Negara-negara G7 Bertekad Akhiri Perang Suriah

Menlu Blinken katakan kelompok negara-negara G7, bertekad akan mengakhiri perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (kanan), dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, bertemu di 10 Downing Street, di London, Selasa, 4 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

London – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, 4 Mei 2021, mengatakan kelompok negara-negara industri yang dikenal sebagai Kelompok 7 atau G7, bertekad akan mengakhiri perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun.

“Saya dan mitra-mitra saya di G7 menegaskan kembali komitmen kami untuk mencapai resolusi politik guna mengakhiri konflik di Suriah,” cuit Blinken ketika ia dan anggota-anggota G7 mengikuti pertemuan langsung pertama mereka dalam dua tahun terakhir.

Konflik Suriah merupakan salah satu isu dunia yang dibahas oleh para menteri luar negeri yang mewakili negara-negara G7 dalam beberapa pertemuan di London. Isu lainnya adalah soal China dan Rusia, kudeta di Myanmar dan situasi di Afghanistan.

twit blinkenTweet Menlu Antony Blinken (Foto: voaindonesia.com)

Kantor Menteri Luar Negeri Inggris sebut dalam sesi pada Selasa, 4 Mei 2021, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan, “Akan memimpin diskusi tentang masalah geopolitik yang mendesak dan yang mengancam merusak demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia.”

Raab mengatakan pembicaraan itu merupakan “kesempatan untuk menyatukan masyarakat yang terbuka dan demokratis, dan menunjukkan persatuan di saat yang sangat dibutuhkan, untuk mengatasi tantangan dan meningkatnya ancaman bersama.”

Raab diperkirakan akan mendesak para anggota G7 untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan junta militer Myanmar; juga untuk mendukung embargo senjata serta meningkatkan bantuan kemanusiaan pada rakyat Myanmar.

Blinken telah melangsungkan pertemuan dengan Raab pada Senin, 3 Mei 2021, dan terkait isu China, ia mengatakan tujuannya bukan untuk “berupaya menahan atau menekan China.”

raab dan blinkenMenlu Inggris, Dominic Raab (kiri), dan Menlu AS, Antony Blinken, menjelang pertemuan bilateral di London, Inggris, 3 Mei 2021. (Foto: voaindonesia.com - Ben Stansall/Pool via Reuters)

“Apa yang kami coba lakukan adalah menegakkan tatanan berbasis aturan internasional yang telah begitu banyak diinvestasikan negara kami selama puluhan tahun untuk meraih manfaat, saya akan membantah bahwa tidak hanya warga kami, tetapi juga orang-orang di seluruh dunia – termasuk di China sendiri,” ujar Blinken kepada wartawan.

Baca juga: Siapa Sebenarnya yang Perang di Konflik Suriah?

Raab mengatakan Amerika dan Inggris juga sedang mengupayakan cara-cara yang konstruktif untuk bekerja sama dengan China “dengan cara yang masuk akal dan positif” pada beberapa isu, termasuk – jika memungkinkan – soal perubahan iklim.

Presiden AS, Joe Biden, telah mengidentifikasi kompetisi dengan China sebagai tantangan kebijakan luar negeri terbesar pemerintahnya. Dalam pidato pertama di Kongres pekan lalu, Biden berjanji akan mempertahankan keberadaan militer Amerika di Indo-Pasifik dan meningkatkan pengembangan teknologi.

Blinken bulan lalu mengatakan Amerika prihatin dengan tindakan-tindakan agresif China terhadap Taiwan dan mengingatkan bahwa “merupakan kesalahan yang serius” bagi siapa pun yang berupaya mengubah status quo di Taiwan dengan kekerasan (em/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Amnesty Tuduh Lebanon Siksa Tahanan Warga Suriah
Amnesty International menuduh pihak berwenang Lebanon berlaku "kejam dan kasar" terhadap lebih dari 20 warga Suriah
Pasar Homs di Suriah Berjuang di Tengah Krisis Ekonomi
Pasar Homs, sebuah kota di Suriah, berjuang untuk pulih kembali di tengah-tengah krisis ekonomi yang parah
12 Ribu Anak Tewas dan Terluka Dalam 10 Tahun Perang Suriah
Tonggak sejarah dalam 10 tahun perang di Suriah tetcatat enam juga warga tewas dn sekitar 12.000 anak-anak tewas atau terluka
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan