Untuk Indonesia
Ketika Ki Joko Bodo Menemukan Tuhan di Tanah Suci
Hijrah Ki Joko Bodo mendapat sorotan positif dari publik. Dia melepas semua atribut sebagai paranormal. Dia tidak lagi main klenik.
Ki Joko Bodo. (Foto: Tagar/Regita Putri)

Jakarta - Sejatinya Ki Joko Bodo telah memulai pertobatannya sejak 2014. Walaupun pada saat itu masih menjalani praktik paranormal dengan sembunyi-sembunyi tetapi dia berniat kuat keluar dari dunia klenik.

Ki Joko Bodo membuktikan hal itu. Dia benar-benar ingin berhijrah ketika penampilannya berubah total. Dia menanggalkan semua pakaiannya yang serba hitam. Mencukur rambutnya yang gondrong dan membabat habis janggutnya yang panjang.

Kini, mantan paranormal itu tampil klimis dengan wajah segar berseri. Dia selalu memakai pakaian muslim, berpeci, dan rajin salat lima waktu.

Dalam tayangan Trans7, Minggu 12 Mei 2019, tampak Ki Joko Bodo tidak sangar seperti dulu lagi. Terjadi perubahan drastis terhadap pria bernama asli Agus Yulianto ini. 

Aku menyesal, Tuhan terimalah tobat saya. Setiap saat aku selalu berdoa pada Tuhan

Dia pun akhirnya merasa menyesal atas semua dosa-dosanya selama menjadi paranormal. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjalani ibadah umrah ke Tanah Suci pada 2014.Pria kelahiran Singaraja, Bali, 17 Februari 1964 ini mengaku merasa jenuh menggeluti dunia klenik selama puluhan tahun. Dalam kejenuhan itu, Ki Joko Bodo menemui Habib Abdurahman Umar bib Yahya. Lantas, Ki Joko Bodo dibimbing mengucapkan dua kalimat syahadat oleh ulama tersebut.

Dia pun akhirnya merasa menyesal atas semua dosa-dosanya selama menjadi paranormal. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjalani ibadah umrah ke Tanah Suci pada 2014.

"Aku menyesal, Tuhan terimalah tobat saya. Setiap saat aku selalu berdoa pada Tuhan," ungkap Ki Joko Bodo.

Dalam ibadah umrah, Ki Joko Bodo mengaku merasakan getaran yang sangat kuat seolah tersengat listrik saat sujud di Tanah Suci, Mekkah. Momen itulah yang membuat dia menyakini jika Allah itu memang ada.Bahkan dalam tayangan TV tersebut, pria berusia 55 tahun itu terlihat rajin beribadah salat lima waktu di masjid dekat rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur."Saya menghibahkan tempat praktik (Istana Wong Shintink) saya dulu untuk pembangunan masjid. Saya mau itu dibuat beribadah untuk salat sehari-hari,” ujar Ki Joko Bodo, Sabtu 21 Juni 2014.

Ki Joko BodoKi Joko Bodo (Foto: Instagram.com/onthespottrans7)

Dalam ibadah umrah, Ki Joko Bodo mengaku merasakan getaran yang sangat kuat seolah tersengat listrik saat sujud di Tanah Suci, Mekkah. Momen itulah yang membuat dia menyakini jika Allah itu memang ada.

"Kalau dulu masih mencari Tuhan, sekarang sudah menemukan Tuhan. Ibaratnya seperti itu," ujar Ki Joko Bodo.

Bahkan dalam tayangan TV tersebut, pria berusia 55 tahun itu terlihat rajin beribadah salat lima waktu di masjid dekat rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Niat Ki Joko Bodo berhijrah benar-benar serius. Hal itu dibuktikannya dengan mewakafkan salah satu rumahnya untuk pembangunan masjid.

"Saya menghibahkan tempat praktik (Istana Wong Shintink) saya dulu untuk pembangunan masjid. Saya mau itu dibuat beribadah untuk salat sehari-hari,” ujar Ki Joko Bodo, Sabtu 21 Juni 2014.

"Iya, aku sudah bakar semua keris dan lukisan-lukisan karena memang muslim seperti itu ajarannya, jadi enggak boleh ada lukisan yang bergambar manusia," kata Ki Joko Bodo.Ki Joko Bodo bertekad keluar dari lingkaran setan. Dia ingin bertobat meninggalkan dunia klenik. Benda-benda bertuah miliknya pun telah dibuang semisal sejumlah keris dan lukisan.

"Iya, aku sudah bakar semua keris dan lukisan-lukisan karena memang muslim seperti itu ajarannya, jadi enggak boleh ada lukisan yang bergambar manusia," kata Ki Joko Bodo.

"Kalau zaman dulu kan banyak kepentingan pribadinya. Saat ini kita mengabdi untuk masyarakat," tandasnya. Dia mengaku apa yang dulu telah dilakukan menyimpang dari ajaran agama Islam. Ki Joko Bodo sekarang ini hanya ingin menjalani hidup sesuai ajaran agama.

"Kalau zaman dulu kan banyak kepentingan pribadinya. Saat ini kita mengabdi untuk masyarakat," tandasnya.  

"Yang penting kita berbakti menuju kepada sang Khalik. Kalau dulu mencari Tuhan kalau sekarang sudah menemukan Tuhan," pungkasnya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Pelatih Persib Geram Pemain Kena Lemparan Batu
Pemain Persib Bandung Omid Nazari dan Febri Hariyadi menjadi korban pelemparan batu oleh oknum suporter usai laga melawan PS Tira Persikabo.