UNTUK INDONESIA
Mengenal Cara Baru Atasi Batu Tanduk Rusa di Ginjal
Kini mengatasi batu tanduk rusa di ginjal bisa dengan teknik baru tanpa menggunakan x-ray guna meminimalisir paparan radiasi terhadap pasien.
Ilustrasi Ginjal. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Jakarta - Batu ginjal berukuran besar yang sering disebut batu tanduk rusa atau staghorn stone bisa diatasi dengan teknik operasi tanpa menggunakan x-ray sehingga meminimalisir paparan radiasi terhadap pasien. Jenis penyakit ini tentu kerap dialami sebagian besar orang dan ada baiknya masyarakat mulai mengenal dan memahami cara baru pengobatan penyakit ini. 

Dokter Spesialis Urologi FKUI-RSCM Ponco Birowo mengatakan teknik baru mengatasi penyakit batu tanduk rusa di ginjal yaitu Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) dengan menggunakan Alken Telepocic Metal Dilator. Lebih hebatnya lagi, teknik ini dilakukan dengan luka operasi minim tanpa harus membutuhkan sinar x-ray. 

PCNL ini dibantu dengan ultrasonografi (USG), sehingga mengurangi paparan radiasi bagi pasien dan operator. "Hal ini sangat berguna bagi pasien yang memang sensitif pada kontras, cairan yang digunakan untuk membantu memvisualisasikan struktur organ yang diperiksa," kata dokter Ponco Birowo dalam virtual media briefing 'Teknik operasi untuk menghancurkan Batu Tanduk Rusa Ginjal kini tanpa radiasi', Rabu, 29 Juli 2020.

Kata dia, pasien yang memiliki riwayat azotemia bisa memilih metode yang seperti ini. "Pasien yang memiliki riwayat azotemia (peningkatan produk nitrogen di darah) juga dapat memilih prosedur ini, karena kontras dapat memicu azotemia," tutur dr. Ponco

Pada pasien dengan penyakit ginjal polikistik, penggunaan USG juga meminimalisir potensi komplikasi lantaran USG bisa mempermudah prosedur tindakan. "PCNL merupakan teknik pembedahan minimal invasif untuk menghancurkan batu ginjal yang menggunakan jarum (needle) dan guidewire yang ditusukan ke punggung pasien pada kulit dekat ginjal untuk mengakses ginjal dan saluran kemih bagian atas. Luka operasi pada teknik ini sekitar 1 cm," ujar dokter Ponco. 

Menurut dokter Ponco, teknik baru pengobatan batu tanduk rusa pada ginjal ini memiliki kelebihan dibanding yang lainnya. "Risiko paparan radiasi nol dan meminimalisir obat-obatan terkait, sehingga relatif menghemat biaya yang dikeluarkan," ucapnya.

Kelebihan lainnya, pasien yang telah melakukan tindakan PCNL dengan USG tidak perlu berlama-lama istirahat, nantinya mereka hanya perlu dirawat 3 hingga 5 hari di rumah sakit dan satu minggu istirahat di rumah. "Pasien bisa kembali beraktivitas seperti sediakala tanpa adaptasi dengan rasa sakit sehingga produktivitas mereka tak akan terganggu" ujar dr. Ponco.

Dokter Ponco menuturkan teknik yang digunakannya saat ini menjadi yang pertama di dunia. Sejauh ini belum ada jurnal yang melaporkan terkait teknik baru operasi tersebut. Selain itu, metode yang digunakannya juga sudah dilaporkan dalam dua jurnal ilmiah yakni Research and Reports in Urology 2020 dan International Urology and Nephrology tahun 2020.

Sebelumnya, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi pasien batu tanduk rusa ginjal di Indonesia mencapai 0,6 persen atau setara dengan 1,2 juta orang. Dalam angka tersebut, sebanyak 1,3 persennya dialami orang dalam jangka usia 55-64 tahun.

Baca Juga:

Berita terkait
Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak
Selain fisik, nyatanya kesehatan mental menjadi salah satu hal penting dan tak boleh diabaikan dan harus dijaga khususnya pada anak-anak.
Gejala dan Bahaya TBC pada Anak yang Harus Diketahui
Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit berbahaya yang menghantui banyak orang salah satunya anak-anak. Berikut gejala penyakit tersebut.
El Ibnu Alami Stroke, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Vokalis band Elkasih, El Ibnu ternyata tengah mengalami stroke. Berikut gejala, penyebab, serta cara mencegah penyakit tersebut.
0
Video Viral: Fans Asal Indonesia Menangisi Kematian Naruto
Sebuah video berisi adegan seorang perempuan menangisi kematian karakter anime Naruto, viral di media sosial.