Mahkamah Agung AS Tinjau Kebijakan Terkait Covid-19

Mahkamah Agung AS dijadwalkan untuk mendengarkan argumen lisan terhadap dua kebijakan vaksin Covid-19
Joseph Varon, 58 tahun, kepala petugas medis di United Memorial Medical Center (UMMC), dan tim petugas kesehatan melakukan CPR pada pasien Covid-19 di UMMC di Houston, Texas, AS, selama wabah Covid-19 (Foto: voaindonesia.com - Reuters)

Jakarta – Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 7 Januari 2022, dijadwalkan untuk mendengarkan argumen lisan terhadap dua kebijakan vaksin Covid-19 dari pemerintahan Presiden Biden yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah untuk memerangi virus corona yang mematikan.

Kebijakan tersebut “sangat penting sebagai tanggapan Covid-19 negara kita,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dalam sebuah pernyataan.

Mandat yang sedang ditinjau dikeluarkan oleh Kantor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) dan Pusat Layanan Medicare dan Medicaid (CMS).

warga amerika antre tes covidWarga antre dengan mobil untuk melakukan tes Covid-19 di Miami, Florida, AS, 21 Desember 2021, di tengah perebakan varian Omicron menjelang libur akhir tahun (Foto: voaindonesia.com/AP)

Kebijakan OSHA mengharuskan pengusaha dengan 100 karyawan atau lebih untuk memastikan pekerja mereka divaksinasi penuh atau diuji setiap minggu. Mandat CMS untuk pekerja di fasilitas perawatan kesehatan yang menerima dana federal melalui Medicare dan Medicaid mengharuskan pekerja untuk divaksinasi sepenuhnya, dengan beberapa pengecualian, termasuk karena keyakinan agama yang dipegang teguh.

Negara bagian-negara bagian yang dipimpin Partai Republik dan aliansi kelompok-kelompok bisnis dan agama menggugat kebijakan itu dan dampak mandat tersebut terhadap perusahaan dan pekerja mereka.

siswa pakai masker di amerikaSiswa pakai masker di dalam kelas untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Santa Fe South High School, Oklahoma City, Oklahoma, AS, 1 September 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Nick Oxford)

Namun, kebijakan tersebut telah didukung oleh American Medical Association (Ikatan Dokter Amerika) dan American Public Health Association (Ikatan Dokter Kesehatan Masyarakat Amerika) serta sejumlah mantan pejabat kesehatan federal.

Gugatan itu diajukan ke Mahkamah Agung setelah sejumlah pengadilan di bawahnya mengeluarkan fatwa yang berbeda-beda tentang kebijakan tersebut.

Covid-19 telah menginfeksi 60.934.756 warga AS dan membunuh lebih dari 800.000 orang di Amerika (lt/ab)/voaindonesia.com. []

Ratusan Universitas di Amerika Wajibkan Mahasiswa Vaksinasi Covid-19

Reaksi Industri Perhotelan AS Terhadap Mandat Vaksinasi Covid-19

AS Menuju Arah yang Benar dalam Memerangi Pandemi Covid-19

Amerika Longarkan Perjalanan Mulai November 2021

Berita terkait
Reaksi Industri Perhotelan AS Terhadap Mandat Vaksinasi Covid-19
Sebuah hotel di New Mexico, AS, pertimbangkan peraturan baru federal dari Presiden Joe Biden yang mewajibkan vaksinasi Covid-19
0
Lionel Messi Hadapi Empat Tantangan Utama di Tahun 2022
Lionel Messi menghadapi banyak tantangan yang akan diberikan tahun ini kepadanya sebagai penyerang PSG