Menko Luhut Pimpin Rapat Pecepatan Infrastruktur Jawa Timur

Menko Luhut, pimpin rakor Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Jawa Timur.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Tagar/Kemenko Marves)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Jawa Timur. Dalam rapat tersebut, Menko Luhut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Tranportasi dan Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air.

Sejauh ini, Tol Kertosono-Kediri yang dibangun sejauh 20,30 kilometer sudah dalam tahap finalisasi trase jalan tol. Tol ini akan menyambungkan Kediri dengan Jalan Tol Trans Jawa dengan ruas Ngawi-Kertosono.

Rakor kali ini, membahas pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

“Agenda ini akan membahas tentang progress, hambatan, dan alternatif penyelesaian dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Timur,” tutur Menko Luhut secara virtual pada Jumat, 26 Februari 2021. 

Untuk percepatan pembangunan Infrastruktur di Jawa Timur, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi berperan mengawal perkembangan dan menyinergikannya.

“Di tahun 2021 ini, kami menyediakan anggaran sebesar 8,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur Provinsi Jawa Timur,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. 

Dana yang dimaksud mencakup Rp4,27 triliun untuk sumber daya air, Rp1,41 triliun untuk permukiman, Rp2,65 triliun untuk jalan dan jembatan, serta Rp0,57 triliun untuk perumahan. Lima agenda penting yang dibahas dalam kesempatan ini pertama, penanganan banjir Bengawan Solo dan Kali Lamong. 

“Beberapa usulan quick wins yang akan direalisasikan pada tahun 2022, yakni percepatan penyelesaian Pembangunan Jabung Ring Dike, peningkatan kapasitas tampungan floodway di Lamongan, pengendalian banjir Sungai Bengawan Solo Hilir di Kabupaten Tuban, pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, dan pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Jeroan,” ungkap Menko Luhut.

Kedua, pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri, Kediri-Tulungagung, kemudian Jalan Tol Probowangi, Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Gresik, serta Jalan Tol Malang-Kepanjen. 

“Ini juga sangat strategis menghubungkan jalur utara, tengah, dan selatan sampai ke ujung timur Banyuwangi,” lanjut Menko Luhut.

Sejumlah pembangunan itu, termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. 

“Sejauh ini, Tol Kertosono-Kediri yang dibangun sejauh 20,30 kilometer sudah dalam tahap finalisasi trase jalan tol. Tol ini akan menyambungkan Kediri dengan Jalan Tol Trans Jawa dengan ruas Ngawi-Kertosono, memberikan akses menuju Bandara Kediri, juga untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas serta memperlancar arus distribusi barang/jasa dari antarwilayah,” jelas Wakil Gubernur Emil Dardak dalam kesempatan yang sama.

Sementara Tol Kediri-Tulungagung saat ini dalam proses pembuatan Feasibility Study (FS) dan Basic Design dengan rencana pembangunan sejauh 37,50 kilometer, ditargetkan selesai pada tahun 2024. 

Kemudian, Jalan Tol Probowangi masih ditindaklanjuti terkait pembebasan lahan dan penyelesaian komitmen pendanaan dan pembangunan oleh PT Jasa Marga. Akan ada tiga seksi yang melewati Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi sejauh 171,5 kilometer.

Selanjutnya, Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Gresik. Jalan tol tersebut akan dibangun sepanjang 281,66 kilometer. Lalu, pada tahun 2022 akan mulai dibangun pula Jalan Tol Malang-Kepanjen untuk mengatasi permasalahan lalu lintas di kawasan timur Kota Malang pasca beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang. Jalan ini diharapkan mampu menjadi alternatif pilihan pengguna jalan dari dan ke Malang menuju Blitar dan atau Lumajang.

Ketiga, pengembangan infrastruktur di sisi selatan, yakni Jalan Selingkar Wilis dan Pantai Selatan yang dapat mengoptimalisasikan partisipasi masyarakat apabila dilakukan melalui program padat karya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jalan ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 235,524 kilometer yang melewati enam kabupaten, yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri.

Mengenai masalah lahan yang kerap mengganjal percepatan PSN, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Hardwinarto menyatakan siap bekerja sama dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk mendukung pelaksanaan PSN.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan dukungannya dengan penyelesaian Tata Ruang dan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila dan membeberkan program-program andalan kementeriannya di Jawa Timur dan pihaknya siap menggenjot pengelolaan tujuh pelabuhan perikanan yang ada. 

Dua di antaranya merupakan kewenangannya, yakni Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi dan PPN Brondong. Kemudian, menjawab pertanyaan Menko Luhut, Menteri Trenggono menyatakan tidak ada kendala dalam pelaksanaan Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Keempat, Sea Plane (waterbase airport) yang direncanakan di perairan Kangean-Madura di Desa Kalisangka. Menko Luhut menyebutkan bahwa infrastruktur ini berperan penting untuk konektivitas masyarakat, khususnya di pulau-pulau kecil sehingga mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Madura.

Menteri Perhubungan Budi Karya ikut menambahkan, pihaknya menyambut baik dan akan segera meyelesaikan policy brief per 1 Maret 2021. Kemudian, terkait regulasi pihaknya akan menindaklanjuti hasil kajian bench marking peraturan dan best practice dari negara lain yang telah menjalankan sea plane untuk penerbangan komersial. Dikatakannya, sea plane di Kangean ini merupakan salah satu dari tiga bandara sejenis yang akan dibangun di Indonesia.

Kelima, Kawasan Industri Nganjuk (KING) dengan luas total 2.105 hektar. Sebagian wilayah KING 1 terletak di Kecamatan Nganjuk, Kecamatan Rejoso, dan Kecamatan Sukomoro dengan luas 660 hektar. KING 2 disebagian Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Jatikalen seluas 341,5 hektar. KING 3 di sebagian Kecamatan Jatikalen seluas 237 hektar. KING 4 di sebagian Kecamatan Gondang seluas 866,5 hektar.

“KING akan menjadi pusat kegiatan industri di Kabupaten Nganjuk dilengkapi dengan sarana, prasarana, dan fasilitas penunjang lainnya yang berwawasan lingkungan serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal,” tegas Wakil Gubernur Emil.

“Selanjutnya, pengembangan kawasan ini harap disinergikan dengan program strategis nasional (PSN) lainnya, seperti Bendungan Semantok, Bendungan Margopatut, Tol Nganjuk-Kediri-Tulungagung, maupun jalan Selingkar Wilis serta pengembangan kawasan Pantai Selatan. Jawa sebagai sebuah pulau, agar dihubungkan dengan jalan yang baik,” sebut Menko Luhut.

Adapun Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional menekankan tentang pentingnya merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Timur dan pembangunan jangan ditempatkan pada lahan sawah irigasi teknis yang merupakan lumbung pangan. 

“Untuk percepatan pendataan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa dan program merdeka belajar, serta harap disediakan anggaran yang cukup oleh pemerintah daerah untuk revisi RTRW di tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya. []

Berita terkait
Hadapi Perubahan Iklim, Luhut Bahas Kerjasama dengan AS
Menko Luhut dan Utusan Amerika Serikat John Kerry, membahas kerja sama dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.
Luhut: Pemerintah Tak Pernah Bicara Tesla Akan Bangun Pabrik di RI
Menko Marves Luhut B Pandjaitan menegaskan, pemerintah tidak pernah mengatakan kalau Tesla akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.
Menko Luhut Putuskan Penataan Pipa dan Kabel Bawah Laut RI
Menko Luhut menyebut, pipa dan kabel bawah laut yang ada di perairan Indonesia akan ditata untuk efisiensi dan lalu lintas laut lebih tertib.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Selasa 1 Juni 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan, kilat, petir, dan angin kencang, di wilayah Jakpus, Jakbar, Jaksel, dan jaktim.