UNTUK INDONESIA
Mesin Cetak Manual Tergerus Teknologi Digital
Kehadiran teknologi digital dalam bisnis percetakan membawa malapetaka bagi percetakan manual di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Pekerja percetakan manual menunggu kedatangan calon konsumen di Jalan Kali Baru, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019). (Foto: Antara/Sugiharto Purnama)

Jakarta - Kehadiran teknologi digital dalam bisnis percetakan membawa malapetaka bagi pengusaha percetakan manual di kawasan Senen, Jakarta Pusat. 

Para pelaku bisnis percetakan manual mengaku lesu karena terdampak mesin percetakan digital yang kian masif dan populer.

"Sejak lima tahun lalu, percetakan manual perlahan mulai ditinggalkan konsumen. Mereka beralih ke percetakan digital," kata Bayu yang kesehariannya bekerja sebagai pencetak undangan pernikahan dan sablon di Jalan Kali Baru, Senen, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Selasa, 23 Juli 2019.

Kami mesti banting harga supaya konsumen tidak beralih

Dia menjelaskan pelanggan yang memesan jumlah banyak saat ini lebih memilih ke percetakan digital lantaran lebih murah. 

"Kami mesti banting harga supaya konsumen tidak beralih, contohnya cetak undangan, di Pasar Tebet harganya Rp 15.000 per lembar, sementara di sini (Pasar Senen) cuma Rp 8.000 per lembar," ujar Bayu.

"Percetakan manual mesti bikin tata letak, plat, ribet. Kalau sekarang modal flash disk saja orang sudah bisa bawa ke percetakan digital," katanya.

Ahmad, pemilik bisnis percetakan undangan dan buku juga mengaku terjadi penurunan omset akibat teknologi

Kemajuan teknologi mesin pencetak menurunkan omsetnya hingga 10 persen. "Ada sekitar 10 persen turun. Penjualan sepi semenjak ada digital," ujar Ahmad.

Di sekitar kawasan Pasar Senen, puluhan percetakan berdiri dengan ruko-ruko kecil di pinggiran sungai melayani jasa cetak undangan, kalender, baliho hingga buku.

Aktivitas pekerja dimulai sejak jam 08.00 pagi hingga 20.00 WIB malam. Deru mesin cetak manual dan otomatis terdengar bising menyaru dengan suara kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di kawasan tersebut.

Proses percetakan dilakukan mulai dari mulai pemotongan kertas, perekatan hingga penyusunan kertas sampai menjadi buku maupun undangan pernikahan. Semua proses itu manual, kecuali desain yang menggunakan komputer dan percetakan mengandalkan mesin cetak.

Baca juga:

Berita terkait
0
UAS Mengundurkan Diri Sebagai PNS di UIN Suska Riau
UAS resmi mengundurkan diri sebagai PNS di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), Pekanbaru, Riau.