UNTUK INDONESIA
Motor Milik Pelaku Bom Medan Diberi Garis Polisi
Polrestabes Medan memberikan garis polisi terhadap satu unit sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri.
Sepeda motor pelaku diberikan garis polisi. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Polrestabes Medan memberikan garis polisi terhadap satu unit sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri, di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Kecamatan Medan Timur, Rabu 13 November 2019.

Dedek, terduga pelaku bom bunuh diri disebut-sebut datang ke Mapolrestabes Medan, dengan menggunakan sepeda motor honda Vario berwarna merah BK 6848 CH.

Saat dia tiba di Mapolrestabes Medan, Dedek yang terekam CCTV datang dengan menggunakan jaket ojek online, membawa tas ransel dan memakai celana berwarna biru.

Sepeda motor itu kita berikan garis polisi, agar lebih memudahkan proses penyelidikan

Sebelum masuk ke ruangan piket yang dijaga oleh personel kepolisian, Dedek memarkirkan kendaraan roda duanya di tempat yang telah tersedia, yaitu di badan Jalan HM Said, tepatnya di depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara.

Petugas kepolisian yang mengetahui keberadaan sepeda motor terduga milik pelaku, langsung melakukan pengamanan. Sepeda motor itu diberikan tanda garis polisi. Tujuannya agar masyarakat tidak melewati garis pembatas.

Kabag Operasional Polrestabes Kota Medan, AKBP Romadhoni ketika dikonfirmasi Tagar membenarkan bahwa sepeda motor itu diduga milik pelaku.

"Sepeda motor itu kita berikan garis polisi, agar lebih memudahkan proses penyelidikan, nantinya akan ada tim dari Brimob untuk membuka apa isi dalam bagasi sepeda motor tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan dahsyat terjadi di Mapolrestabes Medan, sekitar pukul 08,45 WIB, bom dibawa oleh pelaku bernama Dedek yang saat itu menggunakan jaket ojek online.

Awalnya dia masuk melalui pintu masuk, di situ ada beberapa personel dari kepolisian yang berjaga. Lalu pelaku masuk dengan santainya dan beberapa detik melangkah, pelaku meledak.

Puing-puing bagian tubuhnya berserakan di lantai. Akibat dari kejadian itu, ada beberapa personel yang mengalami luka, diantaranya bagian tangan dan tubuhnya.[]

Berita terkait
Setelah Bom Medan, Layanan SKCK CPNS Kembali Dibuka
Setelah aksi bom bunuh diri Rabu pagi tadi, Polrestabes Medan kembali melayani pembuatan SKCK untuk CPNS sejak Rabu, 13 November pukul 14.00 WIB.
Kumpulan Ojek Online Resah Setelah Ledakan Bom Medan
Kumpulan driver ojek online resah terhadap dampak bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan pada Rabu pagi 13 November 2019.
Bom Medan dan Pesan untuk Nadiem Makarim
Untuk Nadiem Makarim, usia pelaku bom bunuh diri di Medan itu 24 tahun, lahir 1995. Ia mengenyam pendidikan di era reformasi. Opini dosen UGM.
0
Buron, KPK Minta Bantuan Interpol Buru Harun Masiku
Ketua KPK Firli Bahuri mengaku telah menandatangani surat permintaan bantuan kepada Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia.