UNTUK INDONESIA
Lukas-Klemen, Menunggu Gebrakan Duet Anak Gunung
Lukas Enembe dan Klemen Tinal duet anak gunung ditunggu Tanah Papua, ditunggu gebrakan program kerjanya.
Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9). Presiden melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada serentak 2018, yaitu Papua, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. (Foto: Ant/Puspa Perwitasari)

Biak Numfor, (Tagar 6/9/2018) - Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen) dinanti Tanah Papua, dinanti gebrakan program kerjanya membangun daerah itu, setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara di Jakarta, Rabu (5/9), sebagai gubernur dan wakil gubernur setempat.

Pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur Papua Lukmen dilansir Antara memberikan angin segar untuk kelanjutan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakat bagi warga paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia itu.

Hingar bingar pilkada serentak 2018 sebagai ajang pesta demokrasi masyarakat setempat telah selesai dengan dilantiknya Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal untuk menjadi pemimpin daerah itu yang amanah, jujur, serta menjadi pelayan masyarakat.

Sosok Lukas Enembe dan Klemen Tinal sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Papua karena gebrakan duet anak gunung pedalaman Papua itu banyak mengukir prestasi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan hingga pelayanan kemasyarakatan dengan visi misinya untuk menjadikan Papua bangkit, sejahtera, dan mandiri.

Gubernur dan wakil gubernur sebagai pelayan masyarakat mempunyai kriteria, di antaranya lebih bertanggung jawab, mempunyai integritas, memiliki sifat kenegarawanan, menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Selain itu, mempunyai moralitas tinggi dan menjadi penyambung suara masyarakat dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua.

Lukas Enembe-Klemen Tinal yang diusung sembilan parpol, Partai Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP, PKPI, Nasdem, Hanura, dan Golkar menang telak dalam perolehan suara Pilkada, 27 Juni 2018, dengan mengalahkan pesaingnya Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) yang diusung gabungan partai politik PDIP-Gerindra.

Berbagai janji-janji kampanye yang disuarakan pasangan Lukmen kepada masyarakat di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua harus dapat direaliasikan melalui penjabaran visi, misi, dan program kerja setiap tahun anggaran.

Lebih Maju

Ketua DPRD Biak Numfor Zeth Sandy mengatakan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lukmen jilid kedua, saatnya masyarakat Papua mempunyai pemimpin baru untuk membangun daerah itu menjadi lebih maju, sejahtera, dan mandiri.

Ia menyebut gubernur dan wakil gubernur merupakan jabatan politis. Mereka menjadi pelayan untuk memastikan perbaikan kesejahteraan masyarakat Papua.

Pasangan Lukmen diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua sesuai dengan janji mereka saat kampanye pilkada yang lalu.

Ajang politik pilkada yang ibarat pesta telah selesai, sedangkan pasangan Lukmen telah dilantik menjadi pemimpin baru Papua untuk masa bakti 2018-2023.

Warga Papua menyambut pelantikan pasangan Lukmen dengan gembira. Mereka mengungkapkan syukur atas keberhasilan menjalankan agenda politik pilkada serentak 2018.

Ia menyebut pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah sosok yang siap mengabdikan diri untuk melayani daerah dan masyarakatnya.

Lukas Enembe - Klemen TinalGubernur Papua Lukas Enembe (kiri) bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Presiden melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada serentak 2018, yaitu Papua, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

"Motivasi untuk jadi pemimpin pelayan masyarakat melekat dalam kepemimpinan pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Lukmen,"katanya.

Pilkada telah menjadi alat untuk menjaring orang-orang terbaik yang ada di negeri ini sebagai jalan berdemokrasi yang sehat. Rakyat perlu bergerak bukan lagi menjadi objek pasif kampanye.

Istilah kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, menurut Zeth Sandy, merupakan kekuasaan yang mendudukkan rakyat sebagai pemegang tertinggi dalam negara demokrasi.

Melalui mekanisme pilkada langsung, diharapkan rakyat dapat menggunakan kekuasaannya untuk menyalurkan aspirasi konstitusionalnya untuk memilih figur pemimpin daerah yang sesuai dengan harapan, yakni pemimpin dengan kapasitas dan kapabilitas yang memadai.

Jamin Kelangsungan

Sementara itu, politikus Partai Golkar Biak Jotam J. Simopiaref mengatakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Lukmen sebagai hak konstitusi dilakukan Presiden Joko Widodo untuk menjamin kelangsungan pembangunan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan di Tanah Papua.

Jotam mengatakan warga Papua berkomitmen senantiasa menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

Sesuai dengan pesan Wakil Gubernur Klemen Tinal yang juga Ketua DPD Partai Golkar Papua itu, menurut dia, semua kader partai tersebut dan masyarakat Tanah Papua untuk senantiasa menjaga wilayah Papua supaya tetap damai, aman, dan kondusif.

Ia mengharapkan kepemimpinan pasangan Lukmen dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.

Lukmen juga diminta mengejar ketertinggalan pembangunan di berbagai bidang, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemenuhan hak dasar masyarakat asli Papua, serta peningkatan ekonomi warga asli Papua.

Bidang lain yang juga harus menjadi perhatian Lukmen, menurut dia, menciptakan situasi kamtibmas Tanah Papua yang aman, damai, dan kondusif.

Dengan kenyamanan dan kedamaian Papua yang senantiasa terjaga, akan berdampak terhadap percepatan laju pembangunan di daerah-daerah.

"Sebagai warga asli Papua kita memberikan dukungan penuh kepada pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Papua Lukmen untuk memimpin Papua jilid II," kata dia.

Dengan dilantiknya pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal menjadi pemimpin baru Papua, diharapkan memberikan harapan baru dalam mewujudkan impian masyarakat asli Papua untuk bangkit, mandiri, dan sejahtera di atas kekayaan Tanah Papua.

Selamat bekerja dan melayani masyarakat di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua kepada Lumen sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023. []

Berita terkait
0
Kader Partai Golkar Dilarang Tinggalkan Jakarta
Surat edaran Fraksi Partai Golkar DPR melarang anggota fraksi meninggalkan Jakarta hingga selesainya pelaksanaan munas.