UNTUK INDONESIA
Mantra di Istora Senayan Selasa Sore Itu
Teriakan dan yel-yel ribuan suporter fanatik seakan menjadi mantra di Istora Senayan Selasa sore itu.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 Jonatan Christie melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih saat upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Nafielah Mahmudah)

Jakarta, (Tagar 29/8/2018) - Istora Gelora Bung Karno Selasa sore itu sungguh bergelora dengan teriakan dan yel-yel ribuan suporter fanatik yang seakan menjadi mantra bagi pemain-pemain tuan rumah untuk memaksa diri menampilkan permainan terbaik yang dimiliki.

Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti mengatakan, tidak ada suporter dari negara manapun yang memberikan dukungan seperti penonton Indonesia. 

"Mereka adalah penonton-penonton yang luar biasa," kata Susi dilansir Antara.

Selain mantra dukungan dari penonton, aura bangunan bersejarah berusia 57 tahun di kawasan Senayan Jakarta itu seolah membiuskan pengaruh magisnya terhadap tim bulu tangkis tuan rumah yang akhirnya mampu memberikan kabar gembira bagi Indonesia.

Jonatan ChristiePebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menggigit medali emas yang berhasil diraihnya usai memenangi pertandingan melawan pebulu tangkis Chinese Taipei Chou Tienchen pada final tunggal putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Selasa sore itu (28/8) atlet-atlet bulu tangkis Indonesia mencetak sejarah dengan raihan dua medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Bukti bahwa tim bulu tangkis Indonesia sudah memberikan penampilan maksimal di ajang pesta olahraga paling bergengsi di Asia tersebut.

"Sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka bertarunglah, menanglah dan jadikan namamu abadi" kata  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam unggahan di Twitter.

Total medali yang diperoleh tim bulu tangkis Indonesia bahkan lebih banyak dibanding China dengan total enam medali, meskipun perolehan medali emas China lebih banyak yaitu tiga emas.

"Perolehan medali memang melebihi target karena sebelumnya kami hanya memasang target dua emas. Itupun prediksi kami meleset meskipun jumlah yang diperoleh tetap sama, dua emas," kata Manajer Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2018 Susi Susanti.

Jonatan ChristieSelebrasi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie usai memenangi pertandingan melawan pebulu tangkis Chinese Taipei Chou Tienchen pada final tunggal putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Raihan dua medali emas masing-masing dipersembahkan oleh pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari nomor ganda putra dan kejutan emas dari Jonatan Christie yang turun di nomor tunggal putra.

Medali emas dari nomor tunggal putra tersebut juga menghentikan paceklik medali emas Asian Games sejak Taufik Hidayat mempersembahkan emas dari Asian Games Busan 2002.

Sedangkan dua medali perak berasal dari ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta nomor beregu putra, dan medali perunggu berasal dari nomor beregu putri, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting.

Sebelumnya, tim bulu tangkis Indonesia banyak berharap memperoleh emas dari nomor andalan Indonesia yaitu dari ganda campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta dari ganda putra melalui Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Jonatan Christie - Anthony GintingPebulu tangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas Jonatan Christie (kiri) dan peraih medali perunggu Anthony Sinisuka Ginting (kanan) menggigit medali Asian Games 2018, usai upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Target dari nomor ganda campuran meleset setelah Owi/Butet hanya bisa bertahan hingga babak semifinal dan harus puas dengan medali perunggu.

Sementara Marcus/Kevin tetap dapat memenuhi target meraih medali emas setelah mengalahkan rekan senegara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Susi menyebut, terjadinya All Indonesian Final di Asian Games tersebut di luar perkiraan semua pihak.

"Setelah 44 tahun, akhirnya terjadi lagi All Indonesian Final di ganda putra Asian Games. Ini sebuah prestasi," katanya.

Marcus - KevinPebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus F Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya (kiri) menggigit medali emas, usai upacara penyerahan medali bulu tangkis ganda putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Bagi Susi, tidak ada ganda putra yang menang atau kalah dalam pertandingan final Asian Games 2018 karena seluruhnya adalah pemain Indonesia dan keduanya mampu menampilkan permainan terbaik yang dimiliki.

Sedangkan untuk ganda campuran, lanjut Susi, memang meleset. Tetapi, yang tidak disangka-sangka justru muncul dari tunggal putra. Bahkan di nomor ini hampir terjadi All Indonesian Final, katanya.

Untuk nomor ganda putri, Susi menyebut, perolehan medali perunggu sudah sesuai target.

Susi juga mengatakan, yang perlu mendapat apresiasi tersendiri adalah penampilan pemain tunggal putri, khususnya Grego (Gregoria Mariska Tunjung) meskipun belum mampu menyumbang medali untuk nomor perorangan.

Marcus - KevinAksi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kiri) setelah berhasil mengalahkan pebulu tangkis Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian pada pertandingan babak final ganda putra Bulu Tangkis Asian Games ke-18 tahun 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Ganda putra Kevin Sanjaya-Markus Gideon meraih medali emas setelah mengalahkan rekan senegaranya Rian Ardianto-Fajar Alfian dengan skor 13-21, 21-18, 24-22. (Foto: Antara/INASGOC/Ismar Patrizki)

Menurut Susi, Grego tampil cukup cemerlang di nomor beregu putri saat diturunkan sebagai tunggal pertama dengan mengalahkan sejumlah pemain yang memiliki peringkat jauh di atasnya. Saat ini Gregoria menduduki peringkat 22 dunia dan tidak ada lagi pemain bulu tangkis putri Indonesia yang memiliki peringkat dunia lebih baik daripada Grego.

Artinya, dapat disimpulkan bahwa semua sektor atau nomor yang dipertandingkan di Asian Games ini memberikan hasil yang cukup baik, katanya.

Perolehan medali bulu tangkis pada Asian Games 2018 juga lebih baik dibanding perolehan medali pada ajang yang sama empat tahun lalu saat digelar di Incheon, Korea.

Tim bulu tangkis Indonesia mempersembahkan masing-masing satu medali emas dari nomor ganda putra dan ganda putri, satu medali perak dari nomor ganda campuran, serta satu medali perunggu dari nomor ganda putri.

Marcus - KevinAksi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kiri) setelah berhasil mengalahkan pebulu tangkis Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian pada pertandingan babak final ganda putra Bulu Tangkis Asian Games ke-18 tahun 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Ganda putra Kevin Sanjaya-Markus Gideon meraih medali emas setelah mengalahkan rekan senegaranya Rian Ardianto-Fajar Alfian dengan skor 13-21, 21-18, 24-22. (Foto: Antara/INASGOC/Ismar Patrizki)

Meskipun sudah memperoleh hasil yang cukup baik di semua sektor, Susi meminta seluruh pemain tidak terlena dengan hasil yang diperoleh dan tetap giat berlatih serta mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman serta jam terbang.

Ia menyebut, pencapaian puncak seorang atlet dapat diukur dengan hasil yang diperoleh pada Olimpiade.

Puncaknya adalah meraih prestasi di Olimpiade. Yang paling dekat adalah Olimpiade Tokyo 2020, kata Susi.

Susi menambahkan, untuk bisa tampil di ajang Olimpiade membutuhkan persiapan jangka panjang yang sudah harus segera dimulai.

Marcus - Kevin - Rian - FajarPebulu tangkis ganda putra Indonesia peraih medali emas Marcus F Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya (kedua kanan), peraih medali perak Muhammad Rian Ardianto (kedua kiri) dan Fajar Alfian (kiri) memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih pada upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Nafielah Mahmudah)

"Tahun depan sudah akan dilakukan persiapan untuk berlaga di Olimpiade. Tidak semua atlet bisa terpilih karena harus dilakukan seleksi," katanya.

Perhelatan Asian Games yang diikuti dengan pencapaian prestasi yang gemilang dari bulu tangkis juga melahirkan idola baru, satu di antaranya Jonatan Christie.

Jonatan yang tampil di nomor tunggal putra tersebut dikenal memiliki ritual melepas kaosnya yang basah karena keringat saat istirahat pergantian gim. Aksi tersebut sudah dapat dipastikan akan langsung disambut teriakan histeris dari kaum hawa yang memenuhi Istora.

Harapannya, akan banyak orang yang semakin mengenal dan menyukai bulu tangkis, kata Jonatan atau orang-orang lebih senang memanggilnya Jojo. []

Berita terkait
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.