Jakarta - Kota manakah dengan durasi puasa terpendek di dunia. Ibadah puasa 2019 ini jatuh pada bulan Ramadan 1440 Hijriah. Tidak hanya umat muslim di Indonesia, di belahan bumi lain juga menunaikan ibadah puasa.

Pelaksaan puasa dimulai sejak masuk waktu imsak hingga berakhir Magrib. Apabila kota-kota di negara Arab atau Asia memiliki durasi puasa sekitar 13 -15 jam, maka tidak dengan sejumlah kota yang letak negaranya berdekatan dengan Kutub Utara.

Tahun lalu kota Reykjavik di Islandia menjadi kota dengan durasi puasa terpanjang di dunia. Namun tahun ini rekor tersebut dipegang oleh kota Murmansk di Rusia.

Dikutip dari Gulf News, Rabu, 8 Mei 2019, di kota Murmansk puasa berlangsung selama 20,45 jam.

Pasalnya gelap hanya berlangsung selama tiga jam di kota yang diliputi salju ini, sebelum matahari terbit kembali pada pukul 01.41.

Sementara itu kota Reykjavik menempati peringkat kedua dengan durasi puasa selama 19,26 jam.

Jika ada negara yang memiliki durasi puasa terpanjang tentu saja ada negara yang memiliki durasi puasa terpendek.

Tahun ini negara yang memiliki durasi puasa terpendek, yaitu kota Ushuaia di Argentina.

Di kota resor musim panas ini umat muslim-nya berpuasa dengan durasi 11 jam saja.

Bagi yang sedang bepergian ke negara-negara Amerika atau Eropa, berpuasa dalam perjalanan tentu saja memberi tantangan tersendiri.

Sebenarnya panjang atau pendeknya durasi puasa tak terlalu berpengaruh, karena fatwa yang disepakati majelis Islam di seluruh dunia menganjurkan agar orang yang tinggal di suatu kawasan dengan durasi terbit dan tenggelamnya matahari terlalu dekat (kurang dari tiga jam) bisa mengikuti durasi puasa kawasan sebelahnya yang lebih normal.  []

Baca juga: