Menlu Blinken Desak ASEAN Bertindak untuk Rakyat Myanmar

Menlu Blinken desak ASEAN untuk bersama-sama bertindak akhiri kekerasan di Myanmar dan buat negera itu ke jalur demokrasi
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berbicara di Washington, AS (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, meminta rekan-rekannya di Asia Tenggara, 14 Juli 2021, untuk bersama-sama mendesak pengakhiran kekerasan di Myanmar, pengembalian negara itu ke jalur demokrasi dan pembebasan semua tahanan politik dalam konferensi video yang juga dihadiri oleh diplomat tertinggi negara yang dipimpin militer itu.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Blinken juga menggarisbawahi penolakan AS atas klaim China di Laut China Selatan yang melanggar hukum. Ia menekankan bahwa Washington mendukung negara-negara yang berselisih dengan Beijing terkait sengketa laut itu.

Pertemuan Blinken dengan blok 10 negara itu juga membahas pandemi Covid-19, menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengingat lonjakan infeksi membuat sistem kesehatan negara-negara Asia Tenggara itu kewalahan dan semakin menghancurkan ekonomi mereka.

antikudetaPengunjuk rasa antikudeta unjuk rasa dengan membawa gambar pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi, melewati pasar Kotapraja Kamayut Yangon, Myanmar, 8 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Blinken meminta ASEAN untuk mengambil tindakan bersama untuk mendesak diakhirinya kekerasan, pemulihan transisi demokrasi Birma dan pembebasan semua yang ditahan secara tidak adil, kata Price dalam sebuah pernyataan, dengan menggunakan nama lama untuk Myanmar.

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah menjadi penentang paling vokal kudeta militer yang menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021 lalu. Suu Kyi ditangkap dan ditahan bersama para anggota tertinggi partai Liga Nasional untuk Demokrasi, termasuk Presiden Win Myint.

Pekan lalu, Kepala Urusan HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan, situasi HAM di Myanmar telah berubah dari krisis politik menjadi “bencana HAM multidimensi,” seraya menambahkan bahwa hampir 900 orang telah tewas dan 200.000 orang terpaksa mengungsi karena serangan militer. Program Pangan Dunia (WFP), katanya, memperkirakan, lebih dari 6 juta orang sangat membutuhkan bantuan pangan.

Blinken mendesak ASEAN agar mengambil tindakan segera untuk meminta pertanggungjawaban rezim Myanmar, sesuai konsensus yang dibuat pada bulan April oleh kepala-kepala negara blok itu dengan pemimpin militer Myanmar. Dokumen lima poin itu menyerukan segera diakhirinya kekerasan dan dimulainya dialog di antara pihak-pihak yang bertikai dengan utusan khusus ASEAN yang menjadi penengah dalam pembicaraan tersebut.

pengunjuk rasa di myanmarPengunjuk rasa berbaris selama protes flash mob di kotapraja Mingalar Taung Nyunt di Yangon, Myanmar, Minggu, 11 Juli 2021. (Foto: voaindonesia.com/AP Photo)

Meskipun isu-isu yang sangat kontroversial diangkat, pertemuan dua jam berlangsung lancar dan mulus, kata seorang diplomat Asia Tenggara kepada Kantor Berita Associated Press. Diplomat itu terlibat dalam pertemuan tersebut tetapi berbicara dengan syarat namanya dirahasiakan karena tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan apa yang terjadi ke hadapan publik.

Tidak segera jelas apakah menteri luar negeri yang ditunjuk militer Myanmar menanggapi kekhawatiran Blinken atau tuntutan-tuntutan ASEAN sebelumnya.

Negara-negara anggota ASEAN telah memberi pejabat Myanmar nama-nama usulan utusannya dari Thailand dan Indonesia tetapi belum ada tanggapan. “Dua perwakilan ASEAN yang melakukan perjalanan ke Myanmar bulan lalu meminta untuk bertemu dengan Suu Kyi dan sejumlah tahanan lainnya tetapi ditolak,” kata diplomat itu (ab/uh)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Penyelidik HAM PBB Serukan Jenderal Myanmar Ditahan
Seorang penyelidik PBB menyerukan tindakan internasional terpadu untuk membendung penindasan junta militer Myanmar terhadap rakyatnya
25 Penduduk Desa Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Myanmar
Penduduk desa dilaporkan membela diri dari pasukan keamanan Myanmar dengan pedang dan senapan buatan sendiri, tapi kalah akibat daya tembak militer
Kelompok Bela Diri Bermunculan Melawan Junta Militer Myanmar
Menurut sebuah laporan terbaru, kekerasan pasca kudeta militer di Myanmar meningkat, pasukan "bela diri" antijunta tingkatkan upaya melawan militer
0
Menlu Blinken Desak ASEAN Bertindak untuk Rakyat Myanmar
Menlu Blinken desak ASEAN untuk bersama-sama bertindak akhiri kekerasan di Myanmar dan buat negera itu ke jalur demokrasi