UNTUK INDONESIA
Kurangi Beban, Krakatau Steel Pangkas Ribuan Karyawan
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bakal mengurangi beban operasional perusahaan dengan memangkas ribuan karyawan yang tidak produktif.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim diwawancara Tagar lewat kanal YouTube Tagar TV. (Foto: Tagar/Rifa Yanas)

Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bakal mengurangi beban operasional perusahaan dengan memangkas ribuan karyawan yang tidak produktif. Dimulai dari pekerja yang berstatus outsourcing hingga pekerja yang bernaung di bawah anak perusahaan.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim menyebut teotal seluruh karyawan perusahaan baja nasional itu sekitar 16 ribu orang, termasuk yang berada di bawah naungan anak perusahaan.

“Khusus yang di KS saja, awal saya masuk itu ada sekitar 8.000 hingga 9.000 orang. Target saya di perusahaan induk nantinya dijadikan sekitar 3.000-an orang,” terang Silmy diwawancara Tagar TV, Minggu, 18 Oktober 2020.

Silmy mengaku telah mengambil langkah beragam untuk efisiensi karyawan tersebut. Dia memprioritaskan yang terdampak pemangkasan tersebut diberlakukan bagi perusahaan vendor atau pihak ketiga.

Outsourching, yang tadinya berdasarkan head count, kami jadikan berdasarkan pekerjaan. Misalnya, kebersihan. Mau pakai 10 orang atau 20 orang yang penting bersih. Karena kami pakai perusahaan vendor, otomatis mereka akan efisiensi sendiri,” jelasnya.

Lebih bagus mengambil langkah yang tidak populer, tetapi akan bermanfaat, daripada tidak melakukan hal benar.

Silmy mengaku untuk mem-PHK karyawan butuh kejelian dan pendekatan yang tidak mudah. Katanya, urusan yang satu ini memiliki kompleksitas yang sulit.

“Untuk melakukan itu, saya kumpulkan direksi. Kita lebih bagus mengambil langkah yang tidak populis, tetapi akan bermanfaat. Daripada kita diberhentikan karena tidak melakukan hal yang benar. Tidak populis ya tidak apa-apalah, paling ntar dimarahi. Kita siap, kompak semua, oke ambil keputusan,” tegasnya.

Dia juga mengaku setiap keputusan diambil dengan sistem kolektif. Dia tidak ingin dicap sebagai pemimpin yang otoriter sebagai direktur utama.

“Dirut ambil langkah awal dalam konteks manajemen. Tapi tetap harus melibatkan lintas sektor. Ownership itu penting. Jika sistem top-down, kelemahannya ownership rendah, hasilnya tidak maksimal. Maka, jangan top-down saja. Yang diganti kami tanya, atasannya juga kami tanya. Itu sudah otomatis, bukan soal like dan dislike,” tuturnya.

Pemberlakuan jenjang karir terbuka bagi yang berprestasi juga menjadi salah satu kebijakan penting mantan bos PT Pindad ini. Dia menekankan jajarannya untuk mengambil setiap peluang yang ada secara cepat.

“Jika ada masalah harus direspon cepat, jika ada oportunity juga diambil cepat. Kami dorong juga jalur karir, agar generasi muda cepat berkarya. Kami sediakan jalur cepat, maka nanti akan ada yang berumur 30-an sudah jadi GM atau direksi anak perusahaan, ini agar regenerasinya jalan,” ulasnya.

Sebagai informasi, PT Krakatau Steel pada kuartal I-2020 mencatatkan laba operasi USD 53,6 juta dan laba bersih USD 74,1 juta. Sedangkan pada semester I-2020 laba operasi mencapai USD 70 juta dan laba bersih USD 4,5 juta. Hal ini berhasil dicatatkan di bawah kepemimpinan Silmy Karim, setelah sekitar delapan tahun belakangan perusahaan plat merah itu terus merugi.

Meskipun secara pendapatan, Krakatau Steel mengalami penurunan sebesar minus 21 persen di semester I-2020, atau dari 702 juta dolar USD menjadi 552 juta dolar USD. Namun jika dilihat lebih detail pada laporan keuangannya, terdapat penurunan beban pokok penjualan sebesar minus 31 persen, lalu beban umum dan administrasi turun minus 47 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Silmy Karim melakukan efisiensi untuk memangkas Operating Expense (Opex) atau beban operasional perusahaan.

“Dalam jangka pendek, pengelola dana pensiun di KS ada belasan perusahaan. Yang menyangkut dana kesehatan dan pensiun ada 3. Sampai akhir tahun, ini semua akan ditiadakan,” tegasnya.

Baca juga:Alasan Indonesia Masih Impor Baja dari China dan Vitenam

“Perusahaan (pengelola dana pensiun) yang sifatnya operasional, akan saya tarik. Kami targetkan akhir tahun ini tidak ada. Jika urusan investasi silakan, tapi jika urusannya operasional tidak boleh. Sambil menunggu ini ditarik, yang sejenis dikumpulkan kemudian dibedah satu persatu. Kalau anak perusahaan itu sudah tidak fokus, merugi terus, ngapain dipertahankan,” imbuhnya lagi.

Menurut Silmy, KS akan sehat dan bagus, jika hutang perusahaan hanya 500 juta dolar. Artinya dengan total hutang yang mencapai 2 miliar dolar saat ini, dia harus berusaha mencicil 1,5 miliar dolar.

Karena Silmy enggan menjual aset, maka strateginya, dia harus menyiapkan IPO. Selain itu, dia berencana membangun jejaring kerjasama lintas perusahaan dengan mendatangkan investor. Menurutnya jika pemerintah mengutamakan produksi dalam negeri, akan datang partner yang hubungannya bukan lagi dagang, tapi menjadi investor.

“Saya ingin KS sangat kompetitif berdaya saing, jika saya tinggalkan sudah siap tempur. Saya bangun SDM, siapapun kalau ditinggalkannya perusahaan itu lalu turun performance-nya artinya ia belum sukses,” jelasnya.

“Saya ingin SDM mampu beradu gagasan mencari solusi, harus tahu arahnya agar tidak buang energi berdebat. Suatu saat SDM KS harus bisa melanjutkan, bisa berkontribusi pula untuk BUMN lain,” harapnya.[]


Berita terkait
Krakatau Steel Kebagian Dana PEN Rp 3 Triliun Melalui OWK
Krakatau Steel berencana terbitkan obligasi wajib konversi kepada pemerintah hingga Rp 3 triliun.
Pemerintah Investasi Rp 3 Triliun di Krakatau Steel
Rencana pemerintah untuk berinvestasi di Krakatau Steel diyakini dapat membantu perseroan untuk melanjutkan kinerja positif pada tahun ini
Alasan Indonesia Masih Impor Baja dari China dan Vitenam
Produk baja impor dari China dan Vietnam masih mendominasi bahan baku industri nasional. Apa sebabnya?
0
Soal Survey Indikator, DPR: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah
Anis menegaskan bahwa ketidakberhasilan pemerintah mencapai target-target ekonominya menjadi catatan tidak baik terhadap kinerja pemerintah.