Maksimalkan Potensi UMKM Desa Sukosongo, Mahasiswa KKN 107 UINSA Gelar Workshop Digital Marketing

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja yang bertema Pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Mahasiswa KKN 107 UINSA

TAGAR.id, Lamongan - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 107 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Workshop Pengembangan UMKM yang membahas 'Pemasaran Tradisional, Citra Merek (brand image), Pengembangan Brand, dan Digital Marketing' di Balai Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini menjadi salah satu program kerja dari kelompok KKN 107 UINSA sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membantu dan mendukung kemajuan ekonomi desa berbasis pemasaran menggunakan teknologi digital.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja yang bertema Pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Pemaparan materi Digital Marketing diwakili oleh Ahmad Rizki Wajedi mahasiswa Prodi Manajemen yang juga merupakan anggota dari KKN 107 UINSA.

Dalam kegiatan workshop pada hari Selasa, 8 Juli 2025, para pelaku UMKM dijelaskan dan dibimbing agar dapat meningkatkan penjualan produk melalui branding dan teknik pemasaran yang baik. Ilmu yang didapat tidak hanya bermanfaat dan berguna bagi UMKM, tetapi bagi warga desa Sukosongo.

Workshop Digital Marketing di sambut antusias oleh warga Sukosongo terutama pelaku UMKM lokal dan masih menggunakan pemasaran konvensional. Selain workshop, mahasiswa KKN juga memberikan modul tentang materi digital marketing sederhana dalam bentuk cetak yang berisi langkah-langkah dasar cara pemasaran konvensional dan pemasaran digital, membuat logo produk, serta cara berinteraksi dengan pelanggan di media sosial.

Setelah pemaparan materi workshop ini dibuka sesi tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing session bersama seluruh pelaku usaha UMKM didampingi oleh mahasiswa KKN 107 UINSA. Pelaku UMKM berpartisipasi aktif di forum dengan sharing-sharing pengalaman dan kendala selama menjalankan usaha.

“Bagaimana cara mengembangkan brand agar dikenal banyak orang, karena jika melalui media digital kita harus selalu aktif?,” Tanya ibu Anisa, peserta workshop UMKM.

Pemateri memberikan jawaban terkait pertanyaan dari peserta workshop, cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan brand yaitu dengan membuat logo dan kemasan produk khu usaha agar mudah diingat, kalau bisa memiliki slogan untuk produk agar lebih menarik pembeli. 

Saran jika membuat usaha harus sesuai dengan apa yang ditawarkan kepada konsumen. Pemasaran secara digital juga harus aktif dalam untuk promosi melalui media sosial, selalu menerima saran dan kritik yang diberikan oleh konsumen mengenai produk yang dijualkan..

Dari workshop sosialisasi yang telah dijalankan, banyak respon positif yang diberikan dari pihak desa dan warga desa Sukosongo. Banyak pengusaha UMKM yang kemudian memahami pentingnya branding melalui label yang dapat memperkenalkan produk dengan ciri khas khusus, kemudian pengemasan yang menarik, serta dengan memperkenalkan produk melalui marketplace. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias pemilik UMKM yang sangat interaktif pada saat sesi pemaparan pentingnya branding dan pemasaran.

Kelanjutan dari kegiatan ini yaitu pendampingan bagi UMKM yang ingin mengembangkan usahanya dengan pembuatan logo, kemasan, dan bisa juga cara atau strategi pemasaran produk. 

Setelah workshop Digital Marketing ini selesai para pelaku UMKM, tetap bisa bertanya mengenai apapun yang berhubungan tentang usaha melalui grup komunitas yang telah disediakan oleh mahasiswa KKN 107 UINSA.

Dengan adanya kegiatan workshop ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Sukosongo mampu bersaing di era digital dan terus berkembang lebih pesat sebagai penggerak ekonomi lokal. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pendidikan dan masyarakat secara langsung dapat menghadirkan solusi yang inovatif untuk pembangunan dan pengembangan desa terkait UMKM.


Penulis: Risdiana Puspita & Qoni’Atul Awaliah / KKN 107 UINSA

Berita terkait
Sukses Berkarya Sebelum 30: Rasa yang Mengikat, Cerita Inspiratif UMKM Lokal Sambal Nagih Bersama Shopee
Berbicara mengenai sambal, muncul nama UMKM yang berhasil mencuri perhatian, Sambal Nagih
Rayakan Hari Keluarga Sedunia, Shopee Berbagi Kisah Inspiratif Dhatu Rembulan & UMKM Lokal untuk Wujudkan Gaya Hidup Penuh Makna
Shopee hadir bukan sekadar sebagai platform belanja, tetapi sebagai sahabat yang membantu menjaga dan merawat apa yang dicinta.
Gandeng UMKM dan Kesenian Lokal, PGN Dorong Energi Kemandirian Desa Lewat Suadesa Festival 2025
Dalam rangka semarak HUT ke 60 pada 13 Mei 2025, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyelenggarakan Suadesa Festival 2025 pada 10 – 11 Mei 2025.