UNTUK INDONESIA
Menko Luhut Bidik Pengembangan Industri Wisata Medis
Indonesia dinilai bisa menjadi pemain penting dalam industri wisata medis global mengingat besarnya potensi dari sisi jumlah penduduk
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: dok Kemenko Kemaritiman)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyebut akan segera mengambil langkah strategis guna mengembangkan industri wisata medis di Tanah Air.

Menurut Luhut, Indonesia dianggap mempunyai potensi yang besar dalam bidang pengembangan sektor ini. Dalam catatannya, warga negara Indonesia menempati urutan teratas wisatawan medis dunia.

"Beberapa waktu yang lalu saya diberitahu soal analisa dari PwC bahwa pada 2015 Indonesia merupakan negara asal wisatawan medis dengan jumlah 600.000 orang terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat dengan 500.000 orang wisatawan medis,” ujarnya melalui laman Instagram resmi, Jumat, 28 Agustus 2020.

Luhut menambahkan, biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing wisatawan tersebut tergolong besar dan bisa mendatangkan manfaat ekonomi apabila dioptimalkan di dalam negeri.

“Rencana ini dikaji karena berbagai pertimbangan, diantaranya adalah fakta bahwa bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan medis sebesar US$ 3.000 – US$ 10.000 perorang,” tuturnya.

Dia pun mencatat bahwa sebagian besar kalangan berduit di Indonesia lebih senang melakukan pelesir medis ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Padahal, terjadi anomaly selama masa pandemi ini dengan banyaknya para warga negara yang datang ke Indonesia untuk melakukan aktivitas medis.

“Sementara masyarakat kita lebih senang berobat ke Penang dan Singapura karena merasa layanan kesehatannya terhitung murah dan lebih cepat sembuh. Tetapi ada satu pengalaman yang saya dengar tentang seorang dokter mata bahwa banyak pasien yang biasa berobat ke Singapura sekarang berobat ke Indonesia karena mereka kurang nyaman dengan adanya karantina,” katanya.

“Melihat fakta-fakta itu, saya kira perlu kita bangun distrust tentang pengalaman berobat di luar negeri agar menumbuhkan rasa percaya wisatawan medis Indonesia. Lewat wisata medis ini nantinya saya ingin kita melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan industri layanan kesehatan di Indonesia, serta menahan laju layanan kesehatan serta devisa kita agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih sejahtera.” Sambung Luhut.

Sebagai langkah konkrit, mantan duta besar tersebut kini memiliki satu target penting, yakni menyediakan fasilitas kesehatan bertaraf dunia.

“Untuk mendukung industri wisata medis ini, saya rasa perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui promosi masif serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti membangun rumah sakit berstandar internasional seperti John Hopkins di Amerika Serikat, “ tegas dia.

Rencana ini, menurut Luhut, bakal disinergikan dengan beberapa kementerian maupun lembaga terkait.

“Karena itu saya meminta BKPM [Badan Koordinator Penanaman Modal] untuk mencari investor potensial guna membangun rumah sakit berkelas internasional di Jakarta, Bali, dan Medan,” sebutnya.

‘Kita juga akan pertimbangkan ijin untuk dokter asing, untuk spesialis tertentu namun harus sesuai kebutuhan. Saya berharap momentum krisis pandemi ini bisa serius kita manfaatkan untuk membenahi infrastruktur, fasilitas penunjang, serta regulasi pelayanan kesehatan di Indonesia agar bisa lebih baik lagi dengan menciptakan perencanaan yang bagus dan terpadu untuk industri wisata medis dalam negeri,” tutup Menko Maritim dan Investasi.

Berita terkait
Luhut Yakin Lompatan Besar Akan Diraih Usai Pandemi
Luhut optimis Indonesia dapat melakukan lompatan besar untuk merebut momentum krisis akibat pandemi ini.
Ketua BKPM ke Investor Jepang: Iklim Investasi Kondusif
Ketua BKPM, Bahlil Lahadalia meyakinkan investor Jepang bahwa iklim investasi di Indonesia sudah kondusif.
Diambang Resesi, Luhut: Indonesia Harus Kerja Keras
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta semua pihak optimistis meski Indonesia diprediksi alami resesi.
0
Kerugian Kebakaran Pabrik Tekstil di Magelang Rp 20 Miliar
Pabrik tekstil PT Pandatex di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terbakar. Kerugian mencapai Rp 20 miliar.