UNTUK INDONESIA

KLHK: Pojok Iklim Perdana 2021 Fokus Menuju COP-26 Glasgow

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyelenggarakan diskusi Pojok Iklim perdana tahun 2021 secara virtual.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong. (Foto:Tagar/KLHK)

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan diskusi Pojok Iklim perdana tahun 2021 secara virtual dengan pembahasan tentang aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia. Diskusi ini, untuk menuju United Nations Climate Change Conference (UNFCCC) COP-26 yang akan diadakan akhir tahun 2021 di Glasgow. 

Dalam hal ini, Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global, telah menunjukkan upaya nyata dalam memenuhi target Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi 29% dengan upaya sendiri, dan meningkatkan target penurunan hingga 41% pada tahun 2030 dengan dukungan internasional.

Membangun kebijakan pengendalian perubahan iklim di Indonesia, penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam masa pemulihan pandemi COVID-19

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, berharap, diskusi kali ini dapat mengupas seputar perkembangan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, aksi cerdas dari para pihak yang memperlihatkan pelaksanaan komitmen Pemerintah Indonesia, dan perkembangan isu internasional dan capaian energi terbarukan, guna mendukung persiapan Indonesia untuk COP 26.

“Indonesia telah berhasil berkontribusi terhadap pencapaian NDC 24,4% pada tahun 2017 dari target 29% pada tahun 2030. Dalam diskusi kali ini saya berharap para narasumber dan peserta Pojok Iklim dapat saling bertukar ide dan pandangan, khususnya pada beberapa fokus substansi yaitu pengembangan dan replikasi forum multipihak dalam konteks membangun kebijakan pengendalian perubahan iklim di Indonesia, penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam masa pemulihan pandemi COVID-19,” ungkap Wamen Alue pada Rabu 6 Januari 2021. 

Wamen LHK menjelaskan, beberapa substansi yang juga menjadi fokus adalah tentang penegasan komitmen dan optimasi sektor energi Indonesia dalam kerangka pengendalian perubahan iklim, penyediaan dukungan sains dan inovasi dalam upaya pengendalian perubahan iklim, pengembangan dan penyediaan akses pendanaan perubahan iklim serta pengarusutamaan peran non-state actors dalam upaya pengendalian perubahan iklim.

“Diskusi Pojok Iklim kali ini hendaknya juga menggarisbawahi seruan status Darurat Iklim yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam peringatan lima tahun Persetujuan Paris 2015 Climate Ambition Summit yang diadakan secara virtual pada Sabtu, 12 Desember 2020. Seruan tersebut mendorong seluruh negara untuk mempercepat upaya pengurangan emisi gas rumah kaca,” tegasnya Wamen Alue.

Selanjutnya, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Sarwono Kusumaatmadja memaparkan tema sentral COP 26 di Gasglow akan konsentrasi ke aksi adaptasi dan mitigasi untuk kurangi emisi GRK dalam konteks kelangsungan hidup manusia dan keutuhan ekosistem alam.

“Indonesia sudah memiliki program-program aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim  yang  memberikan  hasil yang konkrit yaitu berupa pengurangan drastis insiden karhutla, penurunan deforestasi yang diakui dunia internasional, serta revitalisasi DAS Citarum,” sebut Sarwono.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman juga menambahkan, salah satu bentuk persiapan menuju COP 26 di Gasglow harus dengan perencanaan, pelaksanaan aksi mitigasi, adaptasi, serta sistem monitoring dan evaluasi, kebutuhan kelengkapan informasi ini sangat penting untuk mendukung penyampaian laporan ke dunia internasional mengenai informasi yang terus diperbaharui tentang emisi GRK.

Adapun Pemerintah Indonesia melalui KLHK telah menyelenggarakan forum diskusi mingguan multi-pihak Pojok Iklim sejak tahun 2016 dengan konsentrasi pada proses adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, guna mengaktualisasikan isu perubahan iklim di berbagai sektor serta mensinergikan inovasi dan praktek cerdas dari berbagai daerah.  

Wamen LHK memaparkan bahwa diskusi Pojok Iklim selama ini telah memberikan masukan dan ide inovatif bagi pengembangan kebijakan pengendalian perubahan iklim di Indonesia dan diharapkan forum Pojok Iklim ini dapat terus dikembangkan ke depan, termasuk salah satunya sebagai forum untuk mempersiapkan bagi Indonesia dalam rangka menghadapi COP26 UNFCCC yang akan diadakan di Glasgow di akhir 2021.

Narasumber pada Pojok Iklim kali ini adalah Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Sarwono Kusumaatmadja, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman dan Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman. Sebagai penanggap adalah Kepala Badan Litbang dan Inovasi, KLHK, Agus Justianto, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, KLHK, Laksmi Dhewanthi, dan  Penasihat Senior Yayasan KEHATI, Diah Suradiredja. []

Berita terkait
KLHK Tahan Pemilik 300 Kg Daging Rusa Ilegal di Labuan Bajo
Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra M Nur menduga, 300 kg daging rusa yang disita berasal dari pemburuan rusa di Taman Nasional Komodo.
KLHK Anugerahkan Kalpataru 2020 dan Nirwasita Tantra 2019
Menteri LHK Siti Nurbaya, menyerahkan 10 penghargaan Kalpataru kepada tokoh dan kelompok masyarakat yang dinilai berhasil melestarikan lingkungan.
KLHK Sambut Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove
Menteri LHK Siti Nurbaya, menyambut baik pelantikan Hartono sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
0
KLHK: Pojok Iklim Perdana 2021 Fokus Menuju COP-26 Glasgow
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyelenggarakan diskusi Pojok Iklim perdana tahun 2021 secara virtual.