UNTUK INDONESIA
Kisah Gary Iskak, dari Pemakai Narkoba Kini Mantap Berhijrah
Sejak tahun 2013 Gary mulai memilih untuk mengubah hidupnya. Ia memutuskan untuk memperdalam ilmu agama atau hijrah.
Artis Sinetron Gary ditangkap pada 21 September 2007 karena memiliki satu buah paket shabu seberat 0,3 gram. (Foto : Instagram/Gary Iskak)

Jakarta  - Gary Iskak merupakan salah satu public figure yang dikenal dengan aksi peran sebagai tokoh antagonis di film-film Indonesia. Di luar seni panggung, dulunya Gary sering dirundung permasalahan. Masalah rumah tangga hingga sempat dibui karena kepemilikan narkoba pada tahun 2007.

Sejak tahun 2013 Gary mulai memilih untuk mengubah hidupnya. Ia memutuskan untuk memperdalam ilmu agama atau hijrah.

Pemeran Badarudin dalam film Terima Kasih Cinta ini mengaku memutuskan untuk hijrah karena menyesali perbuatan salah yang sudah ia lakukan sebelumnya.

Ia mengubah imej 'nakal' yang sempat disematkan pada dirinya. Mulai dari penampilan hingga aktivitas sehari-hari, Gary menunjukkan perubahan yang lebih baik setelah mendalami ilmu agama.

"Karena gini, saya sudah hidup dalam keadaan bandel dan segala macam itu, jadi hidup itu seperti itu terus. Akan susah terus jadinya, karena nggak berkah," ujar Gary dalam acara Perspektif di Metro TV.

Gary menuturkan sempat terjebak dalam ilmu klenik dan mistis menjadi titik balik dirinya untuk kemudian beralih dan mendalami agama Islam. Ia mengaku berhijrah membuatnya mampu keluar dari belenggu kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya.

"Ya sebelumnya itu gua doyan mabok, pakai narkoba, sama yang bukan muhrim, ya hancur banget lah kalau saya hari ini melihat ke belakang, hancur," ungkapnya.

Gary juga mensyukuri keluarga yang tidak menyerah dalam mendampingi dan memberi semangat dalam perjalanan karir dan hidup pria bertato ini.

Ia juga berencana untuk fokus menekuni agama dan meninggalkan dunia seni peran yang membesarkan namanya tersebut.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bertaqwa kepada Allah.


Berita terkait
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.