UNTUK INDONESIA
Lawan Wabah Corona, Nadiem Makarim Luncurkan RECON
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beserta jajarannya meluncurkan Aplikasi RECOC untuk melawan wabah corona Covid-19.
Mendikbud Nadiem Makarim bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020). Rapat tersebut membahas tentang anggaran tahun 2020. (Foto: Tagar/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengembangkan sebuah program jaringan daring untuk memfasilitasi pelibatan publik dalam penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Aplikasi itu diberi nama Relawan Covid-19 Nasional atau RECON.

Nadiem melanjutkan, program ini merupakan platform berbasis web yang menjadi media monitoring dan evaluasi bagi program relawan kemanusiaan Ditjen Dikti, serta membantu kegiatan preventif dan promotif penanganan Covid-19 di Tanah Air. 

"Saya ucapkan selamat atas diluncurkannya aplikasi ini. Semoga semakin memudahkan masyarakat dalam mengatasi pandemi ini, serta bagi para relawan dan pembimbingnya untuk melakukan tugas-tugasnya dalam membantu Pemerintah menangani pandemi Covid-19," kata Nadiem Makarim melalui pernyataan tertulis yang diterima Tagar, Senin, 13 April 2020.

Sampai saat ini juga sedang dalam proses diintegrasikan dengan aplikasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Nadiem Ajak Mahasiswa Kedokteran Jadi Relawan Corona

Mantan CEO Gojek itu menyebut platform RECON menjadi sangat penting lantaran menghubungkan kerja berbagai relawan kemanusiaan Ditjen Dikti secara nasional dari masing-masing wilayah tugas. Dia juga yakin, melalui program itu, ke depan virus corona dapat teratasi.

"Semangat gotong royong, kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan dan mengedepankan tujuan bersama untuk melawan Covid-19 akan sangat menentukan seberapa cepat kita bisa melalui masa sulit ini," ucapnya.

Terkait program RECON, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan program ini didesain sebagai media manajemen relawan Covid-19. Terutama, kata dia, bagi relawan mahasiswa kesehatan yang sudah tergabung di sini.

"RECON berfungsi memfasilitasi relawan untuk dapat memberikan layanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta pendampingan secara daring kepada masyarakat," ujar Nizam.

Baca juga: 5 Strategi Holistik Kerek SDM dari Mendikbud Nadiem

Kemudian, kata dia, program ini juga dapat memfasilitasi kegiatan tracing/tracking orang dalam pemantauan (ODP), konsultasi dan pendampingan tenaga medis. Selain itu, platform dapat menjadi media untuk meningkatkan edukasi publik terhadap pencegahan dan penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut dilakukan oleh para relawan mahasiswa kesehatan dan para dokter sebagai case manager (CM).

"Implementasi platform ini akan lebih banyak berada di Fakultas Kedokteran yang terhubung di dalam Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia, dan adik-adik mahasiswa yang terkoordinasi melalui Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia," ujar Nizam, dalam video conference saat meluncurkan platform RECON, Senin, 13 April 2020.

Sebagai informasi, RECON dapat diakses melalui tautan https://relawan.kemdikbud.go.id.

Nizam melanjutkan, platform RECON akan terus dikembangkan lebih lanjut oleh tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dikti. "Sampai saat ini juga sedang dalam proses diintegrasikan dengan aplikasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga manfaatnya nanti akan lebih dirasakan masyarakat secara luas," tuturnya. []

Berita terkait
Nadiem Makarim dan Dugaan Korupsi Bayar SPP di GoPay
Kritik keras diutarakan eks Sekretaris BUMN Said Didu kepada Mendikbud Nadiem Makarim soal bayar SPP lewat GoPay memiliki indikasi korupsi.
Radikalisme Sekolah di Tangan Nadiem Makarim
Radikalisme yang diajarkan kepada anak-anak adalah satu di antara tiga dosa besar di sekolah. Persoalan serius yang lagi ditangani Nadiem Makarim.
Gerindra ke Nadiem: Kalau Cuma GoPay Picu Prasangka
Gerindra menilai jika pembayaran SPP hanya dapat dilakukan lewat fitur GoPay dalam aplikasi Gojek maka memicu prasangka publik.
0
Verifikasi MBR, Alasan Risma Belum Salurkan Bansos
Saat ini sudah 65.925 KK yang sudah diverifikasi oleh Pemkot Surabaya untuk nantinya mendapatkan Bansos dari Kemensos.