Yogyakarta - Prambanan Jazz Festival 2019 digelar pada 5 sampai 7 Juli di Kompleks Candi Prambanan. Memasuki tahun kelima, perhelatan ini mampu memancing musisi kelas dunia untuk berebut tampil di festival musik jazz ini.

Deretan musisi dunia yang pernah tampil di Prambanan Jazz, meliputi, Kenny G, Rick Price, Sarah Brightman, Boyz II Men, Boyzone, dan Diana Krall. Sementara, pada tahun ini Yanni, Brian McKnight 4, Anggun, dan Calum Scott akan mengisi daftar bintang tamu utama.

"Sampai dengan tahun kelima, konsep penyelenggaraan acara masih sama, memadukan dua mahakarya, Candi Prambanan dan musik," ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia, dalam jumpa pers Prambanan Jazz Festival 2019 di Eboni Bar And Lounge Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Anas bercerita dua tahun pertama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival masih meraba dan berusaha mendongkrak nama perhelatan tahunan ini. Ia tidak menampik, perjuangan lima tahun mulai berbuah.

Artikel lainnya: Dampak Toba Caldera World Music Bagi Warga Tobasa

Anas mengungkapkan beberapa waktu lalu, manajemen John Legend menghubunginya. Pesannya, John Legend ingin konser di Candi. "Tetapi karena waktu jadi belum sempat terealisasi, mungkin di lain kesempatan," ucapnya.

Mengajak musisi dan komposer Yunani, Yanni, juga tidak semudah membalikkan telapak tangan bagi Anas. Ia telaten berkorespondensi dengan manajemen Yanni selama satu tahun.

"Susah banget manggil Yanni, semua musisi harus dari dia, sebagian besar musisinya dibawa dari sana," kata Anas.

Seharusnya Yanni menggelar konser tunggal di Candi Prambanan pada Oktober tahun lalu. Namun, ia mengalami sakit kaki dan membuat sejumlah konsernya ditunda.

"Mendatangkan Yanni adalah mimpi saya yang jadi kenyataan, mimpi saya selanjutnya adalah memanggil Andrea Bocelli," ucap Anas.

Kedatangan Yanni pada hari kedua Prambanan Jazz Festival 2019 ini merupakan satu-satunya konser Yanni di Asia Pasifik. Ia akan tampil pada Sabtu, 6 Juli 2019 malam di Rorojonggrang Stage atau Special Show. Musisi yang sudah memiliki 20 album studio itu akan membawakan lagu-lagu terbaik yang ada di dalam album “Live at Acropolis”.

“Orang-orang di sini (Yogyakarta) selalu tersenyum ramah, saya seperti di rumah,” tutur Yanni menjelaskan kesan pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta.

Seperti konser-konser terdahulunya yang mengambil tempat-tempat bernilai magis karena sejarah dan budayanya, Yanni merasa penampilannya di Candi Prambanan besok juga akan akan membawa nilai magis tersendiri.

Musik adalah universal dan semua orang memahami. Mempertontonkan musik dari tempat-tempat bersejarah juga bagian dari mengenal nilai-nilai toleransi, kesatuan, dan perdamaian dari berbagai tempat yang berbeda.

“Saya ingin menunjukkan budaya-budaya ini ke banyak orang,” ujar laki-laki yang mengaku selalu memperoleh inspirasi dari kehidupan sehari-hari.

Anas juga membawa misi khusus dalam pergelaran Prambanan Jazz tahun ini. Ia ingin mendekatkan kaum milenial dengan kawasan cagar budaya.

Callum Scott Juga Akan Tampil

Oleh karena itu Prambanan Jazz pada hari pertama banyak di isi musisi-musisi muda, termasuk Callum Scott yang tergolong artis milenial. Callum Scott merupakan jebolan ajang pencarian bakat Britain Got Talent 2015.

“Saya senang diundang ke acara ini sebab ini pertama kalinya saya ke Yogyakarta,” ujar Callum menceritakan kesannya terhadap Prambanan Jazz Festival 2019.

Ia berencana tampil bersama dengan bandnya dan membawakan lagu baru dari album keduanya.

Artikel lainnya: Pasca Ambruk, Panggung Toba Caldera Music Diubah

Selain kaum milenial, misi pertukaran artis juga dibawa oleh Anas melalui Prambanan Jazz Festival 2019. Alex Mercado, musisi yang berasal dari Meksiko, akan tampil pada hari pertama.

Anas bercerita Kedutaan Besar Meksiko yang melobi supaya artisnya bisa tampil di Prambanan Jazz Festival 2019. Ia pun membuat kesepakatan. Tawaran Kedutaan Besar Meksiko diterima dan sebagai timbal baliknya, artis atau musisi dalam negeri juga bisa mendapat kesempatan tampil di sana (Meksiko).

“Saya senang akan berbagi musik saya dengan orang di Indonesia,” kata Alex.

Musisi yang baru pertama kali tampil di Indonesia ini merasa senang bisa memainkan musik jazz yang telah mengajarkan banyak hal, seperti, dialog, cara hidup, cara merasakan, improvisasi, dan sebagainya.

Alex sangat antusias dengan pertunjukan ini, terlebih ia akan bermain di Candi Prambanan yang menjadi simbol besar dari budaya di Indonesia. Switzy Sabandar. []