UNTUK INDONESIA
Ledakan Beirut, Jokowi Sambut Seruan PM Lebanon
Kontingan Garuda yang selamat dari ledakan Beirut turut memabantu Pemerintah Lebanon mengevakuasi korban. Jokowi menegaskan RI bersama Lebanon.
Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020 (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta - Presiden Jokowi berduka dan menyatakan Indonesia bersama Lebanon. Jokowi menyampaikan simpatinya dua hari usai seruan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengajak negara lain untuk turut memulihkan luka negaranya akibat ledakan mematikan yang mengguncang Beirut.

"Saya menyampaikan duka mendalam kepada saudara-saudari saya di Lebanon. Indonesia bersama Lebanon dalam peristiwa tragis ini. Doa kami untuk korban dan keluarga korban ledakan dahsyat di Beirut," kata Presiden Jokowi pada laman Twitter-nya, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

Menurut laporan Aljazeera, Kamis, 6 Agustus 2020, ledakan yang meletus di pelabuhan Beirut Selasa sore lalu itu kini menelan lima ribu lebih korban. Setidaknya 135 nyawa melayang dan lima ribu korban luka.

Rakyat Indonesia senantiasa bersama rakyat Lebanon

Selain itu, Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan ledakan telah menghancurkan bangunan di sekitarnya hingga 300.000 lebih warganya harus kehilangan tempat tinggal. Kini, pemerintahannya berupaya menyediakan mereka makanan, air dan rumah sementara.

Baca juga: Ledakan Beirut Telan 3700 Korban, Dubes RI: WNI Aman

Baca juga: Ada WNI di Rumah Sakit Beirut Dekat Titik Ledakan

Sementara Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab berjanji akan mengusut dan menindak pihak yang bertanggung jawab di balik peristiwa berdarah ini. "Apa yang terjadi hari ini tidak akan beralalu tanpa pertanggungjawaban. Mereka yang bertanggung jawab atas malapetaka ini akan menanggung akibatnya," kata Diab, Selasa lalu.

Ledakan yang menghancurkan gedung-gedung Ibu Kota ini terjadi di saat Lebanon tertimpa krisis ekonomi. Oleh sebab itu, Diab meminta masyarakat Internasional turut membantu negaranya yang kini harus menanggung banyak korban jiwa di samping krisis ekonomi.

"Saya mengirimkan permohonan mendesak kepada semua negara, baik sahabat maupun mereka yang mencintai Lebanon, untuk berdiri di sisi negara ini dan membantu kami memulihkan luka yang mendalam ini," kata PM Lebanon ini.

Adapun Duta Besar Indonesia di Beirut sejauh ini memastikan warganya tak termasuk dalam daftar korban luka dan meninggal. "Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh warga negara Indonesia dalam keadaan aman dan selamat," kata Dubes RI di Lebanon Hajriyanto Y Thohari dalam keterangan pers yang dikirim ke Jakarta, sehari setelah ledakan terjadi. 

Menurut catatan Kedutaan Indonesia, WNI di negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania itu berjumlah 1.447. Dari jumlah tersebut, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga Kedutaan dan mahasiswa.

Kontingen Garuda untuk Misi Perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa itu turut membantu evakuasi korban ledakan di pelabuhan Beirut. "Rakyat Indonesia senantiasa bersama rakyat Lebanon," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia  seperti dalam keterangan tertulis, kemarin.[]

Berita terkait
Ledakan Beirut Telan 3700 Korban, Dubes RI: WNI Aman
Jumlah korban jiwa akibat ledakan di Beirut, Lebanon, hampir mencapai 4.000. Dubes RI di sana hingga saat ini memastikan warganya aman.
Ada WNI di Rumah Sakit Beirut Dekat Titik Ledakan
Ketika ledakan mengguncang Ibu Kota Lebanon pada sore hari kemarin, seorang WNI dilaporkan berada di rumah sakit Beirut dekat pusat ledakan.
Menhan AS Merespons Ketegangan di Laut Cina Selatan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Thomas Esper mengaku punya rencana untuk Beijing terkait perselisihan di Laut Cina Selatan.
0
Lee Kun Hee Meninggal, Saham Samsung dan Afiliasi Melesat
Saham Samsung Group dan afiliasi menguat pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2020 pasca meninggalnya Lee Kun Hee.