Medan - Meski berjualan di tempat yang seadanya dan wadah jualan sederhana, L boru Naibaho penjual sarang ketupat tampak senang melayani setiap pembeli.
Perempuan Batak Toba ini berjualan di Pasar Simpang Limun, Medan. Ia hanya memanfaatkan momen tertentu saja, misalnya hari raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Untuk Idul Fitri 1440 H ini, dia menyediakan ratusan ikat sarang atau pembungkus ketupat dengan berbagai ukuran. Hanya bermodal wadah sebuah keranjang, ia menggantung dagangannya.
Satu ikat berisi 10 buah dan dijual seharga Rp 5 ribu, satu ikat terdiri dari ketupat ukuran besar dan kecil. "Sarang ketupat, Bu. Sarang ketupat, Kak. Yang jauh merapat ayo murah-murah saja sarang ketupatnya," ujar pedagang musiman ini memanggil calon pembeli.
Meski sekarang berusia 56 tahun, perempuan gigih ini saat ditemui Selasa 4 Juni 2019, terlihat sangat tekun dan semangat. Cerita dia, jualan jelang Idul Fitri, penghasilan dia peroleh bisa mencapai Rp 300 ribu.
"Saya jualannya menjelang hari raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Karena sarang ketupat banyak dicari orang. Jadi lumayan lah hasilnya. Ini saya beli dari orang juga, bukan saya yang buat," ungkapnya.
Setiap tahunnya, saya dan mamak selalu membuat ketupat, tanpa ada ketupat setiap hari raya, rasanya kurang lengkap
Selain harga Rp 5 ribu satu ikat, dia juga menjual janur yang sudah dirangkai jadi bungkus ketupat itu seharga Rp 10 ribu tiga ikat. Namun untuk yang ini, kondisinya sudah mulai layu, karena sisa penjualan beberapa hari lalu.
"Kalau harga Rp 10 ribu tiga ikat itu beda barangnya dengan yang Rp 5 ribu satu ikat. Lihat lah barangnya, bedakan," ungkapnya.
Kemudian, sambungnya, banyak pembeli menawar dagangannya di bawah dari harga Rp 5 ribu. Kalau dijual, maka ia tidak akan untung.
"Kalau saya jual di bawah dari Rp 5 ribu untuk yang baru, tidak ada lagi lah untungnya. Ada yang nawar Rp 3 ribu satu ikat, ada juga Rp 10 ribu empat ikat. Pengambilan sekarang sudah tinggi," ujarnya.
Ida salah satu warga mengaku membeli untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri. Ketupat merupakan bagian yang tidak boleh dilupakan.
"Setiap tahunnya, saya dan mamak selalu membuat ketupat, tanpa ada ketupat setiap hari raya, rasanya kurang lengkap," ujarnya.
Untuk keluarga di hari raya ini, Ida berencana membuat pulut ketupat sebanyak dua kilo.
"Satu kilo pulut kalau dimasak, bisa menghasilkan atau memerlukan tiga ikat sarang ketupat, jadi kalau dua kilo, maka harus enam ikat sarang ketupat. Makanya saya beli enam ikat," ujarnya.[]
Baca juga: