UNTUK INDONESIA
Mewujudkan Perempuan dan Difabel Pegiat UMKM Kreatif
Perempuan dan difabel pegiat UMKM punya potensi yang sama untuk menjadi wirausaha yang tangguh dan kreatif. Pemberdayaan menjadi kuncinya.
Deretan wayang sodo buatan Rofitasari Rahayu, salah satu pegiat usaha lokal yang merasakan manfaat dari Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang diinisiasi tiga pihak yakni Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) berkolaborasi dengan Tokopedia dan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) diikuti ribuan para pegiat UMKM dari kalangan perempuan dan difabel.

Setelah melalui penyeleksian, terjaring sekitar 825 perempuan dan difabel pegiat UMKM untuk selanjutnya mendapatkan pendampingan dalam program pemberdayaan UMKM ‘Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif’ itu.

Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT CCFI Triyono Prijosoesilo menjelaskan program ini sudah dijalankan sejak Desember 2019, di tahap awal dilakukan assessment dan pengorganisasian para perempuan pengusaha mikro. Pada bulan Februari 2020, tahap kedua dimulai dengan pelatihan bagi para mentor, setelah itu baru masuk ke dalam pelatihan terhadap 2.140 perempuan dan difabel.

"Setelah pelatihan dilakukan maka akan dipilih 825 pegiat UMKM dari 750 perempuan pengusaha mikro serta 75 pengusaha difabel untuk didampingi hingga akhir tahun ini," jelas Triyono melalui siaran pers yang diterima Tagar, Rabu, 9 September 2020.

Kerajinan Wayang SodoPemilik Usaha Kerajinan Wayang Sodo, Rofitasari Rahayu (kanan) menunjukkan wayang sodo buatannya. Rofitasari merupakan salah satu pegiat usaha lokal yang merasakan manfaat dari Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan. Kolaborasi yang diinisiasi ketiga pihak diharapkan bisa memberikan akses pendampingan bisnis agar para pegiat usaha mikro, khususnya perempuan dan difabel, dapat lebih tangguh dan kreatif dalam menjalankan usahanya melalui e-commerce.

Diharapkan pula program pemberdayaan UMKM dapat menggali potensi serta memberikan peluang terhadap UMKM di Indonesia untuk tetap dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional di tengah situasi yang penuh tantangan ini. "Kami dukung para perempuan wirausaha tangguh dan kreatif ini dengan membeli produk mereka sebagai bagian bukti bahwa kita bangga buatan Indonesia," katanya.

Setelah pelatihan dilakukan maka akan dipilih 825 pegiat UMKM dari 750 perempuan pengusaha mikro serta 75 pengusaha difabel untuk didampingi hingga akhir tahun ini.

Deputy Director ASPPUK, Mohammad Firdaus menambahkan pihaknya percaya setiap individu, baik perempuan maupun difabel, punya kesempatan sama dalam memulai dan mengembangkan usaha. "ASPPUK sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Pemberdayaan ini dapat membuka jalan para pegiat UMKM untuk bertahan di tengah situasi pandemi," katanya.

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 berdampak signifikan bagi seluruh sektor termasuk UMKM. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat yang terjun ke sektor UMKM meningkat pesat sehingga mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. UMKM juga berperan penting dalam pembentukan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) karena kontribusinya mencapai 61,07 persen.

"Di sisi lain, survei Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan sekitar 70 persen UMKM terpaksa menghentikan kegiatan produksi sejak pandemi berlangsung. Bahkan beberapa diantaranya menimpa pegiat UMKM dari kalangan perempuam dan difabel," jelasnya.

Sementara itu VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, menambahkan kunci menghadapi pandemi adalah berkolaborasi dan berinovasi. Maka pihaknya berupaya mendorong sebanyak mungkin pegiat usaha lokal, khususnya UMKM, mempercepat adopsi platform digital demi mempertahankan bisnis di tengah adaptasi kebiasaan baru.

Dia menyebutkan saat ini dari 9 juta penjual di Tokopedia, hampir 100 persen UMKM dimana 94 persen diantaranya berskala ultra mikro.

"UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi, maka perkembangan mereka harus didukung. Kami juga berharap bisa mendorong lebih banyak masyarakat bangga buatan Indonesia," kata Nuraini.

Terpisah, pemilik usaha kerajinan Wayang Sodo, Rofitasari Rahayu juga merasakan manfaat dari program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif. "Program ini sangat membantu para pegiat UMKM terutama difabel untuk bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran produk. Selain itu, lewat Tokopedia, produk kerajinan saya dapat menjangkau masyarakat lebih luas," tuturnya. []

Berita terkait
Telkomsel Mudahkan Kredit Usaha untuk Pelaku UMKM
Telkomsel bersama Bank Mandiri dan LinkAja memudahkan Telkomsel Reseller Agent untuk memperoleh kredit usaha.
Menong, Cendera Mata Hasil UMKM Khas Purwakarta
Menong sebagai hasil kerajinan tangan tak hanya jadi kebanggaan warga Plered, tapi juga jadi kebanggaan warga Kabupaten Purwakarta
Rahasia UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Eropa
Pelaku UMKM Yogyakarta sukses memasarkan produknya ke sejumlah negara Eropa. Berikut rahasianya.
0
Kapitalisasi Pasar Unilever Salip Emiten BUMN, Hanya Sesaat?
Sulit mengukur jangka waktu naiknya kapitalisasi pasar emiten yang menyalip emiten lain seperti Unilever yang mengungguli Bank Mandiri dan Telkom.