Lebih Dari 195 Pos Kesehatan di Jalur Mudik Jateng

“Baik di jalur pantura, tengah maupun selatan kami siapkan sekitar 195 pos kesehatan. Itu belum termasuk pos kesehatan yang ada di jalan tol.”
Rencananya pos kesehatan mulai didirikan pada H-7 Lebaran. Koordinasi dengan rumah sakit maupun puskesmas sepanjang jalur mudik juga telah dilakukan. (Ist)

Semarang, (Tagar 5/6/2018) – Persoalan kesehatan dan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan pemudik menjadi fokus perhatian bagi Pemprov Jateng di masa Lebaran ini. Dinas Kesehatan Jateng telah menyiapkan lebih dari 195 pos kesehatan di sepanjang jalur mudik di wilayah Jateng.

“Baik di jalur pantura, tengah maupun selatan kami siapkan sekitar 195 pos kesehatan. Itu belum termasuk pos kesehatan yang ada di jalan tol. Sudah ada sejumlah pos kesehatan yang akan didirikan di jalur tol mulai Brebes sampai Sragen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Selasa (5/6).

Yulianto menjelaskan tidak ada perbedaan antara pos kesehatan di jalur tol maupun jalur mudik reguler. “Standarnya sama,” ujar dia. Yakni ketersediaan dokter, paramedis, ambulan, dan obat-obatan. “Jadi yang dibutuhkan di pos kesehatan adalah itu. Dan untuk petugas kesehatan biasanya terbagi dua atau tiga shift,” sambungnya.

Ditambahkan, sebanyak 136 rumah sakit dan 154 puskesmas akan operasional selama masa Lebaran. “Dan untuk kantong darah kami sudah koordinasikan dengan PMI,” imbuh dia.

Pelayanan Kesehatan Pengguna Kereta
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang juga telah menyiapkan pelayanan kesehatan bagi penumpangnya selama masa angkutan Lebaran 2018. “Kami menyiapkan 6 pos kesehatan di sepanjang wilayah Daop 4 Semarang,” kata Manajer Humas Daop 4 Semarang Suprapto.

Enam pos kesehatan itu berada di Stasuin Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Ngrombo dan Cepu. Total ada 54 tenaga kesehatan, yakni 12 dokter dan 42 tenaga paramedic, yang di siapkan. Disiapkan pula 3 unit ambulan yang stand by di Semarang Poncol, Semarang Tawang dan Tegal serta ambulan on call di Pekalongan, Cepu dan Ngrombo.

“Kami juga bekerja sama dengan 18 rumah sakit yang tersebar dari Tegal hingga Cepu,” tukas Suprapto. (ags)

Berita terkait
0
Kesengsaraan dalam Kehidupan Pekerja Migran di Arab Saudi
Puluhan ribu migran Ethiopia proses dideportasi dari Arab Saudi, mereka cerita tentang penahanan berbulan-bulan dalam kondisi menyedihkan