UNTUK INDONESIA
Lupakan Dortmund, Inter Fokus Rebut Posisi Puncak
Inter Milan segera melupakan kekalahan dari Borussia Dortmund dan fokus hadapi Verona demi merebut kembali posisi puncak klasemen Serie A Italia.
Inter Milan melupakan kekalahan dari Borussia Dortmund dan fokus hadapi Verona demi merebut kembali posisi puncak klasemen Serie A Italia dalam duel di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu 10 November 2019 menjelang dini hari WIB. (Foto: inter.it)

Jakarta - Inter Milan segera melupakan kekalahan menyakitkan dari Borussia Dortmund di Liga Champions. Kini, Inter fokus merebut kembali posisi puncak saat menghadapi Verona dalam lanjutan kompetisi Serie A Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu 10 November 2019 menjelang dini hari WIB. 

Kekalahan 2-3 dari Dortmund jelas sangat mengecewakan. Sudah unggul dua gol, namun Inter harus kalah karena Dortmund mampu membalikkan keadaan. 

Kekalahan itu memaksa Inter bekerja ekstrakeras untuk mendapatkan tiket ke 16 Besar. Pasalnya, mereka turun ke posisi tiga di klasemen Grup F. 

Saya ingin melakukan perbaikan. Kami mampu dan harus bisa lebih baik lagi karena kami adalah Inter.

Hasil buruk di Dortmund sempat memunculkan riak di internal tim karena pelatih Antonio Conte disebut-sebut marah besar kepada pemain. Bahkan eks pelatih Juventus tampak emosi saat melakukan evaluasi tim yang membuat petinggi klub tersinggung. 

"Itu bukan emosi yang meledak-ledak atau kata-kata kasar. Saya hanya ingin memberikan kritik yang konstruktif. Ada kesalahan yang dilakukan, tetapi saya tidak perlu menunjuk siapa yang salah. Saya tidak tahu apakah petinggi klub memahaminya. Yang jelas, saya hanya ingin mengubah apa yang ada di tim ini selama sembilan tahun terakhir," ujar Conte. 

Menurut eks pelatih Chelsea ini, dirinya hanya ingin memperbaiki Inter. Conte pun menaruh harapan dan kepercayaan kepada pemain. Hanya, dirinya memang ingin ada perubahan pada sikap dari pemain. 

"Saya ingin melakukan perbaikan. Kami mampu dan harus bisa lebih baik lagi karena kami adalah Inter. Saya secara pribadi menaruh harapan besar. Saya yang memang bertanggung jawab. Tetapi semua harus berubah bila ingin mengembalikan Inter menjadi salah satu tim besar lagi. Sejarah hanya bisa tercipta bila ada perubahan sikap dan karakter," ucapnya. 

Conte optimistis Inter melupakan kegagalan di laga sebelumnya. Dia ingin tim bangkit dan menjaga persaingan dengan Juventus memperebutkan gelar juara Serie A. 

Kompetisi memang baru menyelesaikan 11 pertandingan, namun Inter sudah bersaing ketat dengan Juve yang bertengger di puncak klasemen. Juve berhasil merebut posisi tersebut setelah mengalahkan Inter 2-1. 

Inter sesungguhnya berpeluang merebut kembali posisi teratas saat La Vecchia Signora ditahan Lecce 1-1. Namun Inter yang bermain di kandang sendiri justru kehilangan poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Parma. 

Kesalahan-kesalahan tak perlu yang dilakukan pemain, termasuk saat kalah 1-2 dari Barcelona di Liga Champions padahal mereka sudah unggul lebih dulu, membuat mantan pelatih timnas Italia ini meradang. Menurut dia, Inter sesungguhnya bisa meraih posisi lebih baik bila pemain menunjukkan karakter dan sikap kuat untuk memenangkan pertandingan. 

"Semua harus memahami situasi ini. Saya tetap menaruh kepercayaan kepada pemain. Mereka telah melakukan hal yang luar biasa dan mampu mengatasi kesulitan sebesar apa pun," kata Conte menegaskan. 

"Namun saya juga minta maaf bila ada yang menilai saya melakukan kesalahan saat saya berbicara saat itu. Tetapi selalu ada strategi yang saya sampaikan dari kata-kata itu," ucapnya. 

Tak Ingin Kembali Gagal

Conte tak ingin tim kembali gagal saat melakoni laga kandang melawan Verona. Ini yang menjadikan pelatih berusia 50 ini melakukan klarifikasi menjelang laga tersebut. Apalagi, ini laga penting dan memberi kesempatan kepada Nerazzurri mengambil alih posisi puncak. 

Saat ini, Inter yang menduduki peringkat dua mengantongi poin 28. Terpaut satu poin dari Juve yang bertengger di puncak. 

Bila menang atas Verona, Conte dan tim kemudian bisa berharap rival satu kota, AC Milan, menghadang laju I Bianconeri. Kedua tim akan berduel di Stadion Allianz, Senin 11 November 2019 dini hari WIB. 

"Kami harus fokus dan melupakan hasil mengecewakan saat melawan Dortmund. Pertandingan kali ini tidak akan mudah. Lawan mampu melakukan tekanan dan banyak berlari," jawabnya. 

Conte kembali mengandalkan duet lini depan Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku untuk membongkar pertahanan Verona. Dia juga siap menurunkan pemain muda Sebastiano Esposito atau mereka yang masih bermain di tim Primavera seperti Matias Fonesca dan Edoardo Vergani.  

"Saya menaruh kepercayaan penuh kepada Lukaku dan Lautaro. Saya juga tak takut memainkan Esposito sejak menit pertama. Saya juga mempertimbangkan memanggil Fonesca dan Vergani dari tim Primavera," ujarnya. []

Berita terkait
Hakimi Bawa Dortmund Menang Dramatis Atas Inter
Borussia Dortmund secara dramatis menang 3-2 atas Inter Milan di Liga Champions. Bek Achraf Hakimi jadi bintang kemenangan Dortmund.
Rekam Jejak Bologna Vs Inter Milan di Jagad Sepak Bola
Inter Milan meraih kemenangan 2-1 atas Bologna di pertandingan Serie A Italia pekan ke-11 di Renato Dall’Ara. Masing-masing memiliki rekam jejak
Bologna Vs Inter, Penalti Lukaku di Menit Terakhir
Inter Milan menang dramatis 2-1 atas Bologna di Serie A Italia. Kemenangan yang menjaga persaingan dengan Juventus ditentukan penalti Lukaku.
0
Bambang Soesatyo Menjenguk Cucu Jokowi
Ketua MPR Bambang Soesatyo menbesuk cucu ketiga Presiden Jokowi di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 15 November 2019.