UNTUK INDONESIA
Mahasiswa Unismuh Makassar Dikeroyok OTK
Mahasiswa menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tidak dikenal di area Kampus Universitas Muhammadiyah.
Aparat kepolisian saat berjaga-jaga di Kampus Unismuh Makassar. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Seorang mahasiswa menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama atau dikeroyok oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK) di area Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Kamis 25 Juli 2019 sore.

Belakangan diketahui, mahasiswa yang dikeroyok ini dari Fakultas Pertanian, Sakrial Adi. Asal dari Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Ia dianiaya sekelompok orang yang diduga juga merupakan mahasiswa Unismuh Makassar.

Menurut sekuriti kampus, Juardi, bahwa peristiwa pengeroyokan bermula dari salah satu mahasiswa cekcok atau adu mulut dengan beberapa mahasiswa sehingga terjadi perkelahian di depan Balai Sidang Kampus Unismuh.

"Kumpul ki pertama pak dan tiba-tiba mereka cekcok. Dan tak lama kemudian baku pukul mi dan ada juga sampai bawa besi," ucap Juardi, saat ditemui di Kampus Unismuh Makassar.

Aksi penganiayaan ini, kata dia, tidak berlangsung lama karena beberapa mahasiswa melerai dan juga pihak sekuriti langsung menghalau. Akan tetapi, perkelahian ini sempat menghebohkan mahasiswa lainnya sehingga banyak yang berlarian.

"Hebohki tadi karena kebetulan banyak mahasiswa juga di kampus," tukasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman mengatakan, korban telah melaporkan peristiwa tersebut di Mapolsek Rappocini. Dan kini kasus ini sementara tengah dalam penyelidikan untuk mengungkap para pelaku penganiayaan.

Ada puluhan orang hendak melakukan serangan balasan

"Korban tadi sudah melapor di kantor. Dan kini kasus sementara dalam penyelidikan untuk mengetahui para pelaku," bebernya.

Usai peristiwa penganiayaan itu, kata Iqbal, korban sempat keluar kampus lalu memanggil beberapa rekannya. Dan kemudian, ditaksir hingga mencapai 25 orang sempat masuk ke kampus dengan maksud untuk mencari para pelaku pengeroyokan.

Beruntung, pihak sekuriti kampus bersama pihak aparat kepolisian yang berjaga di lokasi kejadian dan dibantu oleh Wakil Rektor 3 Unismuh berhasil menghalau para mahasiswa tersebut. Dan mereka pun meninggalkan kampus dan tidak sempat berhasil menemukan mahasiswa yang dicarinya.

"Ada puluhan orang hendak melakukan serangan balasan. Mereka masuk kampus sampai di depan gedung Balai Sidang bermaksud mencari para pelaku tapi berhasil dihalau keluar," tambahnya.

Dari peristiwa tersebut, korban mengalami luka-luka pada bagian pelipis dan jari tengah tangan kanan. Sementara itu, aparat kepolisian yang berjaga di lokasi kejadian juga berhasil menyita sejumlah senjata tajam seperti parang panjang lengkap dengan sarungnya, delapan anak busur dan satu pelontar busur.

Polisi masih berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti serangan susulan dari ke dua kelompok mahasiswa tersebut.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Alasan Bupati Rembang Tak Cabut Status KLB Covid-19
Saat ini, Kabupaten Rembang mencatatkan zero kasus Covid-19 setelah satu warga Desa Waru dinyatakan sembuh.