai manajer saat Chelsea menghadapi Arsenal dalam London Derby di laga final di Stadion Wembley, Sabtu, 1 Agustus 2020 malam WIB. 

Lampard tak ingin Chelsea mengakhiri musim ini tanpa trofi. Dalam debutnya sebagai manajer, Lampard memang tak dibebani gelar juara. Kontras dengan pencapaian The Blues selama 3 musim terakhir. Mereka memenangi Liga Premier Inggris, Piala FA dan terakhir Liga Europa dengan mengalahkan Arsenal 4-1. 

Namun setelah menjadi juara Liga Europa, Chelsea kehilangan pemain terbaik Eden Hazard. Mereka juga tak bisa melakukan pembelian pemain karena sanksi dari FIFA. 

Saya tak memikirkan tekanan yang bakal saya hadapi. Saya sudah biasa menghadapinya saat masih sebagai pemain

Dengan skuat yang sudah berbeda, Lampard yang minim pengalaman direkrut untuk mengarsiteki Chelsea. Meski sebelumnya eks gelandang The Blues ini menangani tim Divisi Championship Derby County, namun Lampard melakukan debut tak mengecewakan sebagai manajer tim. 

Dirinya meloloskan Chelsea ke Liga Champions musim depan setelah menduduki peringkat 4 di klasemen akhir. Chelsea juga melangkah ke final Piala FA. 

Dalam perjalanannya, klub London Barat itu sukses menyingkirkan Manchester United dengan skor telak 3-1 di semifinal. Bahkan kemenangan diraih di kandang lawan di Old Trafford. 

Chelsea pun datang ke kandang The Red Devils dengan rekor sangat buruk, 3 kali kalah di 3 pertemuan sebelumnya. Namun Chelsea mengakhiri catatan buruk itu dengan kemenangan manis. 

Lampard Ingin Trofi Pertama

Sukses itu yang memotivasi Lampard untuk menuntaskannya di laga puncak. Saat masih menjadi pemain, dirinya sudah membawa Chelsea memenangi Piala FA sebanyak 4 kali. Kini, pria berusia 42 ini berharap meraih trofi pertama sebagai manajer tim. 

"Saya tak memikirkan tekanan yang bakal saya hadapi. Saya sudah biasa menghadapinya saat masih sebagai pemain," ujar Lampard seperti dikutip Omnisport

"Jadi, saya tak pernah mempersoalkan adanya tekanan. Saya justru menempatkan lebih banyak beban pada diri saya ketimbang orang lain. Saya, misalnya, selalu berharap meraih titel setiap tahun, termasuk titel Liga Premier," ucap dia. 

Hanya, Lampard mengakui Chelsea belum saatnya memenangi liga. Namun Chelsea tengah dalam proses untuk kembali menjadi juara. 

"Saat ini, kami tidak dalam posisi tersebut. Tetapi saya ingin kami menuju posisi itu dan kami dalam proses," kata Lampard lagi. 

Lampard dan manajer Arsenal Mikael Arteta sama-sama menjalani musim pertama di klub. Bila Lampard datang sejak awal musim, sebaliknya Arteta bergabung di tengah musim saat menggantikan Unai Emery. 

Pada 2 pertandingan di kompetisi, Chelsea tak pernah kalah dalam derby tersebut. Mereka menang 2-1 di kandang Arsenal. Namun di kandang sendiri di Stamford Bridge, Chelsea ditahan The Gunners 2-2. []  

Berita terkait
Kiper Kepa Takut Tak Lagi Dimainkan Chelsea
Kiper Kepa Arrizabalaga cemas tak lagi menjadi pilihan pertama Chelsea. Dia bakal dibangkucadangkan di final Piala FA maupun Liga Champions.
Chelsea-Man Utd, Lampard Lebih Baik dari Solskjaer
Chelsea kalah posisi dengan Manchester United. Namun kinerja manajer Chelsea Frank Lampard dinilai lebih baik ketimbang Ole Gunnar Solskjaer.
Singkirkan Man Utd, Chelsea Vs Arsenal di Final
Chelsea lolos ke final Piala FA setelah menyingkirkan Manchester United 3-1. Chelsea sukses tuntaskan dendam dan mereka hadapi Arsenal di final.
0
Membekali Warga Menyongsong Kaldera Toba Pariwisata Dunia
BPODT menggelar pelatihan kuliner bagi warga Desa Pardamean Sibisa, Motung dan Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.