Kolaborasi Kkn 107 UINSA Dengan Mi Mansyaul Ulum: Menciptakan Lingkungan Pendidikan Aman Dan Nyaman Dalam Edukasi Anti Bullyin

Kegiatan edukasi anti-bullying ini dihadiri oleh seluruh siswa, baik siswa baru maupun siswa lama, didampingi oleh guru kelas masing-masing.
Kolaborasi KKN107 UINSA & Mi Mansyaul Ulum: Menciptakan Lingkungan Pendidikan Aman Dan Nyaman Dalam Edukasi Anti Bullying

TAGAR.id, Jakarta - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mansyaul Ulum menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan belajar yang aman dan nyaman dengan menyelenggarakan edukasi anti-bullying sebagai bagian dari Masa Taaruf Siswa Madrasah (MATSAMA), kegiatan ini cukup menarik perhatian dalam agenda perkenalan siswa baru, menandakan kesadaran pihak sekolah terhadap isu penting yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. 

MI Mansyaul Ulum tidak sendiri dalam upaya ini. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 107 dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) turut serta berkontribusi aktif dalam agenda tersebut. Mahasiswi KKN memberikan sosialisasi yang mencakup dasar-dasar bullying, berbagai bentuknya, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah respons yang tepat ketika insiden bullying terjadi. Kolaborasi antara pihak sekolah dan KKN UINSA ini memperkuat pesan bahwa pencegahan bullying adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan edukasi anti-bullying ini dihadiri oleh seluruh siswa, baik siswa baru maupun siswa lama, didampingi oleh guru kelas masing-masing. Kegiatan dimulai dengan sambutan pembuka dari perwakilan guru MI Mansyaul Ulum dan mahasiswi KKN 107 UINSA, menciptakan suasana yang hangat dan partisipatif. 

Setelah pembukaan, para siswa diajak untuk menonton bersama video edukasi tentang bullying. Metode ini dipilih untuk memberikan pemahaman visual yang lebih mudah dicerna oleh anak-anak. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar siswa menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dengan merespons sesi tanya jawab dan ice breaking yang dipandu oleh mahasiswi KKN 107 UINSA. 

Meskipun demikian, pihak penyelenggara juga menyadari bahwa ada beberapa siswa yang membutuhkan perhatian dan pendekatan lebih personal, sebuah hal yang wajar dalam setiap kegiatan edukasi.

Respon positif datang dari para siswa, seperti yang diungkapkan oleh salah satu siswa kelas 4, yang memberikan pemahaman dan tanggapannya terkait sosialisasi anti-bullying hari ini. Ia mengatakan, "Acaranya seru, kak. 

Saat sesi tanya jawab kalo tahu jawabannya ya tinggal jawab.” Ia juga pernah menyaksikan langsung perilaku bullying yang dilakukan di sekolah dan juga pernah mengalami nya langsung, “ Disini aku pernah lihat temenku di bully kayak dipukul gitu, terus aku belain. Tapi aku di bully juga akhirnya, kalo sekarang udah ga". 

Komentar ini menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan berhasil menarik minat siswa dan relevan dengan pengalaman mereka.

Nikmatul Rohmah, salah satu guru MI Mansyaul Ulum, menuturkan bahwa tindakan bullying pernah terjadi, namun pihak sekolah selalu menangani dengan memanggil siswa yang terlibat dan memberikan arahan serta hukuman yang mendidik, seperti menulis ayat-ayat pada juz ama. Beliau menambahkan bahwa biasanya pelaku bullying adalah siswa kelas atas (kelas 5 dan 6) dan korban adalah adik kelas. “Ada yang sampe ga berani sekolah tapi pihak sekolah langsung menangani dan Alhamdulillah sudah kembali,” ujarnya. Edukasi anti-bullying ini bukan agenda pertama kali, sebelumnya juga pernah diadakan. Dengan langkah-langkah proaktif seperti ini, MI Mansyaul Ulum menunjukkan komitmen kuatnya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang seluruh siswanya. (Karisma Nisaul M dan Risdiana Puspita)

Berita terkait
GOLDMEDALIST Ajukan Tuntutan Hukum atas Cyberbullying Kim Soo Hyun
Agensi Kim Soo Hyun, GOLDMEDALIST, mengambil tindakan hukum terhadap postingan jahat dan informasi palsu yang merusak reputasi aktor.
Alasan Anya Geraldine Tak Pernah Sakit Hati Meski Sering di Bully
Anya Geraldine memainkan karakter Tara dalam film Cinta Tak Seindah Drama Korea (CTSDK). Film ini terasa begitu dekat dengan Anya.