TAGAR MISTERI
jangan dibaca sendirian
episode 6 dari 7
Perjalanan yang Tidak Bisa Dibatalkan
Raka memutuskan mengikuti permintaan Sari. Ia kembali ke halte pada pukul 00.17, membawa liontin dan rekaman ayahnya. Kali ini, ia tidak berniat melarikan diri. Ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelas tahun lalu. Namun, ketika mesin motornya menyala, aplikasi langsung membuka pesanan baru. Tujuannya bukan Desa Kalipandan. Tujuannya adalah Kilometer 17.

- 01
Rute Menuju Kecelakaan
Raka tidak menjawab. Ia tidak bisa. Tenggorokannya kering. Kakinya dingin. Dan sosok di jok belakang itu — sosok dengan wajahnya sendiri, dengan mata kosong, dengan luka mengering di pelipis — masih menatapnya. Masih mengangkat tangan. Masih melambai. Lalu sosok itu memudar. Bukan menghilang. Bukan…
0 bergambar
- 02
Mobil Hitam
Mobil itu muncul dari arah berlawanan. Bukan dari ujung jalan yang tadi ia lihat. Bukan dari dalam kabut yang mengambang di depannya. Tapi dari belakang — dari arah yang seharusnya kosong, dari arah yang baru saja ia lewati. Muncul begitu saja, seperti sesuatu yang baru dipanggil, seperti sesuatu y…
0 bergambar
- 03
Siapa yang Sebenarnya Selamat?
Lampu mobil itu menyala lagi. Nyala. Mati. Nyala. Dan Raka tidak menunggu sampai ia menyala untuk ketiga kalinya. Ia memutar gas — bukan ke depan, bukan ke samping, bukan ke arah mana pun yang masuk akal. Ia hanya melaju. Menjauh dari mobil itu. Menjauh dari anak kecil yang duduk di kursi belakangn…
0 bergambar
- 04
Pesanan Selesai
Raka membuka matanya di dekat halte. Langit masih gelap. Bukan gelap malam. Gelap yang mulai pucat di ujungnya — kelabu tipis yang menjalar dari timur, seperti tinta yang perlahan menyerap ke dalam kertas basah. Menjelang subuh. Ia duduk di atas motornya. Mesinnya masih menyala. Berdebar pelan di a…
0 bergambar
cerita berlanjut
Episode 7: Penumpang Terakhir