UNTUK INDONESIA
Ngotot Formula E, Anies Baswedan Dicap Boneka Cukong
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menyebut Anies Baswedan merupakan boneka para cukong, yang didukung PA 212.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara)

Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru berjalan beberapa bulan, namun sudah banyak survei yang mengungkap sosok yang dinilai memiliki peluang besar menjadi pemimpin tahun 2024. Salah satu nama yang disebut-sebut calon kuat Presiden RI adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Melihat hal itu, Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menuding Anies Baswedan tak lain dapat disebut sebagai boneka para kaum pemilik modal.

Baca juga: PA 212: Pengkritik Anies Baswedan Sudah Hilang Akal

Banjir dan Formula E barang dagangan. Kenapa Anies berani berbuat seperti itu? Karena merasa punya beking cukong. Bau tidak sedap dan kerajaannya mulai terkuak.

"Anies salah satu bonekanya para cukong-cukong. Dia (Anies) adalah pemimpin yang tidak punya prestasi apa-apa," katanya kepada Tagar, Jumat, 28 Februari 2020.

Menurut Norman para cukong itu telah jauh-jauh hari menggalang kekuatan untuk memenangkan calon presiden (capres) yang didukungnya. Ironisnya, para calon itu malah dijadikan boneka untuk meneguhkan kekuasaan.

"Biasanya mereka mendanai calon kandidat dari Pilkada sampai Pilpres. Bahkan mereka punya orang-orang untuk dibayar (memenangkan calon). Banyak gubernur ataupun bupati menjadi bonekanya cukong-cukong," ujarnya.

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin belum lama ini menegaskan, pihaknya akan selalu setia memberikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk menjadi RI-1.

Menanggapi hal tersebut, Norman menilai tindakan PA 212 tidak etis dan condong seperti haus kekuasaan. Pasalnya, pemerintahan Jokowi baru berjalan seumur jagung. Tidak elok rasanya terburu-buru ingin ganti presiden. 

"Orang yang haus kekuasaan sudah ancang-ancang mengelus capres-nya 2024. Kayaknya tidak etis dan tidak memiliki etika, seolah-olah negara ini tidak bertuan dan penghinaan terhadap presiden terpilih, yang baru berjalan beberapa bulan," kata dia.

Baca juga: PSI Murka, Sekda DKI Tutupi Kesalahan Anies Baswedan

Dia menyebut Anies lebih peduli terhadap Formula E ketimbang bencana banjir, karena Gubernur DKI itu dilindungi dan sudah ada kontrak dengan cukong.

"Banjir dan Formula E barang dagangan. Kenapa Anies berani berbuat seperti itu? Karena merasa punya beking cukong. Bau tidak sedap dan kerajaannya mulai terkuak," kata Norman.

Dia mengatakan Anies banyak didukung hanya karena berhasil memainkan politik identitas. Namun, meskipun begitu, dia menilai Jokowi tidak akan terkecoh dengan manuver PA 212, yang terus menggoyang kepala negara.

"Anies Baswedan adalah boneka mainan yang didukung kelompok 212 yang rata-rata kumpulan orang bermasalah. Jangan kaget kalau sistem demokrasi kita kapitalis. Jokowi pun tidak akan terkecoh dengan intrik-intrik yang mereka lakukan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Jokowi itu petarung sejati, sudah teruji dari pemilihan Gubernur dan dua kali Pilpres," ujar Ketua Pernusa. []

Berita terkait
Pernusa: Dulu FPI Ditakuti, Sekarang Macan Ompong
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ormas FPI dan PA 212 saat ini bak macan ompong, tanpa Rizieq Shihab.
Pernusa: Banjir Cara Anies Baswedan Nyapres 2024
Ketua Pernusa KP Norman Hadinegoro menyebut banjir Jakarta merupakan cara ampuh Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden 2024.
Kenapa Publik Salahkan Anies Baswedan Atas Banjir di Jakarta
Kenapa publik ramai-ramai menyalahkan Anies Baswedan atas banjir yang terjadi beruntun tahun 2020 ini?
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China