Kick It Out Tanggapi Peningkatan Laporan Seksisme dan Transfobia di Sepak Bola Inggris

Di seluruh level sepak bola Inggris musim lalu, terdapat 1.398 insiden yang dilaporkan
Kick It Out didirikan untuk melawan rasisme dalam sepak bola pada tahun 1993, dan pada tahun 1997 diperluas untuk mengatasi semua bentuk diskriminasi. (Foto: bbc.com/Getty Images)

Oleh: Timothy Abraham - BBC Sport Journalist

TAGAR.id - Lembaga amal antidiskriminasi “Kick It Out” mengatakan mereka menerima laporan diskriminasi tertinggi sepanjang musim 2024/2025 dengan peningkatan seksisme*, transfobia** dan pelecehan berbasis agama.

Di seluruh level sepak bola Inggris musim lalu, terdapat 1.398 insiden yang dilaporkan -naik dari 1.332 yang dipublikasikan pada data musim lalu- dan merupakan jumlah tertinggi yang pernah diterima oleh organisasi tersebut.

Laporan seksisme dan misogini meningkat sebesar 67%, dengan peningkatan dari 115 pada musim 2023-24 jadi 192.

Laporan pelecehan berbasis agama meningkat dari 117 menjadi 132, sementara laporan transfobia meningkat dua kali lipat dari 22 menjadi 44.

Laporan yang melibatkan sepak bola putri meningkat dua kali lipat menjadi 31, termasuk dua di level U-9, sementara laporan remaja secara keseluruhan meningkat dari 144 ke rekor tertinggi 186.

Laporan rasisme secara keseluruhan menurun di semua level sepak bola, tetapi jumlah insiden rasis dalam pertandingan profesional meningkat dari 223 menjadi 245.

“Kick It Out” juga mencatat dalam statistik pelaporan akhir musimnya untuk musim lalu:

  • Terdapat 621 laporan pelecehan daring yang masuk - meningkat 5% dibandingkan tahun lalu - dengan 268 terkait rasisme.
  • Terdapat 18 laporan nyanyian seksis yang diterima untuk musim 2024-25, yang hampir menyamai total laporan gabungan dari empat musim sebelumnya.
  • Sepak bola akar rumput menyumbang 325 laporan - naik dari 303 pada musim 2023-24.
  • Pelecehan homofobia sedikit menurun, dari 162 menjadi 139 laporan.
  • Pelecehan terhadap disabilitas juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan laporan naik 45% di semua level permainan, dari 51 menjadi 76.

Direktur eksekutif Kick It Out, Samuel Okafor, mengatakan "diskriminasi masih melekat erat di seluruh permainan", dan peningkatan pelecehan di sepak bola remaja "seharusnya menjadi peringatan".

Okafor mengakui telah terjadi "pergeseran yang jelas" dalam jumlah orang yang "mengecam perilaku seksis", tetapi ia ingin melihat tindakan yang lebih besar untuk mengatasi pelecehan daring.

"Jelas bahwa platform daring masih belum memadai. Volume pelecehan masih tinggi, dan terlalu sering mereka yang bertanggung jawab tidak menerima konsekuensi apa pun," kata Okafor.

"Para penggemar telah melakukan bagian mereka dengan bersuara. Sekarang giliran otoritas sepak bola, perusahaan teknologi, dan pemerintah untuk menunjukkan bahwa mereka mendengarkan, dan bertindak." (bbc.com). []

*Seksisme (KBBI: penggunaan kata atau frasa yang meremehkan atau menghina berkenaan dengan kelompok, gender, ataupun individual)

**Transfobia (KBBI: ketakutan, kebencian, atau diskriminasi terhadap transgender atau transeksual)

Berita terkait
Spanyol Singkirkan Belanda di Kompetisi Sepak Bola UEFA Nations League
Penentuan pemenang dilakukan lewat adu penalti yang dimenangkan oleh Spanyol dengan skor 5-4