Mahfud Sebut KKB Papua Teroris, GMKI: Terlampau Gegabah

Pengurus pusat GMKI menilai, seharusnya pemerintah jangan terlampau gegabah atau reaksioner, menyikapi kondisi yang terjadi saat ini di Papua.
Ketua Umum GMKI Jefri Gultom. (Foto:Tagar/GMKI)

Jakarta- Konflik di Tanah Papua belum kunjung selesai, tidak jarang kita dengar gencatan senjata terus berlangsung, seperti tidak ada henti-hentinya. Peristiwa semakin panas ketika Minggu, 25 April lalu, Kepala BIN daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha tewas diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, KKB yang melakukan kekerasan di Papua dikategorikan sebagai teroris.

Kami minta pemerintah gunakan pendekatan Peace Building, agar konflik di tanah Papua tidak terus berlanjut.

Menurut Mahfud, hal ini berdasarkan ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sedangkan, terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

"Nah berdasarkan definisi yang dicantumkan di dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 tersebut, maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," tegas Mahfud.

Pengurus pusat GMKI menilai, seharusnya pemerintah jangan terlampau gegabah atau reaksioner, menyikapi kondisi yang terjadi saat ini di Papua, karena masyarakat Papua juga adalah bagian kesatuan dari Republik Indonesia yang harus dilindungi oleh negara.

"Narasi itu bisa saja multi tafsir dan penggunaan diksi terorisme tidak akan menurunkan eskalasi konflik di Papua, hal itu hanya akan menghasilkan ketegangan baru," tutur Ketua Umum GMKI Jefri Gultom berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Jumat 30 April 2021. 

Ketua Umum GMKI juga menyindir Mahfud selaku Menkopolhukam agar fokus pada isu ketenagakerjaan, karena dalam penerapan Omnibus Law banyak menyengsarakan buruh di Indonesia.

"Iya pak Mahfud fokus saja pada Omnibus Law, karena kita saat ini memasuki hari buruh internasional," ucap Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Oleh sebab itu, Pengurus Pusat GMKI meminta kepada pemerintah menggunakan pendekatan Peace Building, agar terjadi perdamaian yang berkelanjutan di tanah Papua, sehingga konflik bersenjata di Papua dapat teratasi. 

Lewat pendekatan ini, GMKI berharap negara (pemerintah maupun aparat keamanan) menunjukkan wajah yang humanis bagi masyarakat papua khususnya. 

Selain itu pemerintah harus berani membuka ruang dialog dengan pendekatan kultural yang melibatkan para tokoh adat, tokoh gereja, maupun seluruh komponen masyarakat dalam membangun wacana perdamaian di Tanah Papua.

"Kami minta pemerintah gunakan pendekatan Peace Building, agar konflik di tanah Papua tidak terus berlanjut," tegas Jefri Gultom putra kelahiran Merauke.

Begitu juga dengan sikap Pengurus Pusat GMKI beberapa hari yang lalu sangat berduka atas dua peristiwa pilu, yakni tenggelamnya kapal selam TNI AL dan tewasnya Kabinda Papua. Dalam kondisi yang sedang berkabung ini, sangat tidak elok jika ada yang ingin memperkeruh persoalan.

Dalam hal ini, pengurus Pusat GMKI akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam visi GMKI pada butir perdamaian dan kemanusiaan. PP GMKI juga tetap menjadi barisan terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan. []

Berita terkait
Pesan Perayaan Paskah GMKI 2021: Keberpihakan dalam Kebenaran
Perayaan Paskah Nasional tahun 2021, diawali dengan rangkaian studi meeting bertajuk "Reforma Agraria"
GMKI Minta Jokowi Perbaiki Infrastruktur Pasca Bencana NTT
GMKI minta Jokowi perbaiki infrastruktur pasca bencana NTT juga memperhatikan Masyarakat disana pasca Bencana Alam.
GMKI: Tetap Tenang, Jangan Terprovokasi Bom Gereja Katedral Makassar
Tetap tenang, jangan terprovokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan setelah misa jelang Paskah dan Ramadan - Ketua GMKI.
0
Pemkot Lhokseumawe Segera Lakukan Vaksinasi Massal Covid-19
Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, dalam bulan Juni 2021 ini akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal