Mengenal Settlement Statement, Akuntansi Biaya dalam Badan Usaha

Memahami settlement adalah hal yang sangat penting dalam bertransaksi, terutama dalam transaksi surat berharga.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/ist)

Jakarta - Settlement adalah istilah bahasa Inggris dalam bidang bisnis dan keuangan yang artinya penyelesaian. Maksudnya, settlement adalah proses pencatatan dan pelaporan seluruh aktivitas biaya dan transaksi keuangan dalam suatu perusahaan atau badan usaha, dari sebuah transaksi keuangan di mana penjual sudah memberikan produk/jasa pada konsumen dan konsumen sudah menyelesaikan pembayaran pada penjual/perusahaan.

Proses penyelesaian transaksi dibutuhkan sebagai tahap akhir yang menyatakan bahwa penjual sudah menerima pembayaran dan juga sebagai bentuk pencatatan keuangan untuk penjual. Ini termasuk data keuangan tentang berapa pendapatan yang didapat, tanggal transaksi, produk atau jasa apa saja yang terjual, dan hasil dari proses penyelesaian tersebut.

Contoh settlement

Umumnya, proses settlement digunakan dalam transaksi menggunakan kartu debit dan kartu kredit yang digesek pada mesin EDC (Electronic Data Capture).

Misalnya saat kamu membayar produk di swalayan atau merchant menggunakan kartu debit, nominal yang kamu bayarkan sudah terdata dan disimpan di bank tersebut. Kamu akan mendapat struk dengan data produk yang kamu beli dan nominal yang sudah dibayarkan.

Struk digunakan sebagai bukti untuk proses penyelesaian di akhir, itu alasan kenapa kasir akan menduplikasi dan menyimpan semua struk pembayaran dengan mesin EDC.

Penyelesaian transaksi dibutuhkan agar bank penyelenggara dapat mengirim uang ke swalayan atau merchant tadi sesuai dengan nominal yang terdata, sebagai pernyataan bahwa transaksi sudah selesai.

Proses penyelesaian transaksi tidak berlaku atau tidak bisa dilakukan apabila kondisi transaksi, sebagai berikut:

-Kondisi hutang-piutang.

-Penjual/merchant/perusahaan sudah menerima pembayaran namun belum memberi/menyelesaikan pesanan/produk/jasa pada konsumen.

-Penjual/merchant/perusahaan sudah menyelesaikan pesanan/produk/jasa pada konsumen, tapi konsumen belum menyelesaikan pembayaran sepenuhnya.

Jadi, proses settlement hanya bisa dilakukan pada transaksi yang sudah selesai di mana penjual sudah memberikan produk/jasa dan pembeli sudah melunasi semua pembayaran.

Kapan harus melakukan settlement?

Penjual atau perusahaan tidak boleh melewatkan proses settlement karena proses transaksi tidak selesai nantinya, dalam artian bank tidak bisa mengirimkan pendapatan yang diterima ke rekening kamu.

Lalu, kapan harus melakukan proses settlement?

•Jual/beli saham dan obligasi: T+2 atau 2 hari kerja setelah tanggal eksekusi.

•Perusahaan sekuritas dan pemerintah: T+1 atau satu hari kerja setelah tanggal eksekusi.

•Transaksi dalam valuta asing spot (FX): 2 hari kerja setelah tanggal transaksi.

Sementara pada transaksi dengan mesin EDC, umumnya waktu penyelesaian transaksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

•Satu hari kerja (T+1), batas waktu penyelesaian pukul 22.00 WIB.

•Bukti transaksi (struk) disarankan untuk disimpan dalam 9 bulan.

•Silakan lakukan audit report sebelum melakukan proses settlement.

Setiap bank dan platform uang digital juga memiliki batas waktu pengiriman settlement berbeda. Namun pada transaksi jual beli umum seperti di toko, idealnya penyelesaian transaksi dilakukan setiap hari setelah proses transaksi selesai.

Memahami settlement adalah hal yang sangat penting dalam bertransaksi, terutama dalam transaksi surat berharga. Oleh karena itu, pahami berapa lama settlement date dari sebuah transaksi dan bagaimana mekanismenya. []

(Vidiana Lihayati)


Baca Juga

Berita terkait
5 Mindset yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Pengusaha
Pola pikir positif sangat penting untuk mencapai tujuan dan impian Anda dalam hidup.
Buka Usaha Perlu Strategi Dong! Ini Tips Mengambil Hati Pelanggan
Kamu bisa ikuti cara berikut untuk mengambil hati pelanggan agar menjadi penggan tetap dan usaha yang sedang kamu bangun bisa tetap bertahan.
Mau Menjadi Pengusaha? Kenali Tanda-tandanya
Jika Anda sesuai dengan tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera memulai bisnis anda sendiri.
0
Mengenal Settlement Statement, Akuntansi Biaya dalam Badan Usaha
Memahami settlement adalah hal yang sangat penting dalam bertransaksi, terutama dalam transaksi surat berharga.