UNTUK INDONESIA

Menteri Perdagangan Korea Selatan Mundur dari Persaingan WTO

Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel), Yoo Myung-hee, tinggalkan upayanya untuk menjadi pemimpin Organisasi Perdagangan Dunia/WTO
Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung-hee dalam konferensi pers di kompleks pemerintahan di Seoul, 11 September 2019. (Foto: Dok/voaindonesia.com/AFP)

Seoul – Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel), Yoo Myung-hee, meninggalkan upayanya untuk menjadi pemimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO - World Trade Organization). Informasi dari otoritas Koresel di Seoul, 5 Februari 2021. Ini memuluskan jalan bagi Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria untuk menjadi perempuan pertama dan direktur jenderal pertama asal Afrika di badan dunia tersebut.

Yoo telah berkonsultasi dengan AS, pendukung utamanya serta negara-negara besar lainnya dan “memutuskan untuk mundur dari pencalonannya,” sebut Kementerian Perdagangan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Proses menunjuk pengganti Roberto Azevedo telah mengalami kebuntuan sejak Oktober 2020, sewaktu duta besar-duta besar utama WTO memilih Okonjo-Iweala sebagai pilihan terbaik untuk memimpin organisasi itu, tetapi pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump terus menentang pencalonannya.

ngoziNgozi Okonjo-Iweala di Chambesy, dekat Jenewa, Swiss, 29 September 2020 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Pemimpin WTO biasanya dipilih berdasarkan konsensus. Tentangan itu membuat proses penetapan pemimpin WTO mengalami kebuntuan.

Para pengamat menduga Korea Selatan berada di bawah tekanan dari AS agar Yoo tetap dalam persaingan calon ketua. AS adalah sekutu keamanan Korea Selatan yang menempatkan 28.500 tentaranya di negara itu untuk membelanya dari Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Keputusan Seoul untuk menarik pencalonannya berlangsung dua pekan setelah Joe Biden dilantik sebagai presiden baru AS.

“Korea Selatan akan terus memberikan berbagai kontribusi untuk membangun kembali dan meningkatkan sistem perdagangan multilateral,” sebut pernyataan dari kementerian perdagangan.

WTO dianggap luas membutuhkan reformasi, bahkan sebelum Covid-19 melanda. Organisasi ini menghadapi perundingan perdagangan yang macet dan berupaya keras mengekang ketegangan antara AS dan China.

Badan perdagangan dunia ini juga menghadapi serangan tanpa henti dari Washington di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah melumpuhkan sistem banding dalam penyelesaian sengketa WTO dan juga mengancam akan meninggalkan organisasi itu (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Australia Laporkan China ke WTO
Hubungan China dan Australia kian memanas akibat tarif ekspor jelai yang membuat Australia laporkan China ke WTO
India Blokir Aplikasi Asal China Langgar Aturan WTO
Pemerintah China menyatakan langkah India yang memblokir 59 aplikasi seluler asal China melanggar aturan WTO.
0
Menteri Perdagangan Korea Selatan Mundur dari Persaingan WTO
Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel), Yoo Myung-hee, tinggalkan upayanya untuk menjadi pemimpin Organisasi Perdagangan Dunia/WTO