UNTUK INDONESIA
KPU Sumbar Minta 162 Miliar untuk Pilgub 2020
KPU Sumbar mengajukan anggaran Pilgub tahun 2020 sebesar Rp 162 miliar. Naik sekitar 110 persen
Ketua KPU Sumbar Amnasmen. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang - KPU Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 sebesar Rp 162 miliar. Naik sekitar 110 persen, jika dibandingkan dengan anggaran Pilgub tahun 2015, sebesar Rp 72 miliar.

"Kami sudah melakukan tahapan Pilgub 2020, salah satunya dengan penyusunan anggaran dan sudah diserahkan ke pemprov. Proses saat ini, sedang pembahasan dengan tim anggaran pemerintah daerah provinsi dan kabupaten kota," kata Ketua KPU Sumbar Amnasmen, Kamis 18 Juli 2019.

Naiknya jumlah anggaran yang diajukan tersebut karena ada beberapa anggaran yang akan dibagi dengan KPU kabupaten kota. Secara garis besar misalnya, kotak, bilik suara, tinta, segel, dan sejumlah formulir yang dibutuhkan.

Baca juga: Gelar Pilkada 2020, KPUD Pessel Ajukan Rp 36 Miliar

"Kita berharap provinsi yang mengadakan, supaya seragam dan mempunyai kualitas yang sama. Ini perlu secara administrasi, agar tidak ada perbedaan-perbedaan dengan kabupaten kota lainnya," kata dia.

Kenaikan anggaran Pilgub 2020 juga dipengaruhi oleh naiknya honor panitia adhoc baik itu PPK dan PPS. Sebelumnya, honor untuk ketua PPK saja Rp 1.250.000 dan anggotanya Rp 1 juta per orang. Sementara di Pilgub 2020 honor ketua PPK menjadi sebesar Rp 1.850.000 dan anggota sebesar Rp 1.600.000 per orang.

"Ditambah lagi jumlah tempat pemungutan suara (TPS) kita bertambah. Kalau sebelumnya hanya berjumlah 11 ribu, sekarang berpotensi minimal 12 ribu lebih TPS. Itu baru prediksi kami, karena jumlah pemilih bertambah," tambahnya.

Baca juga: Untung Rugi Pilkada Serentak Diundur Bagi Parpol

Selain pelaksanaan pilgub, 13 kabupaten kota juga melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Ada 13 daerah menggelar pemilihan mulai dari Kota Solok, Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok Selatan.

Kemudian, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, serta Kabupaten Limapuluh Kota.[]

Berita terkait
0
Anak Usia 14 Tahun Dijual di Kafe di Jakarta
10 anak di bawah umur, korban prostitusi di Jakarta Utara diamankan Polda Metro Jaya. Polisi menyebut yang paling muda berusia 14 tahun.